The Love That Has Returned

The Love That Has Returned
Chap 38



seorang pria paruh baya dengan ekspresi amarahnya yang sudah membara berkata"kalian semua benar-benar tidak berguna!!"


"Tuan tolong ampuni saya". Ucap seorang pria berpakaian serba hitam bersujud di depan menteri Feng


"cepat bawa dia pergi dari sini!!".


pengawal yang berjaga diluar pun langsung memasuki ruangan dan menyeret pria berbaju hitam tersebut.


"tuan.....tolong ampuni saya!". pria tersebut berteriak meminta ampun


"kau sudah tau apa yang harus diperbuat sekarang". ucap menteri Feng kepada pria bertopeng misterius yang bersembunyi di balik ruangannya.


sementara itu terdapat Feng Chang yang mendengar keributan dari arah ruangan


ayahnya langsung berjalan menuju kearah suara tersebut.


"sepertinya ada yang aneh"


pengawal yang membawa pria yang berbaju hitam tadi berpapasan feng Chang sehingga langkah mereka terhenti karena rasa penasaran nya Feng Chang langsung bertanya "kalian ingin membawanya kemana?"


"tuan muda, kami hanya diperintahkan oleh tuan besar untuk membawanya keluar dari kediaman". Ucap salah satu pengawal


"tuan tolong saya". pria berbaju hitam tersebut langsung memohon dengan memegang kedua tangan Feng Chang.


pengawal yang membawa nya pun langsung menariknya dan membawanya pergi, dengan apa yang dilihatnya barusan membuat Feng Chang curiga terhadap apa yang dilakukan ayahnya tersebut.


karena rasa curiganya, tanpa basa-basi Feng Chang diam-diam langsung mengikuti pengawal tadi yang membawa pria berpakaian hitam.


"kemana mereka akan membawanya". Feng Chang bertanya-tanya sambil mengikuti kereta pengawal tersebut menggunakan kudanya.


beberapa saat kemudian sampailah di suatu hutan yang sangat sepi, pengawal yang diikutinya itu berhenti. lalu mengeluarkan pria berpakaian hitam tersebut, dengan keadaan tangan yang sudah terikat pria berpakaian hitam tersebut terlihat sangat takut.


"apa yang ingin mereka lakukan kepada pria itu". gumam Feng Chang yang bersembunyi di balik pohon


Tak lama kemudian tiba-tiba salah satu pengawal langsung menusuk dada pria berpakaian hitam tersebut, darah keluar sangat deras dari dadanya dan mulut nya mengeluarkan darah.


Feng Chang terkejut dengan apa yang dilihatnya itu, dia tidak tahu harus berbuat apa, apakah dia hanya berdiam diri saja atau menolong pria berbaju Hitam tersebut.


"aku tidak bisa bergerak sekarang, aku harus menunggu mereka pergi". gumam Feng Chang


Feng Chang pun memikirkan untuk mengalihkan perhatian pengawal tersebut dengan membuat kuda yang dinaikinya itu berlari dan itu membuat pengawal kediamannya terkejut.


"siapa disana?!".


"cepat kejar". Pengawal kediamannya pun langsung pergi mengejar kuda Feng Chang.


Pagi hari, istana putri kediaman Zhi yang


"putri, saya senang anda baik-baik saja sekarang" Li mei sambil merapikan rambut Zhi yang di depan cermin.


"seperti yang kau lihat, aku memang sangat beruntung". sambung Zhi yang dengan senyuman diwajahnya.


"dimana Ming Huo? aku ingin membicarakan sesuatu kepadanya". tanga Zhi yang kepada Li mei


"tadi saya bertemu dengannya putri, dia bilang putra mahkota menyuruhnya pergi ke kediaman jenderal Wang untuk memberikan obat". Jawab Li mei


mendengar jawaban Li mei ekspresi wajah Zhi yang langsung berubah mendengar nama Wang Chunying.


"Putri sepertinya sangat mengkhawatirkan jenderal Wang, putri tenang saja jenderal Wang pasti akan membaik setelah meminum obat yang diberikan putra mahkota". kata Li mei sambil mengejek Zhi yang


"siapa bilang aku mengkhawatirkannya, aku akan pergi menemui ayahanda. kau, tunggu disini". Ucap Zhi yang langsung bangkit dari duduknya dan berjalan keluar meninggalkan Li mei.


melihat Zhi yang yang seperti itu membuat Li mei tersenyum, dia merasa jika Zhi yang menyukai Wang Chunying dan itu membuat Li mei senang.


"akhirnya putri sudah menemukan seseorang yang menggantikan tuan Feng dihatinya". Ucap Li mei dengan ekspresi penuh dengan rasa syukur, karena akhirnya putri yang dilayaninya itu sudah menemukan seseorang yang akan membuatnya bahagia.


beberapa saat kemudian akhirnya Zhi yang sampai di kediaman kaisar, Zhi yang pun masuk ke dalam ruang makan yang sudah disiapkan oleh kaisar. Zhi yang melihat semua keluarga sudah duduk di tempat yang disediakan, dia pun segera duduk setelah memberikan salam nya.


Zhi yang duduk tepat ditengah-tengah antara permaisuri dan Xiu ying, sementara ketiga putra kaisar duduk di sebelah Kanan berurutan. "nak, bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya kaisar kepada putrinya yang baru saja datang.


"ayah aku baik-baik saja sekarang, jadi kalian semua tidak perlu mengkhawatirkan ku lagi". Jawab Zhi yang dengan senyuman diwajahnya.


"syukurlah". Ucap sang kaisar merasa lega mendengar perkataan Zhi yang


"yang mulia kau tidak perlu khawatir lagi terhadap yang'er, lihatlah dia sangat sehat sekarang" sambung permaisuri dengan senyuman palsunya sambil melihat kearah Zhi yang


"ayahanda, yang dikatakan ibu benar. mulai sekarang aku juga akan lebih memperhatikan jiejie". Ucap Xiu ying


"aku merasa terharu mendengar ucapan meimei dan mulai sekarang aku juga akan lebih memperhatikan mu". ucap Zhi yang dengan setengah senyuman melihat Xiu ying


mendengar perkataan Xiu ying seketika Liu Yaoshan teringat akan perbuat Xiu ying yang berusaha untuk mencelakai Zhi yang. Yaoshan merasa bimbang apakah dia harus mengatakan kejadian tersebut atau tidak, dia merasa jika memberitahukan hal tersebut kepada ayahnya maka itu akan membuat keluarganya hancur sehingga Yaoshan memutuskan untuk menyembunyikannya dari semua orang termasuk Zhi yang.


"Zhi yang maafkan kakak". Batin Yaoshan sambil melihat keluarga berbincang dengan senyuman di wajah mereka.


"yang mulia, bagaimana jika kita mengadakan pesta atas kesembuhan yang'er sekaligus mengumumkan pemenang acara perburuan". permaisuri mengusulkan sesuatu agar terlihat baik didepan suaminya tersebut.


"yang kau katakan itu benar, mari kita melakukannya". sambung sang kaisar merasa jika usulan permaisurinya itu adalah hal yang baik.