The Love That Has Returned

The Love That Has Returned
Chap 28



Li mei yang mendapat pertanyaan tersebut merasa bingung dan bersedih, dalam hati Li mei berkata. "apakah putri juga melupakan mendiang ratu?"


"putri ini....ini adalah istana kediaman mendiang yang mulia ratu. dulu saat mendiang ratu masih ada putri selalu datang ke kediaman ini". Li mei menjelaskannya kepada Zhi yang.


"pantas saja aku merasa akrab dengan tempat ini, jadi ini adalah perasaan dari pemilik tubuh. tapi kenapa hatiku terasa sakit". Batin Zhi yang termenung sambil melihat ke arah kediaman yang terkunci itu.


"putri sebaiknya kita kembali ke kediaman sekarang, karena udaranya sangat dingin dimalam hari". ucap Li mei tiba-tiba karena dia berpikir jika Zhi yang merasa bersedih walaupun yang dia tau Zhi yang tidak ingat apapun.


Zhi yang pun mengabaikan perkataan Li mei karena masih fokus memandangi bangunan yang ada di depannya itu. "putri?" panggil Li mei.


"Yaa! tadi kau bilang apa?". ucap Zhi yang tersadar dari lamunannya sambil menengok ke arah Li mei.


"tadi saya bilang, sebaiknya kita kembali ke kediaman karena udaranya sangat dingin". Jawab Li mei mengulangi perkataannya tadi.


"Yaa, ayo kita kembali". Zhi yang pun berjalan meninggalkan bangunan yang ia pandangi terlalu lama.


Zhi yang menyusuri jalan istana bersama kedua bawahannya. saat di tengah jalan menuju kediaman nya, dia melihat seseorang memanjat tembok istana dan orang tersebut terjatuh lalu pingsang, sehingga kejadian itu membuat langkah nya terhenti.


"Ming Huo! cepat periksa, apakah itu penjahat atau bukan". suruh Zhi yang kepada Ming Huo, tanpa basa-basi Ming Huo langsung menghampiri orang tersebut dan mendekatinya, saat melihat wajah orang itu. Ming Huo langsung dibuat terkejut dengan apa yang dia lihat. "putri ini.......". ucap Ming Huo menoleh ke arah Zhi yang.


"siapa dia?". Zhi yang pun menghampiri nya. saat melihatnya dia pun sama terkejutnya dengan Ming Huo yang melihat orang yang memanjat dinding istana.


"bocah kurang ajar!". panggilan Zhi yang untuk adik laki-lakinya Liu changhai.


"sudah berhari-hari aku tidak melihatnya dan keadaan nya menjadi seperti ini, dimana pelayan yang selalu bersama nya itu".


Zhi yang dibuat terkejut melihat keadaan Liu changhai, yaitu pakaian Liu changhai yang sudah lusuh serta wajah yang pucat. lalu Zhi yang memeriksa keadaan Liu changhai dengan memegang dahinya.


"tubuhnya sangat panas, ming Huo bawa dia ke kediaman ku"


"tapi putri, apakah anda yakin ingin membawa pangeran ketiga ke kediaman?". tanya Li mei tiba-tiba.


"tentu saja, memangnya ada apa?". tanya Zhi yang kembali yang merasa heran dengan perkataan Li mei tiba-tiba.


"dulu putri sangat membenci pangeran, itu sebabnya setiap melihat pangeran ketiga putri selalu menghindari nya dan terkadang berkata buruk kepada pangeran ketiga". jawab Li mei menjelaskan kepada nya.


"aku juga melupakan yang satu ini, jadi kita bawa saja dulu dia". bisik Zhi yang kepada Li mei tidak ingin Ming Huo mendengarnya.


"tabib bagaimana keadaannya?". tanya Zhi yang kepada tabib istana yang dia panggil untuk memeriksa Liu changhai.


"tuan putri, pangeran mengalami demam karena terdapat luka lama yang belum diobati, tapi putri tenang saja, pangeran akan baik-baik saja setelah meminum obat yang saya berikan"


"terimakasih, kau boleh pergi sekarang"


"baiklah, putri". ucap sang tabib memeri hormatnya kepada Zhi yang lalu segera pergi.


mendengar ucapan tabib tadi itu membuat Zhi yang bertanya-tanya, bagaimana bisa seorang pangeran mendapatkan begitu banyak luka dan seperti tidak ada orang yang mempedulikannya.


"apa permaisuri tidak mempedulikannya? Li mei, bisakah kau jelaskan kepadaku bagaimana kehidupan changhai selama ini".


mendapat pertanyaan dari Zhi yang membuat Li mei bingung dan bagaimana harus menceritakan nya, karena dia harus membicarakan keluarga kekaisaran. "putri ini..... pengarengan ketiga. pangeran ketiga tidak mendapatkan banyak perhatian dari permaisuri dibandingkan pangeran Liu Xing Sheng dan putri Xiu ying, dan terkadang jika pengarengan ketiga membuat kesalahan, maka permaisuri akan menghukumnya"


"kenapa permaisuri berbuat seperti itu? ceritakan bagaimana permaisuri memperlakukannya, kau tenang saja hanya kita berdua yang ada di ruangan ini". tanya Zhi yang penasaran atas perlakuan permaisuri kepada Liu changhai.


"saya pernah mendengar sebuah cerita, saat permaisuri melahirkan pangeran ketiga disaat yang bersamaan, ibu suri yang merupakan ibu kandung yang mulia kaisar wafat sehingga itu membuat semua orang berpikir jika pangeran adalah pembawa sial dan permaisuri pun menganggap pangeran seperti itu juga, sehingga permaisuri tidak begitu menyukai pangeran ketiga".


"lalu bagaimana dengan ayah ku?". tanya Zhi yang kembali


"yang mulia kaisar tidak pernah membedakan pangeran ketiga dan tidak pernah menganggap pangeran ketika pembawa sial, malah sebaliknya yang mulia kaisar sangat menyayangi pangeran ketiga, lalu kaisar juga meminta kepada mendiang ratu untuk mengurus pangeran ketiga di kediamannya, karena yang mulia kaisar merasa jika yang mulia ratu bisa mengurus pangeran ketiga".


mendengar cerita Li mei. Zhi yang merasa sedih dengan apa yang dialami Liu changhai walaupun sikap Liu changhai terhadapnya tidak begitu baik, dan terkadang saat melihat Liu changhai itu membuat Zhi yang mengingat seorang anak laki-laki dari yayasan yang dikelola keluarganya yang sudah dia anggap sebagai adiknya.


akan tetapi anak tersebut pergi diadopsi oleh seorang sepasang suami istri sehingga Zhi yang tidak bisa bertemu dengan anak laki-laki yang ada di dunianya.


"bukankah seharusnya aku dan Liu changhai berhubungan dengan baik karena kami tumbuh bersama"


"tapi kenapa hubungan ku dan anak ini tidak begitu baik?". tanya Zhi yang penasaran.


"awalnya memang hubungan putri dan pangeran sangat baik, putri juga sangat menyayangi pangeran"


Li mei yang berpikir jika Zhi yang juga tidak mengingat masa lalunya, lalu menceritakan nya."saat itu............."