The Love That Has Returned

The Love That Has Returned
Chap 21 *percakapan kakak beradik



Istana barat kediaman Zhi yang


setelah melihat keadaan Li mei membaik Zhi yang merasa begitu senang, karena hal itu Zhi yang mengajak ming huo dan pelayan yang menemani Li mei untuk makan siang bersama. lalu mereka bertiga duduk bersama di ruang makan kediaman Zhi yang.


"Baru kali ini aku diperlakukan baik oleh putri".


Batin pelayan itu.


"kau... bukankah kau pelayan yang membawakan ku makan malam?". Tanya Zhi yang.


"Iya putri, itu saya yang menaruh makanan Putri di depan pintu waktu itu". Jawab sang pelayan.


"Siapa namamu?". Tanya Zhi yang.


"Nama saya Ming mei putri". Jawab sang pelayan dengan ekspresi senang karena tidak biasa nya seorang putri mengingat pelayanannya.


"Mulai sekarang kau tetap lah bekerja di kediaman ku, sementara ini kau rawat Li mei untukku". Suruh Zhi yang.


"Baik Putri".


Saat mereka sedang makan sambil berbincang, tiba-tiba seorang pengawal putra mahkota menghampiri mereka dan dikejutkan oleh pemandangan yang dia lihat yaitu seorang putri yang sedang makan bersama bawahannya.


"Putri". Ucap tang jiang memberi hormat nya kepada Zhi yang.


"Tang Jiang, Ada apa kau kesini?" Tanya Zhi yang.


"Putri, yang mulia putra mahkota mengundang mu untuk makan malam bersama nya malam ini". Jawan tang jiang pengawal Liu yaoshan.


"beritahukan pada kakak aku akan datang, sekarang kau boleh pergi".


"Baik putri". Ucap tang jian.


Lalu Tang jian segera pergi dari kediaman untuk memberi tahu kepada putra mahkota.


Di malam hari, karena Li mei yang masih sakit jadi hanya Ming Huo yang berada di sisi Zhi yang, mereka berjalan menuju istana putra mahkota sambil mengobrol.


"Putri boleh saya bertanya kepada anda tentang Li mei?" Tanya ming huo kepada Zhi yang


"Yaa tentu saja".


"Putri kalau boleh saya tahu kapan anda bertemu dengan Li mei ?". Tanya Ming huo.


"Kenapa dia menanyakan tentang Li mei?". Batin Zhi yang penasaran


"Aku bertemu dengannya sepuluh tahun yang lalu tepatnya di pinggir jalan, saat itu aku melihatnya sendirian lalu aku membawa nya ke istana". Jawab Zhi yang dengan cerita yang dia dapatkan dari Li mei.


"Apakah hanya kebetulan namanya sama atau dia benar-benar adikku yang hilang, kami juga berpisah sepuluh tahun yang lalu dan Putri membawa nya sepuluh tahun yang lalu. Aku harus memastikannya nya sendiri ". Batin Ming huo dengan perasaan tidak karuan.


"Kau baik-baik saja, kenapa wajah mu terlihat seperti itu". Tanya Zhi yang yang melihat ekspresi ming huo yang berubah


"Saya baik-baik saja putri". Jawab Ming Huo berbohong.


Setelah mereka berdua berjalan begitu lama akhirnya sampai di kediaman putra mahkota. Terlihat putra mahkota yang berada di depan kediamannya.


"Kakak, kenapa kau menunggu diluar?". Tanya Zhi yang.


"Aku tidak sabar menunggumu, karena sudah lama kita tidak makan bersama". Jawab Liu yaoshan dengan senyuman di wajahnya.


"Meimei, siapa pria yang ada di samping mu ini?" Tanya yaoshan melihat ming huo yang ada di samping Zhi yang.


"Kakak dia adalah pengawal yang aku bawa dari luar istana, aku bertemu dengannya saat mencari hadiah untuk xiu ying yang tidak aku dapatkan hehe ......"


"Ya aku ingat, pantas saja saat itu kau hanya memainkan alat musik saja. Tapi hadiah mu itu lebih indah dan bagus dari semua orang". Ucap Liu yaoshan memuji adiknya.


"kakak kau terlalu memujiku. aku bertemu dengannya di pasar, saat itu aku melihat dia membutuhkan uang untuk pengobatan ibunya. jadi aku memberikan uang untuknya tapi dia tidak menerimanya jadi aku memperkerjakan dan memberinya uang sebagai bayaran". Jawab Zhi yang berbohong dan mengingat Ming Huo yang saat itu mengatakan tentang ibu nya yang sakit.


"Kau memang putri yang patut dicontoh". Ucap yaoshan


"Kakak kau membuatku malu aja, sebaiknya kita masuk saja sebelum makanan nya menjadi sangat dingin". Sambung Zhi yang dengan senyum manis.


"Kau benar, ayo kita masuk". Ajak Liu yaoshan lalu mereka segera masuk untuk makan sambil berbincang.


mereka yang sedang menikmati makanannya dikejutkan dengan seseorang yang tiba-tiba datang dan masuk ke ruangan mereka.


pengawal Zhi yang dan Liu yaoshan yang ada di depan pintu memberi hormat kepada pangeran yang melewati mereka.


"Kakak....!"


"Adik, kau datang kesini, duduklah makan bersama kami". Ucap Liu yaoshan menawarkan adik laki-laki nya yang berbeda ibu.


"Tidak! aku akan pergi saja, aku akan kembali lagi nanti". Sambung Liu changhai sambil melihat ke arah Zhi yang, yang sedang menikmati makanan nya.


Zhi yang yang mendengar hal itu merasa kalau adik yang ada didepannya itu tidak menyukai nya.


"Apakah dia begitu membenci Zhi yang sampai tidak ingin melihatnya, tapi kenapa malah aku yang tersinggung". Batin Zhi yang sambil menikmati makanan nya


"Kenapa kau mau pergi, bukankah ada yang ingin kau katakan? sepertinya kau juga belum makan, duduklah!". Suruh Liu yaoshan kepada adik nya


"Tidak Ka, aku akan kembali lagi nanti". Ucap Liu changhai melangkah keluar.


"Berhenti!!". Zhi yang berdiri menghentikan langkah adik nya


"Kakak mu menyuruh mu untuk duduk dan makan bersama kami. jadi, duduk lah!"


"Apa kau begitu membenci ku sampai tidak ingin duduk bersama ku?". Tanya Zhi yang


Changhai yang mendengarnya hanya mengabaikannya saja dan langsung duduk bersama kedua kakak nya itu.


"Apakah kalian masih bertengkar sampai sekarang?" Tanya Liu yaoshan kepada kedua adiknya.


"Tidak!!" Jawab Zhi yang dan changhai bersamaan sambil melihat satu sama lain memasang ekspresi terkejut.


"kalau begitu bagus, Cepat makanlah". Suruh Liu yaoshan kepada adiknya.


Lalu mereka melanjutkan menyantap makanan yang ada di meja dengan keheningan, setelah menyelesaikan makan nya. Zhi yang masih berada di tempat dan tidak pergi karena penasaran dengan Liu changhai.


"Adik bukankah kau kesini karena ada sesuatu, katakan apa itu?". Tanga Liu yaoshan kepada adik laki-lakinya.


Liu changhai hanya diam saja sambil melihat kearah Zhi yang.


"Ada apa cepat katakan lah, kakak bertanya kepada mu". Ucap Zhi yang penasaran.


"Ekhm....kakak aku ingin memberikan mu sesuatu. Bawa barangnya kesini!". Suruh Liu changhai kepada pengawal nya.


Pengawal nya masuk membawa sesuatu yang besar di tangan nya dan menaruhnya di meja, Lalu Liu yaoshan membuka kotak panjang yang ada didepannya itu. Yaoshan dan Zhi yang dibuat kagum melihat benda yang ada didepannya.


"Kakak senjata ini aku pesan untuk mu agar kau tidak perlu memesan nya lagi". Ucap Liu yaoshan melihat ke arah busur yang dibawanya.


"Ini terlihat sangat bagus, dari mana kau mendapatkan ini?". Tanya yaoshan yang bingung adiknya bisa mendapatkan senjata yang begitu bagus kualitasnya


"aku keluar istana untuk memesan busur ini dan melihat langsung cara membuatnya, busur ini dibuat oleh pengrajin senjata yang sangat andal". Jawab Liu changhai dengan senyuman diwajahnya.


"Tapi untuk apa busur ini?". Tanya Zhi yang penasaran.


"Tentu saja untuk digunakan ". Jawab Liu changhai dengan ketus.


"dasar bocah menyebalkan" . batin Zhi yang melihat ke arah changhai dengan tatapan sinis.


"busur ini digunakan untuk acara perburuan yang akan diadakan dua puluh hari lagi". Jawab Liu Yaoshan dengan senyuman diwajahnya.


"perburuan? sepertinya ini hal yang menyenangkan". gumam Zhi yang.


"kakak, apakah wanita juga boleh mengikuti secara nya?". Tanya Zhi yang.


"tentu saja jika kau bisa melakukannya". Jawab Liu Yaoshan


"Tapi aku tidak bisa memanah". ucap Zhi yang memasang ekspresi sedih.


"Meimei tenang saja, aku akan mencarikan guru yang terbaik untuk mengajarimu".


"sungguh, makasih kak". ucap zhi yang dengan senyum lebar.


setelah mereka menyelesaikan percakapan antar adik kakak, Liu Zhi yang dan Liu changhai segera pergi dari kediaman putri mahkota, lalu putra mahkota mengantar mereka sampai keluar kediaman.