The Love That Has Returned

The Love That Has Returned
Chap 29 *cerita masa lalu



Bayangan cerita Li mei, kilas balik sembilan tahun yang lalu.


"Li mei, cepat kejar aku hahaha"


"putri! jangan berlari seperti itu, jika tidak anda akan terjatuh"


"awww......"


"putri.......!"


seorang gadis kecil tidak lain adalah Putri Zhi yang sedang bermain bersama gadis kecil lainnya yaitu Li mei, dia berlari di taman istana yang Sangat luas, lalu dia pun terjatuh dan tiba-tiba seorang putri kecil lainnya datang menghampiri nya yang tidak lain adalah xiu ying.


"kau baik-baik saja". ucap xiu ying kecil sambil menyodorkan tangannya.


"aku baik-baik saja, terimakasih". balas Zhi yang dengan senyuman manis


"Putri kau tidak papa?, bukankah aku sudah bilang tidak boleh berlari seperti itu". sambung Li mei tiba-tiba menghampiri Zhi yang.


karakter Li mei memang sudah seperti itu semenjak berpisah dengan keluarga, yaitu bersikap dewasa dan sudah mengerti semua situasi yang dialaminya, lalu bagaimana seharusnya dia bersikap. Li mei pun sudah mengerti bagaimana posisinya di istana semenjak dibawa oleh Zhi yang.


"jiejie, apa yang kau pegang ditangan mu itu?". tanya Xiu ying melihat benda yang dipegang oleh Zhi yang.


"oh ini? ini adalah boneka yang dibuat oleh bibi untukku". Jawab Zhi yang sambil menunjukkan mainan yang dia pegang.


"Boleh kah boneka itu untukku?". tanya Xiu ying sambil menunjuk ke arah boneka yang dipegang Zhi yang.


"tidak boleh, ini milikku". balas Zhi yang menyembunyikan bonekanya dibelakangnya.


"berikan kepadaku, aku sudah menolong mu jadi sebagai gantinya berikan benda itu kepadaku". paksa Xiu ying meminta boneka yang dipegang Zhi yang.


"tidak boleh!!"


melihat Zhi yang tidak memberikan bonekanya, xiu ying pun langsung mengambil bonekanya dengan menarik tangan Zhi yang.


Zhi yang tidak terima melihat mainannya diambil oleh xiu ying, langsung meraih tangan xiu ying dan mengambil kembali mainannya itu. akan tetapi Xiu ying melangkah mundur menjauhinya agar mainannya tidak diambil, tiba-tiba Xiu ying pun terjatuh karena tersandung.


"brukk............."


"aww.............."


seorang wanita dengan berpakaian tidak biasa melihat kejadian itu dari kejauhan, lalu langsung menghampiri mereka "ying'er....! kau baik-baik saja?"


"Ibunda.... hikss......hiksss....."


"sayang kau baik-baik saja?". ucap permaisuri yang tidak lain adalah ibu angkat Xiu ying


"Ibunda....jiejie, dia mendorong ku, padahal aku hanya ingin meminjam mainannya". sambung Xiu ying berbohong melihat kearah Zhi yang dengan ekspresi memelas.


"Liu Zhi yang apa yang sudah kau lakukan! bagaimana bisa kau mendorong adikmu sendiri". ucap permaisuri dengan ekspresi marah karena mendengar pernyataan Xiu ying.


"dia berbohong! aku tidak mendorongnya". bela Zhi yang sambil menunjuk ke arah Xiu ying.


"permaisuri, yang dikatakan putri Zhi yang itu benar. putri Xiu ying terjatuh karena tersandung". ucap Li mei tidak terima Zhi yang dituduh langsung membela Zhi yang di depan permaisuri.


"kau pelayan kecil, beraninya kau menyela pembicaraan kami!!".


"hamba tidak berani permaisuri....". ucap Xiu ying langsung berlutut di depan permaisuri.


permaisuri pun menyuruh salah satu pelayan nya untuk membawa Li mei dan memberi hukuman, karena Li mei sudah menyela ditengah perbincangan mereka.


saat pelayan permaisuri ingin menyentuh Li mei, Zhi yang pun langsung mencegahnya dengan berkata "berhenti!! jangan sentuh orang ku!"


lalu Zhi yang langsung menarik pelayan itu dan mendorongnya sampai jatuh, permaisuri yang melihat kelakuan Zhi yang merasa marah dan tidak terima.


"putri........!". panggil seorang wanita paruh mendekati Zhi yang.


"bibi.....".


"salam yang mulia permaisuri". ucap seorang wanita paruh baya tersebut memberikan hormat nya kepada permaisuri.


"permaisuri, maafkan hamba, tapi apa yang diperbuat oleh putri sampai membuat permaisuri semarah ini?". tanya bibi yang sudah merawat Zhi yang sejak bayi.


"anak ini, dia sudah mendorong ying'er sampai jatuh lalu mendorong pelayan ku, apakah selama ini kau tidak pernah mengajarinya bagaimana seharusnya bersikap selayaknya seorang putri?".


"bibi.....aku tidak mendorong Xiu ying. pelayan itu, aku mendorongnya karena dia ingin menghukum Li mei yang tidak membuat kesalahan apapun". Ucap Zhi yang mengatakan yang sebenarnya kepada wanita paruh baya itu.


mendengar perkataan Zhi yang, wanita paruh baya itu membalasnya dengan senyuman dan mengelus kepala Zhi yang. "permaisuri maafkan hamba, tapi selama ini putri tidak pernah bersikap kasar, selain itu saya juga selalu mengajarinya untuk menghargai orang yang lebih tua darinya. jadi, saya pikir putri tidak akan melakukan hal seperti itu jika tidak ada sebabnya".


"kau....! aku melihatnya sendiri dia mendorong Ying'er. sepertinya kau terlalu memanjakannya sehingga dia menjadi seperti itu, aku akan membicarakan tentang kejadian hari ini dan mengatakan kepada yang mulia agar kau dikeluarkan dari istana ini".


"yang mulia permaisuri! hamba mohon jangan lakukan hal itu. hamba sudah lama mengikuti mendiang yang mulia ratu dan hamba diberikan perintah untuk merawat putri, jika saya pergi dari istana bagaimana dengan keadaan putri nanti jika saya meninggalkannya?". ucap bibi sambil memohon untuk tidak dikeluarkan dari istana.


"itu karena kesalahan mu yang tidak bisa mendidiknya!!". balas permaisuri langsung meninggalkan mereka dan pergi dari taman istana.


malam hari kediaman Zhi yang


terlihat bibi yang sudah mengemasi barangnya dan bersiap untuk pergi. Zhi yang pun merasa sedih karena harus ditinggal kan oleh wanita yang sudah dianggap ibu kedua olehnya. "bibi...hiks....hiks....jangan tinggalkan aku sendirian disini".


"putri kau jangan bersedih, saya pasti akan kembali, lalu....bukankah masih ada Li mei disini. jadi, kau tidak akan merasa sendirian di istana ini". ucap bibi sambil menghibur Zhi yang dan memeluknya.


"putri, yang dikatakan bibi itu benar. saya masih ada disini untuk menemani putri". sambung Li mei


lalu dengan terpaksa bibi meninggalkan Zhi yang karena perintah permaisuri, bibi pun berjalan dengan cepat karena tidak ingin melihat kearah Zhi yang yang sedang menangisinya, karena jika melihat kearah Zhi maka bibi tidak akan rela meninggalkan nya.


Zhi yang pun menangisi bibi yang keluar dari istana, semalaman dia tidak bisa tidur karena selalu menangisi sang bibi. Li mei yang melihat hal itu merasa sedih dan berusaha untuk menghibur Zhi yang.


pagi hari, di depan aula istana kaisar


terlihat kaisar yang sedang mengadakan rapat bersama para menteri dan bawahannya, lalu datang seorang putri bersama pelayannya menghampiri pengawal yang ada di depan pintu aula istana


"yang mulia putri". hormat pengawal tersebut kepada seorang putri yang ada di depannya.


"kau, beritahukan kepada ayahanda jika aku ingin menemuinya dan ingin membicarakan sesuatu yang penting"


"tapi putri...anda tidak bisa masuk kedalam dan anda juga tidak bisa menemui yang mulia kaisar sekarang". ucap pengawal tersebut.


"aku harus menemui ayahanda sekarang!!". sambung Zhi yang dengan nada tinggi.


terlihat seorang kasim paruh baya yang selalu disisi sang kaisar menghampiri mereka dan bertanya. "yang mulia putri, ada apa ini?"


"aku ingin menemui ayah, katakan kepadanya jika aku ingin bertemu dengannya". ucap Zhi memerintahkan Kasim yang ada didepannya itu.


"maaf kan hamba putri, tapi anda tidak bisa menemui kaisar sekarang. karena yang mulia sedang mengadakan rapat bersama para mentri, saya akan mengatakan permintaan anda jika yang mulia kaisar sudah menyelesaikan tugasnya". ucap sang Kasim memberikan pengertian kepada Zhi yang.


mendengar ucapan sang kasim membuat Zhi yang tidak bisa berbuat apa-apa. "tapi aku harus membicarakan tentang bibi kepada ayah". gumam Zhi yang dengan ekspresi sedih di wajahnya.


"baiklah, aku akan pergi".


Zhi yang pun pergi dari aula istana dengan wajah yang dipenuhi kekecewaan, karena tidak bisa bertemu dengan ayahnya.


di tengah jalan menuju kediaman nya, Zhi yang berpapasan dengan Xiu ying. "jiejie, kau dari mana?". tanya Xiu ying dengan wajah seperti tidak terjadi apapun diantara mereka


"itu bukan urusanmu!". balas zhi yang mengabaikan Xiu ying dan berjalan meninggalkannya.


"jiejie.....! seperti nya ayahanda tidak menyayangimu, itu sebab ayahanda tidak ingin bertemu dengan mu". ucap Xiu ying, mendengar hal itu langkah Zhi yang terhenti.


"apa kau bilang?" tanya Zhi yang mendengar perkataan Xiu ying tadi


"aku bilang ayanda tidak perduli dengan mu, bahkan Kakak pertama pun pergi meninggalkan mu". ucap xiu ying dengan senyuman menyeringai.


"kakak tidak meninggalkan ku, dia hanya pergi sebentar dan akan kembali ke istana" sambung Zhi yang.


"jiejie, bukankah ini sudah lewat dari setahun dan kakak belum kembali sampai sekarang sepertinya.....". belum sempat melanjutkan perkataan Li mei menyela Xiu ying.


"putri maaf, kami harus pergi karena putri Zhi yang harus sarapan pagi. putri ayo kita pergi dari sini". ucap Li mei menarik tangan Zhi yang dan pergi dari hadapan Xiu ying.