
"Kau tak berniat bunuh diri kan?" tanya Sheila sambil menahan langkah Rio.
Sementara pria itu tertawa mendengar pertanyaan Sheila yang sekonyol itu.
"Kau tak menjawabku?" sindir Sheila lagi
Pria itupun berbalik menghadap gadis itu sempurna, "Sebenarnya..."
Sheila masih menunggu kelanjutan ucapan Rio.
"Sebenarnya..." terlihat pria itu kembali diam dan berpaling dari Sheila.
Kenapa sulit sekali ia berucap.
"Sebenarnya ada apa?" Tanya Sheila yang sudah penasaran.
"Kau tak ingin tahu kenapa aku menerima perjodohan ini?" Tanya Rio balik.
Sheila semakin tak mengerti, "Kenapa?"
"Kau baru bertanya saat aku menanyakannya"
Ucap pria itu sambil terkekeh membuat Sheila mendengus.
Sebenarnya apa maunya pria aneh ini?
"Just say Mario ! don't go around like this" gadis itu berucap dalam bahasa inggris karena mulai kesal.
All of this is so confusing.
Kali ini Rio berbalik dan mendekati Sheila, "You don't remember, saying I loved you that time?"
Tunggu...
Mario...
Dia ?
Sheila memejamkan matanya mengingat sesuatu.
"Aku akan pergi tapi aku janji kita akan bertemu lagi suatu saat nanti, aku mencintaimu, Sheila"
"ARGA..."
"JANGAN PERGI"
"MAAFKAN AKU"
"AKU MEMBENCIMU"
"SUNGGUH AKU AKAN KEMBALI"
"ARGA KAU..."
Sheila mengingat beberapa kejadian di masa lalunya ia tak bisa mengingat semuanya. Anak kecil itu dan...
Ia mendongak menatap Rio yang kini menatapnya teduh.
"Arga?" Lirihnya tak percaya.
Dan sedetik kemudian pria itu merengkuhnya kedalam pelukannya.
"Aku kembali" bisik pria itu tanpa melepaskan pelukannya.
Sementara Sheila terdiam jujur ia masih tak mempercayai kenyataan ini.
Bagaimana mungkin.?
Sheila menggeleng dan melepas paksa pelukan Rio.
"Kau tak mungkin Arga" tungkasnya.
"Sheila, you don't believe me?"
Gadis itu menggeleng, "Dia sudah bertahun-tahun tak kembali dan kau tak mungkin dia. Bahkan kau sudah bertahun-tahun berada di Indonesia dan sama sekali tak menemuiku langsung."
"Bukannya aku sudah menemuimu?"
"Kau baru menemuiku akhir-akhir ini sementara kau sudah kenal Reza dan sudah bertahun-tahun kuliah disini"
"Maafkan aku"
"Kenapa?"
"Maaf"
"Kenapa kau tak menemuiku langsung saat kau kembali?"
"Terlalu rumit untuk menemuimu dan... saat itu kau sudah bersama Alex"
Sheila terdiam dia masih belum bisa mempercayai kenyataan ini.
Sampai Rio meraih tangan kanannya membuat gadis itu menatapnya namun sedetik kemudian menarik tangannya dan menggeleng tak percaya. Sungguh semua ini terjadi begitu tiba-tiba.
Arga adalah Mario dan Mario adalah Arga sahabat kecilnya, sudah hampir 12 tahun lebih mereka tak bertemu karena Arga atau Rio pergi ke luar negeri bersama orang tuanya. Dan hari ini sebuah kenyataan yang begitu tak bisa dipercayainya seolah menertawakannya.
"Kenapa kau tak mengatakan dari awal kalau kau memang Arga ? Kenapa kau harus mengaku sebagai Rio, ? Kenapa kau harus mengganti nama panggilanmu?"
Rio terdiam tak menjawab kali ini seolah bibitnya begitu kelu untuk berucap. Inilah yang terjadi sekarang Sheila pasti begitu kecewa padanya. Gadis itu mulai berkaca-kaca.
Kau bodoh Mario, lihatlah kau menyakitinya sekarang.
"Kenapa diam saja? Kau tak memiliki hal yang bisa kau ucapkan ?" tanya gadis itu lagi seprtinya ia sudah benar-benar frustasi sekarang nafasnya naik turun tak beraturan mencoba menahan amarahnya sendiri.
"Aku benar-benar minta maaf padamu" ucap Rio.
Sheila tersenyum samar diikuti air mata yang kini sudah lolos begitu saja dari matanya. Rio hendak menghapusnya namu gadis itu buru-buru menghapusnya sendiri dan berpaling.
"Kau benar-benar mengecewakanku" lirihnya.