THE LAST

THE LAST
Because Of You



Sebuah Lamborgini merah memasuki areal kantor megah bertuliskan Nelon Company. Dan menyembullah seorang pria berbadan tegap dengan kacamata hitam bertengger di telinganya. Beberapa pasang mata wanita menatapnya terpesona dengannya namun ekpresinya hanya datar dan dingin.


Ia berjalan menuju meja resepsionis.


"Selamat siang pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya sang resepsioni begitu ia sampai di depan mejanya.


"Aku ingin bertemu dengan boss mu" katanya datar.


"Apa sudah membuat janji sebelumnya?"


Davin pria itu menghela nafas lalu melepas kacamatanya.


"Katakan padanya Davin Regardi ingin menemuinya sekarang !" Tegas Davin.


"Baik pak, saya akan mencoba menghubungi beliau" kata Resepsionis itu lalu beralih pada telepon kantor untuk menghubungi bossnya yang takĀ  lain adalah Aryani.


"Mari pak saya antar" kata resepsionis itu lalu berjalan menuju ruang Aryani.


Tak berapa lama mereka sampai didepan sebuah ruangan. Setelah mengetuk pintuk dan ada perintah masuk keduanyapun memasuki ruangan itu.


Terlihat seorang wanita dengan senyum lebarnya menyambut kedatangan Davin.


Setelah resepsionis pergi Aryani sang wanita itu berdiri mendekati Davin.


"Aku gak nyangka kamu bakal dateng" katanya sambil berniat untuk memeluk pria itu namun Davin berpaling darinya membuat wanita itu berhenti.


"Soal dulu..."


"Bukan itu yang ingin aku bicarakan !" Potong Davin tegas.


"Maksud kamu ?"


Davin menatap wanita itu lalu merogoh sesuatu dari saku jasnya.


Pria itu menunjukkan dua buah foto pada wanita itu.


"Kau kenal dia? "


Aryani mengambil foto-foto yang diberikan Davin "Tidak? Siapa dia?"


"Kau yakin?"


"Davin apa maksud kamu? Siapa pria itu ? aku sama sekali tidak mengenalnya."


"Aku hanya ingin tahu, aku kira dia salah satu karyawanmu karena dia memiliki mobil dinas atas nama Nelon Company "


Aryani sedikit terdiam namun terlihat sekali jika ia tengah kebingungan, "Kau bercanda" lirihnya.


Suasana hening.


Aryani mendongak menatap pria itu.


Pria yang dirindukannya.


Pria yang begitu diidamkannya akhir-akhir ini.


Pria yang begitu spesial dalam hidupnya hingga saat ini.


Dan pria yang membuatnya rela melakukan apapun untuk kembali mendapatkannya.


Sampai membuat rencana gila untuk penculikan Resha.


Aryani kau bodoh.


"Kenapa kau melakukannya Aryani ?" tanya Davin lagi kali ini pria itu juga menatapnya.


Jujur saja Aryani selalu menyukai saat Davin menatapnya dulu selalu penuh cinta. Tapi kenapa tatapannya sekarang jauh berbeda dari sebelumnya.


Tatapan kecewa.


"Aku tanya. KENAPA KAU MELAKUKANNYA ? KENAPA KAU MENCULIK RESHA ARYANI ?" Bentak laki-laki itu yang sukses membuat Aryani menelan ludahnya sukar.


"Aku..."


"Apa gak cukup kamu nyakitin aku dulu,?" potong Davin amarahnya sudah memuncak sekarang.


"Vin aku..."


"Gak cukup kamu hancurin harapan aku dulu, dan sekarang kamu juga mau ambil kebahagiaan aku?"


"Aku gak..."


"Cukup. Udah cukup kamu rusak semuanya, karena kali ini aku gak akan diam saja jika itu soal keselamatan Resha."


"Davin dengerin aku.! Aku gak..."


"Katakan itu pada hakim !" potong Davin lalu berlalu begitu saja dari Aryani yang masih mematung.


Ia tak menyangka jika Pria itu telah mengetahui kejahatannya. Air matanya menetes mendengar apa yang diucapkan pria itu. Mendengar kenyataannya bahwa sekarang keselamatan wanita lain yang begitu diutamakan oleh lelaki yang dulu begitu mencintainya.


Kenapa harus sesakit ini saat kita kembali bertemu?


Apa ia memang harus melepaskan pria itu sekarang?


Mengingat ini kali pertama pria itu membentaknya, kenapa begitu menyakitkan?