
Satu bulan setelah kejadian itu Sheila dan Rio jadi semakin dekat dalam artian bukan pacaran atau apapun itu. Mereka memang dekat sebatas Rio mengantar jemput Sheila dan ketemu di kantin, lalu makan bareng. Sebatas itu saja, tidak ada kencan dimalam minggu, ataupun nonton bioskop berdua seperti pasangan-pasangan lainnya.
Seperti siang ini Sheila tengah mengisi perutnya di kantin kampus bersama Via menu andalannya yaitu bakso.
"Sheil?" panggil Via.
"Hem?" Sheila masih sibuk dengan baksonya.
"Loe ada hubungan apa sih sama Mario?" tanya Via yang membuat Sheila menghentikan makannya.
"Kenapa tiba-tiba tanya itu ?"
"Tinggal jawab saja, akhir-akhir kalian sering berangkat pulang bareng"
Sheila nampak berfikir ia sendiri bingung dengan hubungan mereka.
"Kalian pacaran ya?" tebak Via yang berhasil membuat Sheila menatapnya tajam.
"Jangan membuat gosip !"
"Lantas ? atau Rio punya perasaan sama loe?"
"Apa kita harus membahasnya?"
Via mengangguk, "Itu kalau kau menganggapku sahabatmu"
"Kau tahu, aku baru saja putus dari Alex ?"
Via mengangguk kembali, "Dan aku senang?"
"Kenapa begitu, ?"
"Maafkan aku Sheil, tapi lebih baik kalian putus sekarang daripada nantinya loe makin terluka"
Sheila hanya mendengus, "Sudahlah tak usah dibahas"
"Jadi ?" tanya Via lagi.
"Apa ?"
Via mendengus, "Kau dan Rio Sheila sayangku, kalian pacaran?"
Sheila hanya mrnggeleng dan melanjutkan makannya.
"Jangan membohongiku !"
"Memang tidak"
Via hanya mendengus melihat Sheila yang cuek itu.
Sampai seorang pria duduk di samping Sheila dan sudah pasti ia tahu siapa itu.
Sheila dan Via menatap pria itu yang kini tengah menyantap mie ayamnya.
Yang merasa diperhatikanpun mendongak menatap keduanya.
"Kenapa? aku tak mengganggu kan?" tanyanya tanpa rasa bersalah.
"Kenapa kau selalu kemari kantin kampusmu kan ada di depan ?" tanya Via.
Rio nampak berfikir, "Karena aku suka disini" ucapnya lalu melanjutkan makan.
"Sheila, setelah ini kau akan kemana?" tanya Rio.
"Pulang, kenapa?" tanya Sheila balik.
"Menemaniku sebentar, mau ?"
Sheila menatap Via yang juga tengah menatapnya.
"Pergi saja !" seru Via
"Baiklah, mau kemana?" tanya Sheila pada Rio yang sudah menyelesaikan makannya.
"Nanti kau juga tahu, ayo udah 'kan?" Kata Rio sambil menarik tangan Sheila karena gadis itu juga sudah selesai.
"Aishh aku belum bayar mienya" protes Sheila.
"Sudah kubayar, ayo"
"Punyaku?" tanya Via.
"Kita sebangkukan, jadi ?"
"Thank you Rio, sering-sering ajak Sheila pergi ups" kata Via agak berteriak sambil menutup mulutnya karena Sheila menatapnya tajam.
Sementar Rio tersenyum sambil terus menarik tangan Sheila.
"Jadi kita mau kemana?" tanya Sheila saat mobil Rio mulai keluar dari areal kampus.
"Hari ini anniversarynya Reza sama Raisa dan dia nyuruh aku jemput kamu buat double date"
"Double date? kita kan..."
"Ikuti saja, ngedate gak harus sama pacar kan ?" potong Rio saat Sheila ingin memprotes.
Sheilapun memilih diam dan hanya melihat ke luar jendela mobil Rio.
Dasar Rio nyebelin.
...****************...
Tak butuh waktu lama mereka sampai disebuah cafe bernuansa modern.
"Disini ?" tanya Sheila.
Rio mengangguk sambil melepas seat beltnya, " Aku akan coba telfon mereka" katanya lalu berkutat dengan ponselnya.
"..."
"Aku sudah di depan Amore Cafe kan ?"
"..." Rio menatap Sheila sekilas lalu tersenyum sebelum menyahut obrolan di teleponnya.
"Dia bersamaku, tunggu saja kami akan masuk"
Sambungan teleponpun berakhir.
"Kita turun?" ajak Rio Sheila hanya mengangguk.