The Greatest Mafia Lord

The Greatest Mafia Lord
Permintaan Sang Ayah



"Mi, Pi, apa kabar?" Samuel tersenyum hangat ketika menyambut kedatangan kedua orang tuanya, yang sengaja melalui pintu lain agar orang-orang tidak langsung berkerumun ketika melihat mantan kepala keluarga Adiguna datang ke acaranya.


"Ya ampun, Samuel. Mami sangat merindukanmu, kenapa jarang sekali datang menjenguk Mami?" Nyonya Aurel, ibu dari Samuel langsung menghambur memeluk anak semata wayangnya, rindu yang selama ini ia pikul, akhirnya sedikit meringan setelah dapat bertemu dengan anaknya.


"Maafkan Samuel, Mi. Samuel hanya tidak ingin kalian berada dalam bahaya, jika Samuel terus datang berkunjung, pihak keluarga akan terus menyelidiki tentang kita, Samuel tidak ingin mereka mengetahui titik lemah kita di saat Samuel sendiri belum cukup kuat untuk menantang mereka." Samuel hanya bisa mengusap air mata ibunya yang terus mengalir.


"Mami sangat merindukanmu." Nyonya Aurel semakin memeluk erat tubuh Samuel seakan tak ingin lepas lagi.


"Sudah, anakmu bisa sesak napas jika kau terus memeluknya." Tuan Jovi mulai bersuara.


"Pi, apa kabar? Bagaimana keadaanmu akhir-akhir ini?" Samuel berpindah menatap ayahnya.


"Apa kau sedang meremehkan aku? Meski sudah tua begini, kekuatanku tidak kalah jauh darimu, aku siap bertempur kapan pun." Samuel dan Tuan Jovi pun terkekeh hingga saling berpelukan melepas rindu antara ayah dan anak.


"Kau sudah dewasa dan sebentar lagi juga akan menjadi seorang ayah, sampai saat ini Papi bahkan tak bisa berbuat banyak untuk membantumu," ujar sang ayah sembari berjalan dengan dituntun oleh Samuel menuju ke sebuah ruangan khusus untuk mereka.


"Tidak apa, aku juga tidak ingin merepotkanmu, nikmatilah masa tuamu dengan tenang dan bahagia, jangan bebankan dengan masalahku, soal keluarga Adiguna, biarlah aku yang mengurusnya, aku akan mengambil kembali kursi yang seharusnya milikmu," jawab Samuel sambil mempersilahkan kedua orang tuanya untuk duduk.


"Katakan saja, selama masih bernapas, aku tidak akan menyerah untuk mewujudkannya untukmu," jawab Samuel tanpa ragu.


Tuan Jovi tersenyum kecut dan diam sejenak. "Mungkin ini sedikit sulit." Ia pun menghela napas kasar.


"Katakan saja."


"Aku ingin kau pergi ke kediaman Adiguna dan selamatkan Kakek Ghani, beliau sudah begitu lama menderita dijadikan sandra oleh paman tirimu." Tuan Jovi melanjutkan.


"Kakek Ghani masih hidup?" tanya Samuel yang tak menyangka karena selama ini ia melupakan orang terpenting ayahnya yang masih berada dalam keluarga Adiguna.


"Menurut kabar terakhir yang kudengar, ia masih hidup, tapi mengenai kondisinya, aku kurang paham, berharap dia baik-baik saja dan diperlakukan dengan baik di sana, tapi di mana-mana jika seseorang disandra, tentu saja sulit mendapatkan perlakuan yang layak, maka dari itu Papi ingin kau membawanya kabur dari sana. Akan lebih baik jika aku bisa melihatnya dalam keadaan baik-baik saja." Kakek Ghani adalah guru Tuan Jovi, sebuah buku pengobatan tradisional pemberian Kakek Ghani bahkan masih ia simpan hingga sekarang, tapi sudah sangat lama, hingga belasan tahun buku itu tidak pernah lagi dibuka oleh Tuan Jovi, itu pula yang menjadi sebab akibat mengapa Kakek Ghani disandra oleh saudara tiri Tuan Jovi. Namun, karena pesan dari Kakek Ghani yang tidak memperbolehkan buku itu jatuh ke tangan orang lain, ia tidak berani untuk bertindak gegabah, Kakek Ghani bahkan memilih mati jika buku itu ia serahkan pada orang lain.


"Papi tenang saja, sebentar lagi aku pasti akan membebaskan Kakek Ghani dan menendang orang yang tidak berkepentingan di keluarga Adiguna, akan kubuat mereka menerima penderitaan yang lebih menyakitkan." Samuel mengepalkan tangannya merasa semakin geram dan ingin sekali memberi pelajaran pada orang-orang yang telah mengusir keluarganya.


Hai, apa kabar kalian? Yang udah pernah baca kisah ayahnya Samuel di novel yang berjudul Anak Milliarder Mencari Cinta, pasti tahu siapa itu Kakek Ghani yang dipanggil paman oleh Tuan Jovi. Dan yang belum baca, silahkan dibaca dulu sambil nunggu updeate berikutnya, tapi di sana genrenya campuran ya, Guys. Teen, action, and romence.