The Fools

The Fools
BAB 06



Suhu tubuh Erbio sudah kembali normal, Vee dapat bernafas lega. Sekarang Erbio juga kembali bugar dan nafsu makannya bertambah. Entahlah, Vee senang melihat Erbio yang begitu lahap menghabiskan makan malam yang di buatnya. Tentang kehamilannya, perutnya masih tidak menonjol. Di kehamilan ke tiganya ini, dia tidak banyak mual atau pun kelelahan, tidak sepeti sebelumnya, sebelum dirinya dan Erbio menikah.


“Aku masih lapar!” seru Erbio yang sudah menghabiskan semua makanan yang di buatnya. Vee menatap heran ke arah Erbio yang masih mengeluh kelaparan. Dirinya saja yang melihat Erbio sangat rakus tadi sudah membuat perutnya sangat penuh dan kenyang, tapi Erbio masih kelaparan.


“Kamu mau makan apa? Biar aku buatkan!” tawar Vee sambil membereskan piring-piring kotor bekas makan malam mereka, Erbio menahan tangan Vee yang sedang mengambil piring. Dia mengambil alih piring-piring itu dan membawanya untuk di cuci.


“Kamu duduk saja! Biar aku yang mencuci piring!” seru Erbio yang membuat Vee tersenyum kecil, dia memperhatikan punggung lebar Erbio yang bergerak seirama dengan tangannya yang membilas piring. Vee ingin memeluk punggung itu dan bersandar di sana, tapi lagi-lagi hati kecilnya menahan keiginan itu. Vee kembali memilih terdiam dan terus memperhatikan Erbio.


“Sekarang kita siap-siap!” ujar Erbio setelah selesai menyuci piring, dia menghampiri Vee dan menarik lembut tangan Vee. Mereka melangkah ke dalam kamar mereka.


“Siap-siap?” beo Vee membuat Erbio melebarkan senyumanya, senyuman yang membuat jantung Vee berdebar begitu cepat.


“Iya, aku pengi sate madura di dekat gang sebelah!” jelas Erbio membuat Vee tersadar dan menggelengkan kepalanya, Erbio benar-benar masih kelaparan. Terus makanan tadi lari kemana? Makanan sebanyak itu tidak ada apa-apanya bagi Erbio, dia sangat lapar dan menginginkan sate.


Mereka berdua memilih menggunakan motor untuk pergi ke kedai sate madura kesukaan Erbio, Vee memang memintanya, karena sudah lama sekali Vee tidak menikmati berkendara dengan motor. Itu, karena motrnya rusak dan tidak bisa di gunakan lagi. Vee sangat menyukai menaiki motor dari pada mobil, dia bisa menikmati terpaan angin sejuk di wajahnya.


“Kamu suka yang meluk aku terus?” tanya Erbio membuat Vee tersadar mereka sudah sampai di kedai sate. Vee melihat tangannya yang masih melingkar di perut Erbio, dia langsung menarik tangannya dan turun dari motor.


“Siap, Cak!” balasnya.


“Kenapa banyak sekali pesannya?” tanya Vee saat mereka duduk di salah satu tempat kosong. Tempatnya cukup luas dan pengunjungnya sangat ramai membuat Vee penasaran dengan rasa sate yang di jual di kedai ini.


“Kamu satu porsi dan aku dua porsi!” balas Erbio yang memakan kerupuk yang di sediakan di atas meja, Vee mengerjap tak pecaya dengan kalimat Erbio.


“Memangnya masih muat?” tanya Vee membuat Erbio tertawa kecil dan kembali melahap kerupuk di bungkus ke tiganya. Vee menatap ngeri dengan nafsu makan Erbio yang semakin gila.


“Aku masih lapar, sayang,” jawab Erbio membuat Vee terdiam, jantungnya mulai lagi. Setiap Erbio memanggilnya dengan sebutan itu, jantungnya langsung bekerja lebih cepat dari biasanya.


“Selamat makan, sayang!” seru Erbio kepada Vee saat pesanannya datang, Erbio langsung melahap sate yang masih panas itu. Bahkan, saat Vee masih menghabiskan tiga tusuk, Erbio sudah beralih ke piring yang satunya. Vee benar-benar pusing memikirkannya.


Jangan berpikir Erbio benar-benar makan dua porsi sate. Itu semuanya salah besar, Erbio menambah lagi, dia memesan dua porsi lagi dan menghabiskannya tanpa sisa. Vee yang sudah kekenyangan tak menghabiskan satenya, sehingga Erbio yang menghabiskan sate Vee yang masih tersisa separuh itu. Erbio masih mengambil nafas, karena dia kekenyangan.


“Kita beli siomay di taman dekat sini, ya! Aku pengin makan siomay sambil minum es kelapa muda!” seru Erbio membuat Vee tersadar, ternyata Erbio sedang mengindam. Pastas saja nafsu makannya bertambah dan moodnya kadangan berubah. Vee tersenyum kecil dan menganggukkan kepalanya membuat Erbio tersenyum senang dan langsung melajukan motornya engan kecepatan menuju ke arah taman yang tidak terlalu jauh dari kedai sate ini.