The Fools

The Fools
BAB 30



Erbio tidak dapat mengejar orang tersebut, karena Vee sudah tak sadarkan diri. Vee tergeletak di gazebo setelah mendapat bius dari sapu tangan yang sudah terjatuh ke lantai. Erbio mengangkat tubuh Vee membawanya ke dalam kamarnya.


“Orang itu mulai nekat! Saya perintahkan kalian bekerja cepat dan perketat keamanan! Saya tidak mau Vee terluka barang sekecil pun atau nyawa kalian yang menjadi taruhannya!” Erbio memutuskan panggilannya secara sepihak.


Erbio menatap wajah sang istri yang menutup matanya, dia mengacak rambutnya dengan kasar. Erbio mendekati Vee dengan membawa botol kecil minyak aroma terapi, dia menempelkan ujungnya pada ibu jarinya, setelah itu mengarahkannya pada hidung Vee.


“Bangunlah sayang!” lirih Erbio dengan tatapan khawatirnya.


“Sayang, jangan buat aku khawatir. Aku janji akan mendapatkan orang itu, aku tidak ingin dia mengganggu rumah


tangga kita. Aku akan mendapatkannya,” kata Erbio dengan mata yang tak lepas dari mata Vee yang masih menutup itu.


“Sayang, bangunlah. Aku ingin melihat mata indahmu,” bisik Erbio di depan wajah Vee. Satu tangannya dia gunakan untuk mengusap lembut pipi sang istri. Perlahan kelopak mata Vee mulai bergerak, Erbio menjauhkan wajahnya dan menatap Vee penuh harap.


“Mas,” lirih Vee ketika matanya sudah terbuka. Erbio langsung mengucapkan kata syukur dan memeluk tubuh Vee di depannya.


“Syukurlah kamu tidak apa-apa. Maafkan aku yang tidak bisa menjagamu, hampir saja aku kehilanganmu. Aku tidak


bisa berpikir apa-apa kalau kamu sampai di culik oleh orang itu,” kata Erbio dengan suara pelannya. Tangan Vee mengusap lembut rambut lebat milik suaminya, hal yang membuat Erbio menjadi lebih tenang.


“Aku tidak apa-apa, kamu tidak perlu khawatir. Lagian, aku sudah aman di pelukanmu,” jelas Vee membuat hati Erbio menghangat mendengarnya.


“Jangan jauh dari jangkauanku, kamu harus berada di sisiku. Aku tidak mau hal tadi terulang kembali!” seru Erbio yang tak bisa terbantahkan oleh siapa pun.


“Iya, aku akan selalu berada di dekatmu. Di bawah pengawasanmu sendiri, sudah puas?” dengus Vee yang di balas senyum kemenang oleh lelaki di hadapannya itu.


“Puas sekali, sayang!” Erbio mencubit gemas ujung hidung sang istri.


“Aku lapar,” rengek Vee dengan memegangi perutnya sendiri.


“Ayo, kita makan! Sebelum supnya jadi dingin!” Erbio hendak menarik tangan Vee, namun wanita itu menepisnya dan merubahnya menjadi merentangkan tangan dengan lebar.


“Gendong, sayang,” kata Vee yang tidak akan di tolak oleh Erbio. Dengan senang hati, Erbio menggendong tubuh


sang istri menuju ke ruang makan. Vee sengaja menggoda Erbio dengan mengecupi rahang sang suami secara bertubi-tubi.


“Sayang, aku geli. Apa kamu mau bertanggung jawab?” tanya Erbio dengan memicingkan kedua matanya menatap tajam ke arah Vee yang masih berada di dalam gendongannya. Vee bungkam dan menatap geli ke arah Erbio.


“Aku mau nonton konser!” seru Vee dengan tiba-tiba ketika mereka sedang menikmati sup krim yang masih hangat di ruang makan yang memang di isi oleh mereka berdua. Memang sangat sepi, karena Erbio menyuruh para pekerja di rumah mamanya tidak berada di ruang makan. Erbio ingin menikmati suasana makan berdua dengan sang istri.


“Konser band kesukaanmu kan?” tebak Erbio yang tepat sasaran.


“Seratus untuk suami tampanku ini!” seru senang Vee dengan suara seperti anak kecil. Erbio hanya bisa menahan diri untuk tidak mendekap erat sang istri yang begitu menggemaskan di hadapannya itu.


“Tentu saja, aku kan mendengar pembicaraanmu sama Enda di dalam lift. Sampai melupakan kalau masih ada orang lain di dalam lift, kalian asik berdua,” jelas Erbio membuat Vee kembali mengingat kejadian kala itu.


“Aku sudah membeli tiketnya, konsernya besok kan?” Vee melebarkan kedua matanya. “Besok? Yang benar?” Vee langsung merebut ponsel Erbio untuk melihat kabar tentang konser yang akan di tonton olehnya.


“Aku lupa! Aku kira masih bulan depan!” Vee menepuk jidatnya sendiri dengan cukup keras dan mampu membuatnya meringis.


“Sayang! Hati-hati!” Erbio mengusap lembut kening Vee yang sempat di pukul oleh wanita itu. Vee tersenyum senang melihat perlakuan manis dari sang suami.


“Kita besok nonton berdua kan?” tanya Vee yang di balas anggukan oleh Erbio.


***


Hari sudah berganti, kini Vee sudah bersiap-siap dengan kaos santainya. Tak lupa dengan jaket yang sama persis dengan milik Erbio. Mereka akan menonton konser sesuai dengan perkataan Erbio kemarin. Vee kembali menatap penampilannya di depan cermin.


Rambut panjangnya sengaja di ikat menjadi satu, sempurna dan manis. Erbio sendiri menatap tajam penampilan sang istri yang sangat cantik malam ini. Padahal mereka hanya menonton konser saja, tapi kenapa istrinya itu sangat cantik malam ini? Pakaiannya juga bukanlah dress mahal atau sebagainya, hanya kaos biasa dan di lapisi jaket jeans seperti miliknya.


“Sayang, jangan cantik-cantik! Aku tidak mau membawamu keluar kalau kamu sangat cantik!” seru Erbio dengan nada kesalnya.


“Mas! Aku hanya memakai kaos biasa! Kenapa kamu terlalu sensitif sekali malam ini?” Vee memicingkan mata menatap kesal ke arah Erbio yang juga menatapnya dengan kesal. Keduanya saling beradu tatapan tajam, enggan mengalah satu sama lain.


“Mas, kapan berangkatnya?” Vee mulai menyerah dengan merengek kepada Erbio yang masih duduk di ujung ranjang kamar lelaki itu. Mereka masih berada di rumah mama Erbio. Vee menatap Erbio dengan tatapan memohonnya.


“Ayo, cantikku!” meskipun enggan untuk keluar, karena penampilan Vee malam ini. Erbio tidak tega saat melihat tatapan yang di lemparkan Vee padanya.


***


Perjalan mereka membutuhkan waktu sekitar satu jam lamanya, Vee sudah bersenandung senang menyanyikan beberapa lirik dari band yang akan di tontonnya malam ini. Erbio tersenyum kecil mendengarnya, dia ikut senang saat wanita yang di cintainya terlihat begitu senang malam ini. Marahnya tadi sudah hilang seketika saat melihat binar bahagia di wajah cantiknya.


“Yeah, sampai!” Vee langsung keluar dari mobil Erbio.


“Astaga! Untung sayang!” Erbio segera mengejar Vee yang mulai menjauh dari jangkauannya. Cukup kelelahan mengimbangi ibu hamil yang sedang mengidam itu.


“Vee!” Erbio melihat seseorang yang menghampiri Vee. Orang yang terlihat sangat aneh, dengan berlari cukup kencang Erbio mendekati Vee. Orang itu menghentikan langkahnya, Erbio berhasil meraih tubuh Vee. Sedangkan seseorang menahan orang itu.


“Selamat malam tuan,” sapa orang yang menahan orang aneh itu.


“Buka penutup kepalanya!” perintah Erbio kepada orang yang menjadi orang-orang kepercayaannya itu. Sengaja dia mengarahkan mereka untuk menjaga Vee.


“Kita lihat siapa lo sebenarnya!” seru Erbio kepada orang itu. Sedangkan Vee masuk ke dalam pelukan sang suami, dengan sesekali melirik ke arah orang aneh itu.


“Maaf tuan. Dia adalah salah satu staff di sini,” kata seseorang dan saat di buka penutup kepala orang itu, ternyata seorang lelaki yang memang sdang terburu-buru mengambil beberapa barang di dalam mobil staff.


“Kalian tetap awasi sekitar!” perintah Erbio sebelum masuk ke dalam.