
Hari pertama sekolah setelah kegiatan MPLS banyak siswa yang terlihat masih menggunakan baju putih biru yang tidak lain adalah siswa baru SMA Darma Bhakti, mereka masih menggunakan pakaian putih biru mereka karena belum mendapatkan pakaian putih abu-abu, pakaian yang akan mereka pakai untuk 3 tahun kedepan.
Karena ini hari pertama sekolah, tentu saja Sena berusaha tidak melakukan kesalahan atau membuat keributan lagi sudah cukup baginya di ceramahi panjang lebar dari hari pulang kemah sampai tadi dia berangkat sekolah oleh abangnya. Semua ini sudah pasti karena Juna yang tidak bisa menjaga mulutnya dan memberi tahu kelakuan Sena selama kemah kemarin kepada abangnya, untung abangnya baik dan mau menjaga rahasia agar ibu dan ayah tidak tahu.
“BUNGA TUNGGU!” Teriak Sena sambil melambai-lambaikan tangannya, tapi orang yang di panggilnya pura-pura tidak melihatnya dan tetap berjalan.
Akhirnya Sena berlari untuk mengejar orang yang di panggilnya itu, “Bung, di panggil bukannya berhenti, budek ya lu?” Ucap Sena sambil menepuk pundak Flora.
“Lo teriak-teriak kayak di kebon, malu-maluin tau gak?” ucap Flora judes.
“Judes banget lu, gak kangen apa cewek cantik ini?” Tanya Sena sambil bergaya sok cantik, melihat itu Flora langsung memutar matanya malas, dan berjalan meninggalkan Sena.
“Ih malah ninggalin gue lagi, bareng eh ke kelasnya!” Tanya Sena.
“Hmmm” jawab Flora singkat.
Dalam perjalanan banyak yang membicarakan Flora dan Sena. Flora dibicarakan karena menjadi gebetan seorang Bima yang termasuk most wanted SMA, Sena dibicarakan karena dia hilang di gunung, dan membuat anak orang pingsan.
Kelas mereka ada di lantai satu dan berada paling pojok, terpencil memang tapi tidak apa-apa ini tempat yang bagus untuk brisik dan sepertinya jarang di lewati guru-guru.
“Wah baru sadar gue di samping kelas kita ada pohon mangga, kalo berbuah ngerujak bisa tuh.” Ucap Sena sambil menunjuk pohon mangga.
“Gak usah aneh-aneh deh.” Ucap Flora, dia sudah lelah dengan kelakuan Sena dan berharap Sena tidak membuat keributan lagi seperti kemarin, tapi sepertinya itu mustahil karena--
“HALOOOOOOO KAWAN-KAWAN!! CEWEK PALING CANTIK SE INDONESIA DATENG!!” Teriak Sena lalu berjalan bak putri Indonesia, tuhkan benar dugaan Flora, sekelas dengan Sena pasti akan membuatnya pusing.
“Berisik banget lu mak lampir, pagi-pagi udah teriak-teriak.” Ucap Davin
“Heh monyet diam ya, bilang aja lo itu rindu sama gue, secara kan gue cantik.” Ucap Sena percaya diri.
“Bisa diem gak? Berisik banget ganggu orang tidur aja.” Ucap seorang laki-laki dengan judes. Melihatnya Sena terdiam tapi bukan karena takut, dia diam karena sedang meneliti ketampanan laki-laki yang ada di depannya, “Hmm ganteng, tapi judes gak cocok jadi calon imam gue.” Ucap Sena dalam hati.
Flora yang malas melihat tingkah Sena langsung duduk di samping Jeno,
“Ini masih kosongkan?” Tanya Flora ke Jeno.
“Iya, masih kosong? Ucap Jeno.
“Gua duduk disini ya.” ucap Flora kepada jeno, tapi sebelum Jeno menjawab, Sena sudah teriak.
“BUNGA LO DUDUK SAMA GUE.” teriak Sena yang sudah ketiga kalinya Flora dengar, padahal Flora mengajak Jeno duduk bersamanya untuk menghindari Sena, tapi ini mungkin takdir Flora.
“Jeno ganteng, lu kan laki-laki yang baik, jadi duduk sama monyet itu aja.” Ucap Sena yang sudah duduk di samping Flora sambil menunjuk Davin.
“Gue lagi, Gue lagi, salah apa manusia tampan ini kepada mak lampir.” Ucap Davin sambil mengelus dadanya.
Jeno tertawa, dan akhirnya mengalah untuk duduk bersama Davin." Padahal gue duluan yang duduk di sini".
"Gak papa ngalah sama Cewek cantik, nanti dapet pahala gede loh" ucap Sena yang langsung duduk di tempat Jeno tadi.
“Cih berisik.” Ucap laki-laki yang tadi memarahi Sena sambil berjalan keluar.
“Kayaknya itu orang lagi PMS deh.” Ucap Sena yang langsung disejutui Davin.
Bunyi bel yang menandakan upacara bendera akan di mulai, semua orang bergegas keluar dari kelas dan menuju lapangan upacara termasuk Sena dan Flora, sebenarnya Sena sangat malas mengikuti upacara tetapi sebagai pelajar yang baik dia akan mengikuti upacara, ‘siapa tau bisa nemu cogan’ ini niat terselubung Sena yang tidak patut untuk di contoh.
Selama upacara Sena tidak berhenti mencoba mengajak Flora berbicara.
“Eh bung, coba liat deh arah jam 2, sumpah ganteng banget.” Bisik Sena kepada Flora yang ada di sampingnya.
“Bisa diem gak Sen, lu udah diliatin sama Pembina upacara dari tadi.” Ucap Flora yang sebenarnya bohong untuk menakut-nakuti Sena. Namun Sena tetaplah Sena, dia diam tetapi kepalanya tidak berhenti menengok kanan atau kiri untuk mencari mangsa.
Selama upacara yang sebenarnya tidak lama tapi menjadi sangat lama karena amanat pembina upacara yang membahas mengenai peraturan sekolah untuk kelas 10, setelah upacara selesai ada pengumuman mengenai pembagian Wali kelas.
“Untuk kelas X IPA 1, wali kelasnya adalah Bu Irena.” Ucap seorang guru saat pengumuman yang membuat banyak kelas yang tidak terima, nampaknya Bu Irena ini tipe wali kelas kesayangan murid dan yang menambah poin adalah karena bu Irena sangat cantik.
Di kelas dengan bu Irena yang cantiknya mirip miss universe di tambah lagi dengan sifat baik dan perhatianya cukup membuat bu Irena di anggap seperti kakak di kelas, kenapa kakak? Bu Irene terlalu cantik sih mau di samain dengan ibu-ibu gak cocok, banyak anak kelas terutama kaum adam langsung patuh kepada bu Irena.
“Nanti ketua kelas dan wakilnya jangan lupa minta jadwal pelajaran sama peralatan kelas ya." Ucap bu Irene yang langsung di angguki satu kelas, aneh memang. Padahal yang di suruh Cuma ketua kelas dan wakil, mungkin ini yang namanya tersihir oleh kecantikan.
“Kita perkenalannya nanti aja ya, nanti bakal ada perwakilan ekstrakulikuler yang bakal datang kesini, kalau ada apa-apa jangan sungkan bilang ke ibu, ibu ke kantor dulu ya.” Ucap bu Irena.
“IYAA BU!!” Ucap seluruh murid dengan semangat.
“Aduh kalo wali kelasnya kayak begitu gak bakal bolos gue, masuk terus biar ketemu bidadari.” Ucap haikal yang langsung di setujui para kaum adam.
“Gue juga bidadari kok, gak kalah cantik sama bu Irena." Sahut Sena yang langsung mendapat sorakan dari kawan sekelasnya.
“Kayaknya lu lupa berkaca deh.” Ucap Flora.
“Yeee dasar kaum sirik, kalo iri tuh bilang." Ucap Sena.
“Mana ada yang iri sama lo Arsen.” Ucapan seseorang dari tempat duduk paling belakang yang langsung membuat Sena menoleh, kenapa begitu? Karena biasanya yang memanggil dia Arsen hanya orang terdekatnya.
“LOH EJA?! Lo di kelas ini juga? Kok gak bilang sih.” Ucap Sena yang baru sadar, sebenarnya ini karena Sena kurang memperhatikan temen-temen sekelasnya, orang dari tadi Si Eja sudah ada di kelas dan memperhatikan Sena.
“Eja? Lu kenal?” Tanya Flora.
“Reza kenal lah, dia adeknya temen abang gue." Ucap Sena.
Melihat Sena yang sedang asik berbincang dengan Reza, Flora memperhatikan seluruh manusia yang ada dikelas, ‘Semoga gue betah sampai 3 tahun kedepan.' Ucap Flora dalam hati.
Seperti kata Bu Irena tadi, akhirnya satu persatu perwakilan ekstrakulikuler datang ke kelas X IPA 1 untuk mempromosikan Ekskulnya, di SMA Darma Bhakti setiap siswa wajib mengikuti ekstrakulikuler minimal 1, selain itu ada juga Osis yang datang untuk melakukan promosi dan ini cukup membuat Sena pusing padahal niat awalnya tidak ingin mengikuti kegiatan apa-apa.
"Bung, kalau gue ikut Osis gimana?" tanya Sena ke Flora.
"Lu yakin?" tanya Flora.
"Enggak sih males, apalagi katanya kalau jadi OSIS udah kayak jadi budak sekolah, gue mau masuk ke OSIS cuma karena Kak Wira, tapi dia juga udh kelas 3 gak lama lagi turun jabatan, udahlah gue pikir besok lagi aja pusing gue sekarang." Ucap Sena panjang lebar tapi tidak di perhatikan Flora.
"Kalau lu mau ikut apa?" Tanya Sena ke Flora.
"Ada deh, kalau gue bilang nanti lu ikut-ikut lagi." Ucap Flora, dia sudah punya tujuan akan ikut ekskul apa, dia sudah memikirkanya sebelum masuk SMA, terlalu rajin memang tapi mau bagaimana lagi beginilah dia.
To Be Continue...