
Hari pertama masa pengenalan lingkungan sekolah, dan hari ini masih pukul 06.30 tapi, seorang remaja putri sudah duduk untuk mempersiapkan dan memikirkan hal-hal yang sangat tidak penting seperti “Siapa ya kakak kelas yang disini nanti? Ganteng kagak ya?” Tidak penting memang, tapi itulah kebiasaan Flora yang selalu memikirkan hal-hal yang sangat tidak penting. Lama kelamaan kelas yang sepi ini mulai didatangi oleh manusia-manusia yang setidaknya satu atau dua orang Flora tau. Tau aja, tapi nggak kenal.
“Flora..” Sapa seseorang gadis dengan senyum.
“Iya.” Balas Flora dengan singkat tanpa mengalihkan pandangan dari Handphonenya.
Melihat respon Flora, gadis itu hanya meneguk ludah dan duduk di bagian belakang. Bukannya dingin atau judes tapi, seperti inilah sifat Flora. Saat masih berada di bangku Sekolah Menengah Pertama, nama Flora cukup terkenal karena beberapa kali memenangkan perlombaan dan berhasil menjabat sebagai ketua OSIS.
“Flora..” Kali ini Laki-laki yang menyapanya.
“Hmm…” Masih dengan tatapan yang terpaku kepada Handphone kesayangannya.
“Ya ampun Flo, masih aja jutek udah kayak gak kenal gue aja lu.” Sahut Laki-laki yang bernama Haikal.
“Oh iya Sorry..Siapa ya?” Ucap Flora yang mulai melirik Haikal.
“Heh! Lu nggak inget gue adalah orang yang nombokin duit nasi uduk lu di tempat Bude Dwi? Lupa lu sama jasa gue?” Oceh Haikal.
“Udah sono lu ah! Berisik banget heran.” Sahut Flora ketus. Haikal yang paham daripada Flora mengamuk lebih baik dia kembali mencari bangku lain, karena dia tidak akan tahan duduk bersama Haikal.
Teeeet Teeet
Bunyi bel, yang membuat siswa yang belum memasuki kelas berbondong-bondong mulai memasuki ruangan yang akan menguji kesabaran mereka selama 3 hari kedepan.
“Selamat pagi adik-adik!” Seru kakak-kakak yang Flora duga sebagai OSIS yang akan menguji kesabarannya.
Flora meletakkan ponselnya di laci meja, dan mendongak untuk melihat siapa yang mengisi kelasnya hari ini. “Loh? Ini mantannya Thara? Dia sekolah disini? Kok gue gatau?” Ucap Flora dalam hati.
“Widiih.. cantik-cantik nih.. kakak mau perkenalan dulu nih.. biar sayang.“ ucap mantan Thara.
“Nama saya-“
“PERMISI KAK!” Ucap seorang gadis yang memotong pembicaraan mantan Thara.
Nafas gadis itu tersenggal-senggal dan langsung duduk di samping Flora karena hanya itu bangku yang tersisa.
“Eh, gue duduk di sini ya?” Entah itu pertanyaan atau pemberitahuan tapi yang jelas gadis itu sudah duduk, membuat Flora menoleh dengan alis yang terangkat sebelah.
Bukan hanya Flora yang terdiam tetapi satu kelas dan kakak-kakaknya juga tercengang saat melihat gadis aneh yang dengan berani tiba-tiba masuk dan duduk di barisan paling depan.
“Kenapa kak? Ayo dilanjut.. kok diem?” Ucap gadis itu sambil meletakkan tasnya.
“Enak banget kamu tiba-tiba nyelonong aja?” Ucap kakak kelas perempuan yang terlihat judes.
“Maaf kak, tadi nyasar dijalan.” Balas gadis yang terlambat tadi.
“Lah lu kok sekolah disini?” Tanya mantan Thara.
“Suka-suka gue lah, sok kenal lu.” Balas perempuan itu.
“Ohh.. oke, biar gak sok kenal coba lu maju ke depan terus kenalin dirilu ke temen-temen semua.” Balas mantan Thara.
“Oh.. Oke”
Gadis itu langsung berdiri, maju kedepan menghadap semua teman-teman kelasnya.
“Hmmm Halo, Nama gue Sena, gue pindahan dari Bandung, jadi tolong maklumin kalo gue tadi nyasar.” Ucap gadis yang bernama Sena.
“Woy Arsen, Lu perkenalan yang bener kek..” Sahut Mantan Thara.
“Yaudah ulang.. yang tadi lupakan ya.. Perkenalkan nama gue Arsena Putri, biasa dipanggil Sena.” Ucap Sena dengan senyum.
“Yaudah, salam kenal ya sena.. silahkan duduk, kakak-kakak disini mau perkenalan.” Ucap salah satu kakak kelas yang tampan.
Sena langsung duduk setelah mendengar intruksi tersebut.
“Dari saya dulu ya.. Nama saya Regaska Dirgantara, kalian bisa panggil saya Rega atau Kak Rega boleh. Saya kelas 12 IPA 1, dan saya menjabat sebagai Wakil Ketua OSIS.” Ucap Regaska.
“Oke sekarang gue, sama gue santai aja.. nama gue Juna Alfiansyah biasa dipanggil Juna, gue kelas 12 IPS 4-“
“Hmm Pantes, begini..” Potong Sena dengan tangan yang terlipat didepan dadanya.
“Apa sih lu nyet! Nyaut mulu..” Keluh Juna.
Flora meliukkan alisnya. “Lu kenal dia?” Tanya Flora kepada Sena.
“Nama saya Roselina Fanestya, saya ada di kelas 12 IPA 2, saya menjabat sebagai bendahara OSIS.”
“Haloo nama saya, Ananta Indira, saya kelas 12 IPA 1.. Salam kenal semuanya!”
“Hari ini kita Cuma perkenalan dulu, kalian udah taukan kalau besok mau ada kemah, mungkin nanti ada pembagian kelompok dan pemberitahuan apa aja yang perlu di siapkan.” kata Rega.
“Sekarang kita buat struktur kelas aja dulu ya adik adik..” Ucap Ananta dengan lembut.
“Disini ada yang mau tunjuk-tunjukkan gak?” Ucap Juna.
“Ngapain tunjuk-tunjukan? Kayak anak kecil aja! Disini jangan bawa sifat kekanak-kanakan kalian di SMP ya! Nggak kepake disini.” Sahut Roselina.
“Galak amat beb, untung sayang.” Celetuk Juna membuat suasana cair.
Tidak dengan Flora yang memutar kedua bola matanya dan bergumam kepada Sena. “Oh! Cringe.”
“Iya, memang begitu anaknya. Alay!” Balas Sena.
Setelah perdebatan panjang dan pengelakan yang sengit, akhirnya ditetapkan bahwa Ketua kelas X IPA 1 yang bernama Aji, dengan wakilnya Setiyo.
Teeet Teeett
Bunyi bel istirahat yang membuat binar di mata anak-anak kelas. Kakak-kakak OSIS mempersilahkan adik-adiknya untuk istirahat di kantin.
“Eh, tau kantin dimana nggak?” Tanya Sena.
“Nggak.” Jawab Flora dengan singkat.
“Yaudah yuk, cari kantin bareng gue.” Sebelum mendengar jawaban Flora, Sena sudah menarik tangan Flora keluar kelas.
“Eh btw, nama lu siapa?” Tanya Sena.
“Flora.” Jawab Flora Sekenanya.
“Oh, Gue Sena.” Sahut Sena.
“Udah tau.” Sahut Flora.
“Cuma ngasih tau lagi, eh btw disini banyak yang ganteng yah..” Ucap Sena dengan melihat ke sekeliling.
“Nggak sih, biasa aja.” Jawab Flora.
“Mending kita nanya aja deh, daripada keliling-keliling nggak jelas gini.” Kata Sena.
“Yaudah gih, Tanya sama mba itu tuh..” Suruh Flora.
“Jangan! Kita cari cogan aja..” Ucap Sena yang dijawab dengan putaran di bola mata Flora.
“Eh itu tuh ganteng.” Ucap Flora.
“Naah iya! Pinter juga lu cari mangsa.” Jawab Sena.
Sena dan Flora berjalan menemui seorang laki-laki yang tampan.
“Permisi kak!” Ucap Sena sok manis.
“Iya? Ada apa?” Jawab Kakak tersebut.
“Mau tanya nih kak, kantin di mana yah? Soalnya kami udah laper banget nih kak. Kalo bisa sih sekalian dianterin kak.” Kalimat Sena membuat Flora mundur satu langkah, pura-pura tidak kenal.
“Oh.. boleh, mari sekalian saya juga lapar.” Ucap laki-laki tersebut.
“Waah kakaknya baik banget flo, jadi makin suka.” Ucap Sena yang membuat kakak itu tertawa geli.
“Kamu kok diem aja?” Tanya kakak itu kepada Flora.
“Sariawan.” Jawab Flora sekenanya.
Kakak itu memilih diam dan melanjutkan perjalanan ke kantin. Sejak awal makan hingga selesai Flora hanya terdiam karena terlalu malas melihat Sena yang sibuk melakukan pendekatan ke kakak itu.
“Pemberitahuan kepada seluruh peserta MPLS untuk segera berkumpul di lapangan upacara.” Sena dan Flora yang mendengar itu saling tatap.
To Be Continue...