
Berita terpanas di SMA Dharma Bakti saat ini adalah Penny, satu sekolah heboh membicarakan kelakuan Penny bahkan muncul gosip baru bahwa Penny adalah simpanan om-om dan ada yang melihat Penny sering keluar masuk hotel dan masih banyak lagi gosip yang mengandung isi negatif.
Untung saja tidak ada berita negatif tentang Bima, malah banyak Siswa yang mengasihani Bima karena di jebak oleh Penny dan banyak yang mendukung hubungan Bima dengan Flora, bahkan saat ini banyak orang yang setuju bahwa Bima dan Flora adalah Couple goals SMA Dharma Bakti.
Hukuman Penny kali ini bukan skorsing lagi tetapi dia harus melakukan permintaan maaf kepada Bima di depan seluruh siswa siswi SMA Dharma Bakti saat upacara, tentu saja hukuman ini yang paling di tunggu Flora karena ini pasti sangat mempermalukan Penny.
“Bahagia banget lu, mentang-mentang udah jadian sama Kak Bima.” Ucap Sena melihat muka Flora yang beda dari biasanya, bahkan Sena sempat merinding melihat Flora senyum-senyum sendiri saat bermain handphone.
“Apaan sih, pergi sana!” Usir Flora kepada Sena.
Mendengar perkataan Flora membuat Sena kesal dan pergi, dia juga tidak kuat melihat Flora, jiwa jomblonya meronta-ronta karena iri, liat saja nanti dia pasti bisa mendapatkan laki-laki yang tidak kalah keren dan tampan dari Bima.
Sena berjalan menghampiri Reza yang sedang minum teh kotak, “Eja gue mau pacaran.” Ucap Sena dengan serius.
Reza masih diam memandang Sena, entah apa yang merasuki Sena saat ini tapi sejujurnya ini bukan pertama kalinya dia mendengarkan omong kosong Sena.
“Kak Windu habis putus kan? Kalau gitu gue bakal pacaran sama Kak windu.” Perkataan Sena ini membuat Reza tersedak.
“Kakak gue masih waras kali, dia nggak bakal mau pacaran sama lu.” Ucap Reza menyadarkan Sena.
“Ya udah kalau Kak Windu nggak mau pacaran kita langsung nikah aja, gue udah siap lahir batin kok.” Bualan Sena yang di abaikan oleh Reza, biarkanlah sena menghayal setinggi mungkin karena tidak mungkin juga akan terjadi.
Sebenarnya Kak Windu adalah cinta kedua Sena mau tahu kenapa cinta kedua? Iya karena cinta pertama Sena adalah Mas Brian, dulu dia terlalu bodoh karena bisa jatuh cinta ke orang seperti dia tetapi ini bukan salah Sena juga karena memang pesona Mas Brian terlalu kuat untuk di acuhkan apalagi saat dia memaikan Bass miliknya.
Setelah tersadar kalau Brian adalah Playboy cap badak yang lebih ganas dari Juna, akhirnya Sena mengubah
jalur hatinya ke Kak Windu, dia itu lekaki idaman mertua karena sopan dan baik, Kak Windu juga sangat menghormati perempuan sehingga tanpa sadar membuat banyak perempuan baper dan menaruh perasan kepada kak Windu dan salah satunya adalah Sena tapi sayangnya dia hanya di anggap adek.
Sena memandang Reza, muka Reza itu ganteng karena nurun dari kakaknya yang rupawan tapi entah kenapa Sena tidak pernah berpikir untuk menyukai Reza mungkin karena dia suka orang yang lebih tua karena lebih menggoda.
“Eja lu sebenernya ganteng tapi sayangnya udah ada yang punya coba kalau lu jomblo pasti sekarang lu gue ajak pacaran.” Ucap Sena yang membuat Reza merinding.
“Pacaran sama gue aja yuk Sen.” Tawar Davin yang tidak jauh dari Sena dan Reza.
“Ogah ah lu pelit, nanti kalau kita pacaran nggak di kasih makan lagi gue.”Ucap Sena.
“Masih mending gue ajak pacaran, gue tuh kasian sama lu yang jomblo, Flora yang mukanya judes aja punya pacar masa lu enggak, tapi kelakuan lu kebanyakan minus nya sih makanya jomblo.” Jelas Davin pajang lebar dan mendapatkan timpukan dari kertas yang mengenai kepalanya, tapi bukan Sena yang melempar melainkan Flora.
Davin menoleh ke Flora “Maaf nyai.” Ucap Davin.
“Gue kalau mau pacaran juga milih-milih kali, nggak mau juga sama ampas kayak lu mending gue pacarin Jeno atau Giovan terjamin sudah hidup gue.” Kata Sena yang membuat Giovan dan Jeno melihat ke arahnya.
“Gue nggak mau.” Sahut Giovan dan melanjutkan bermain game.
“Jenonya juga nggak mau sama lu.” Sahut Sila juga, padahal Jenonya hanya diam tapi Sila yang menyuarakan pikirannya.
“Lagian lu udah punya Kak Sian masih aja nyari yang lain, dasar cewek nggak pernah puas sama yang ada.” Ucap Haikal.
Dia tidak tahu saja kalau sebenarnya Sian itu menyukai pacar Juna, Sena hampir mau mengatakannya tapi mengurungkan niatnya takutnya Sian marah dan tidak mau meneraktirnya lagi.
Flora yang melihatnya hanya membiarkannya lalu memandang handphonenya lagi, ‘Udah 5 menit.’ Kata Flora dalam hati baru kemudian membuka chat dari Bima, Flora tidak mau Bima kegeeran karena dia fast respon, padahal sudah pacaran tapi gengsi Flora masih tinggi saja.
Setelah membalas chat dari Bima dia melihat Sena masuk lagi kedalam kelas, “Dapet temen barunya?” Tanya Flora.
“Nggak dapet, malah nemunya macan betina gue.” Ucap sena yang langsung duduk di samping Flora daan mengeluarkan buku pelajaran dari tasnya.
Flora mengernyitkan dahinya, “Selamat pagi anak-anak.” Sapa Bu Ratih saat masuk kelas X IPA 1.
“Oh ketemu Bu Ratih.” Ucap Flora pelan.
Hawa menegangkan kembali memenuhi kelas X IPA 1, ini semua terjadi karena Zaidan dan Felix lupa mengerjakan tugas alhasil Bu Ratih kembali marah kepada kelas ini, padahal yang tidak mengerjakan hanya dua orang tapi yang terkena imbasnya satu kelas.
Terlalu banyak keluhan dalam hati anggota kelas terhadap Bu Ratih, meraka tidak tahu saja kalau sebenarnya ada banyak guru yang lebih seram dari Bu Ratih, contohnya Bu Retno.
“Sekarang kerjakan Uji kompetensi 1, 2, 3, dan Ulangan Harian halaman 17, pilihan ganda dan esay, di kumpul saat pulang sekolah.” Ucap Bu Ratih dan langsung keluar kelas tapi meninggalkan banyak beban, bayangkan saja tinggal beberapa jam lagi mereka pulang tapi dapat banyak tugas, tapi untungnya jam pelajaran Seni gurunya tidak masuk sehingga bisa mengerjakan tugas kimia.
“Semangat Flora, Jeno, Aji, Lia, Ayu, Sila.” Kata Dinda mengabsen anak-anak yang rajin mengerjakan tugas.
“Semangat kawan-kawan, kami bakal bantu kalian dengan doa setulus hati.” Ucap Zaidan.
“Kurang ajar, awas aja nggak bakal gue contekin kalian.” Ucap Ayu yang di angguki kelima nama yang disebutkan Dinda.
“Nggak boleh gitu dong, inget kita temen dan harus saling tolong menolong.” Ucap Sena sambil menepuk-nepuk pundah Flora.
“Nanti pulang gue traktir makan.” Ucap Giovan.
“Satu kelaskan kan? NANTI JANGAN PULANG DULU GUYS KITA MAU DI TRAKTIR BOS” Teriak Felix yang mendapatkan sorakan bahagia.
“Padahal Cuma mereka yang mau gue traktir.” Ucap Giovan.
“Anggep aja sedekah ke kaum miskin .” Ucap Haikal.
“Hmmm.” Deheman Giovan yang menandakan dia setuju, sungguh baik sekali Giovan ini.
“Mabar kuy.” Ajak Setiyo yang langsung d hampiri para anggota laki-laki yang lain kecuali Jeno dan Aji.
Sena juga tidak mau kalah, dia berdiri dari tempat duduknya, “Duduk sini Jen, biar enak kerja samanya sama Flora.” Ucap Sena dan pergi menghampiri Dessy yang sedang di berkumpul dengan para perempuan sepertinya dia sedang membagikan informasi terbaru.
Flora memandang seluruh kawan-kawannya dengan kesal, “Sabar, sabar, sabar” Ucap Flora sambil mengelus dadanya, kali ini dia akan berbaik hati, anggap saja sebagai ucapan terima kasihnya kepada kelas ini.
“Kalian kerjain aja Uji Kompetensi 1, 2, 3, biar gue sama Jeno ngerjian Ulangan Harian.” Ucap Flora yang di setujui Jeno, Aji, Lia, ayu, Sila.
Sena melihat kawan-kawannya yang sedang berjuang, “Semangat, aku dukung kalian dari sini.” Kata Sena yang langsung mendapatkan pelototan tajam dari Flora.
Sena tersenyum manis dan mengalihkan padangannya dari Flora, dia selalu takut dengan pelototan Flora.
To be continue…