
"Untung aja kita satu kelompok ya Bung." Ucap Sena yang tidak tahu kapan tiba-tiba sudah bearada di samping Flora.
"Bung?" tanya Flora.
"Flora artinya bunga kan? ya udah gue panggil bunga aja, mulut gue susah ngomongnya kalau Flora" Ucap Sena.
"Gue merasa aneh." Ucap Flora dengan nada judes.
"Siapa yang nyuruh lu suka? Yang pentingkan gue nyaman." Ucap Sena tanpa memperdulikan tatapan tidak suka Flora terhadapnya.
"Udah-udah itu si ketos suruh kumpul lagi di Lapangan.” Ujar Flora.
“Haaahh ketos gantengku, gue masih gak nyangka kakak kantin ganteng yang nganterin kita kemaren adalah ketos.” Ucap Sena.
“Iya lu histeris banget.” Jawab Flora dengan santai.
“Eh itu tuh!” Tunjuk Sena kepada kakak ketua OSIS tersebut.
Sena dan Flora meletakkan barang-barangnya di tempat peletakan secara berkelompok dan ikut berbaris menurut kelompok.
“Halo Adik-adik! Masih ingat kan nama saya? Untuk yang lupa dan belum tau, nama saya Perwira Dananjaya, biasa dipanggil Kak Wira. Jadi, hari ini sampai besok kalian bakal banyak banget keseruan keseruan yang kalian bakal hadapi, dan besok adalah kegiatan hiking so, kalian harus prepare stamina yang banyak untuk dua hari kedepan. Dan kalo ada yang sakit jangan malu untuk laporan ke kakaknya ya, atau kalian bisa langsung ke UKS untuk meminta obat, disana ada kakak kakaknya yang sedia untuk kalian selama 24 jam.” Jelas ketua OSIS yang bernama Wira tersebut.
“Bung, apa gue pura-pura sakit sekarang ya?” Tanya Sena.
“Gak usah aneh-aneh deh Sen, udah diem! Itu dengerin kata kakaknya.” Ujar Flora.
Setelah mendengar penjelasan yang begitu banyak dan sebenarnya tidak penting. Mereka mendapat intruksi untuk mencari tenda dan merapihkan barang-barang mereka lalu membersihkan tenda.
“Kelompok Jengkol?” Tanya Flora dengan kernyitan pada alisnya.
“Waah nggak bisa nih! Gue nggak doyan jengkol!” Ucap Sena.
“Saya doyan kok, Sen.” Ucap kawan sekelompoknya yang bernama Selvy, dan itu membuat Sena bingung.
“Cantik-cantik doyan jengkol.” Ucap Sena.
“Emang kriteria cantik itu nggak doyan jengkol?” Tanya Flora.
“Nggak juga sih.” Jawab Sena.
“Hai, namaku Jessie.” Ujar seseorang yang Sena dan Flora tahu merupakan anak hits karena berkali kali didatangi oleh panitia laki-laki, mereka kawan Juna jadi, sifatnya hampir sama.
“Aku Natha.” Ujar seorang gadis berkacamata dengan malu-malu.
“Eh dipanggil temen kelompok kita yang cowok tuh! Ayo kumpul.” Ajak Selvy yang terlebih dahulu menghampiri ketua kelompok.
“Bisa aja nih Selvy mentang-mentang ketua kelompok kita ganteng start duluan dia.” Ucap Sena yang langsung ikut menghampiri ketua kelompoknya, tentu saja Sena tidak mau kalah.
“Eeh pak ketua, ada apa nih mangil-manggil, kalau rindu sama aku bilang aja gak usak pake acara ngumpulin yang lain.” Ucap Sena tak tahu malu.
“Kita belum perkenalan. Ayok kenalan dulu, Nama gue Jeno Mahendra kelas IPA 1.” Jelas Jeno.
“Lah sekelas dong sama gue dan Flora?” Ujar Sena.
“Iya sama gue juga. Lu gak liat gue?” Ucap seseorang yang asing bagi Sena. Sena menggeleng untuk menjawab pertanyaan laki-laki tersebut.
“Gue Davin, gue duduk di belakang kalian, dasar masa orang ganteng nggak keliatan!” Ucap Davin dengan percaya diri.
“Duh udah deh sama-sama berisik.” Gumam Flora.
“Gue Flora Orlin.” Lanjut Flora.
“Gue Ardanan Saputra.” Lanjut Arda.
“Eh, ada putra-putri nih.” Ucap Davin melirik Sena dan Ardan.
“Lah putrinya siapa?” Tanya Jessie.
“Gue, kenapa? Cantik, kan? Oh, makasih.” Ucap Sena narsis.
“Gue Samuel dan ini Dodi.” Ujar Samuel.
“Oh, Hai ganteng!” Sapa Selvy dengan nada centil.
“Eh menel banget lu, ntar risih lagi si ganteng.” Ucap Sena.
“Gak nyadar mba?” Tanya Davin.
“Natha, nama aku Natha.” Ujar Natha dengan malu-malu.
“Emang gini anaknya, malu-malu kayak kucing” ujar Sena.
“Gak kayak lu ya? Bar-bar.” Kata Flora.
“Udah-udah kita disini mau diskusi untuk pentas nanti malam, karena kemah kita cuma dua hari satu malam.” Ucap Jeno.
“Kita mau nampilin apa?” Tanya Dodi.
“Loh? Kalian masih aja mau mikir? Topeng monyet aja, kita harus memanfaatkan sumber daya yang tersedia.” Ucap Arda dengan menunjuk Davin. Membuat kelompok Jengkol tertawa terbahak-bahak.
“Gue diem ya gue diem! Cari masalah aja lu. Mau berantem lu? Nggak lah gue berubah pikiran.” Ucap Davin.
“Bagaimana kalau kita pentas nyanyi aja? Kebetulan gue bisa main gitar.” Usul Samuel.
“Oh boleh, mungkin gue bisa bantu nyanyi.” Ujar Flora.
“Oke! Gue jadi tim hore bisa gak?” Ujar Sena.
“Gak bisa, lu jadi Patung aja gimana, Sen? Lumayan furniture Samuel dan Flora.” Usul Selvy yang langsung mendapat ketukan sedikit keras dari Sena.
“Enak aja, lu sangka gue apaan?” Sahut Sena
“Kebetulan saya bisa main Cajon. Tapi kita Tanya dulu panitia, ada nggak nih Cajon nya.” Ujar Dodi.
“Apaan nih panitia-panitia? Orang ganteng merasa terpanggil nih.” Ucap Juna yang muncul sebagai tamu tidak diundang.
“Aduh bung, gatel badan gue, kenapa ya?” Tanya Sena kepada Flora.
“Lu kudisan?” Tanya Flora dengan menahan tawa.
“Bukan lah! Yakali cewek cantik kayak gue kudisan, kayaknya gue kena alergi deh. Alergi buaya darat nih.” Ucap Sena sambil menunjuk Juna.
“Ya gusti! Lu! Ngajak berantem mulu lu Sen! Untung anak tetangga!” Ujar Juna jengkel.
“Begini kak, kami mau Tanya, apa disini ada Cajon?” Tanya Jeno.
“Oh, untuk pentas ya? Ada kok tapi kalian harus izin dulu sama Wira.” Ucap Juna menjelaskan.
“Kalo gitu gue yang izin!” Ucap Sena dan Selvy bersamaan.
“Mana ada, kalau ini gua aja yang maju kak wira pasti kasih kalo gue yang izin.” Ujarr Jessie tak mau kalah.
“Lah, malah debat. Yang mau pake kan saya. Udah saya aja yang bilang!” Ucap Dodi lalu langsung meninggalkan tempat kumpul itu untuk mencari Perwira.
“Sam, mau latihan? Kita mau nyanyi lagu apa?” Tanya Flora.
“Naah karena Flora dan Samuel latihan, gimana kalau yang lain beres-beres sebelum apel siang mulai?” Tanya Jeno.
“Nomor yang anda tuju sedang sibuk. Cobalah beberapa saat lagi.” Ucap Arda.
“The number your calling is busy, please try again.” Lanjut Sena.
“Udah, nanti kita dimarahin kalau tenda kita ketahuan kotor. Ayo kita bersihkan.” Ujar Natha yang membuat kaget karena diam sejak tadi.
“Sam, bisa nyanyi?” Tanya Flora.
“Hmm bisa sih.. Cuma nggak bagus gitu. Gimana kalau Jeno ikut nyanyi aja? Suaranya lumayan, anak padus dia.” Jawab Samuel.
“Jeno!” Panggil Flora.
“Ada apa? Ada kendala?” Tanya Jeno.
“Nggak, Samuel bilang lu bisa nyanyi, ayo duet sama gue.” Ajak Flora.
“Hmm boleh sih, mau lagu apa?” Tanya Jeno.
“Rewrite the Star, gimana?” Ujar Samuel.
“Cajon datang!" Seru Dodi yang datang dengan Cajon.
“Wah, syukur deh kita dapet. Ayo kita mulai.” Ucap Jeno.
To be Continue…