Teenteens

Teenteens
16. Bima Jadi Ojol



"Bung, lu udah izin orang tua lu kan bakal pulang telat karena temenin gue?" Tanya Sena, yang diangguki oleh Flora tanda dia menjawab 'iya.'


"Terus lu mau pulang sama siapa? Papah lu udah lu hubungi?" Tanya Sena lagi.


"Udeehh.." Jawab Flora sekenanya.


"Papah gue kebiasaan deh kalau minta susul selalu aja lama balesnya. Kalo chat duit aja cepet." Keluh Flora melanjutkan kalimatnya.


"Lu minta susul kak Bima aja." Goda Sena yang langsung mendapat pelototan tajam dari mata Flora.


"Gue udah terlalu banyak ngerepotin Sen, gue gamau, dan mungkin Bima lagi istirahat." Jelas Flora.


Sena tidak kehabisan akal. Dia langsung mengambil handphone Flora lalu berlari menghindari Flora yang mengejar Sena.


"SENA! Balikin Handphone gue!" Ucap Flora sambil mengejar Sena.


Sena yang mempunyai skill pecicilan nya diatas standar mulai menaiki meja dan segera menelfon Bima.


"Halo Kak Bima! Ini Sena, bisa susul Flora di Perumahan Pondok Indah No. 30? Makasih bye bye!" Ucap Sena menelfon Bima dan dengan singkat lalu mematikan sambungan ponselnya secara sepihak oleh Sena.


Flora menatap Sena kesal, ekspresi Flora sekarang sangat sangat sangat seram, bahkan Sena hanya bisa mengandalkan cengirannya untuk meredamkan emosi Flora, walaupun dia tau itu tidak akan berhasil.


Flora mengambil Ponselnya dengan cepat dan segera membatalkan pesanan ojek online yang dilakukan oleh Sena.


"Halo?" Ucap Flora menelfon Bima.


"Ada apa? gue udah mau kesana, lu mau nitip gue belikan sesuatu?" Tanya Bima.


Sena yang mendengar itu lantas tidak bisa menahan gelak tawanya dan perutnya menekan dirinya untuk tertawa terbahak- bahak maka dari itu dia menutup mulutnya dan berlari menjauhi Flora yang sedang menelfon Bima. Flora langsung menatap Sena tajam, tentu saja kali ini tidak bisa dan tidak mempan karena gelak tawa Sena mengalahkan keseraman Flora.


"Nggak gue nggak mau nitip apa-apa." Gumam Flora.


"Terus lu ngapain nelfon gue? Kepencet?" Tanya Bima lagi.


"Lu.. Bawa.. Helm dua kan?" Tanya Flora. Kalimat itu spontan keluar sendiri dari mulutnya saat tidak tega ingin membatalkan pesanan ojek online Sena.


"Iya jangan khawatir, lu lagi nggak mau pake motor ya." Tebak Bima.


Hey, Flora bukan hanya tidak mau naik motor, bahkan dia malah malas bertemu dengan anda, Bima.


"N-nggak.. yaudah buruan, keburu malem. Bye!" Ucap Flora singkat dan langsung mematikan sambungan ponselnya.


"Kak Bima bucin juga ya." Ucap Sena.


"Sok polos lagi lu, ini semua juga karena lu Sena!" Kesal Flora.


"Eit.. Eit eit.. lu seharusnya berterima kasih sama gue Bung.. gimana kalau malah justru Bima itu memang jodoh lu? M-maksud gue ya.. gimana kalau misalkan Papah lu itu nggak bisa susul?" Ucap Sena.


Flora memutar bola matanya, dia lekas membereskan bekas mereka mengacak acak rumah Sena, dan segera membereskan pelengkapan yang dia bawa sebelumnya.


Ting Tong!


"KAK BIMA!!" Histeris Sena.


"Ya ampun." Ucap Flora lelah dengan Sena.


Sena membuka pintu dan melihat ada Bima yang masih saja tampan hanya dengan kaus putih polosnya dan Jeans nya yang berwarna Hitam. 'sumpah asli, ini sih boyfriend able sekali:)' Teriak Sena di dalam hati. Sena segera menggelengkan kepala nya untuk menyadarkan dia kepada kenyataan bahwa pria di depan nya ini adalah bucin milik Flora. Bima, Bima, ganteng tapi bucin.


"Flora nya ada?" Tanya Bima.


"BUNGAAAA-EMMPPP!" Teriak Sena yang langsung dibungkam oleh Flora. Flora yang gatal telinganya langsung menutup mulut Sena dengan tangannya.


"Nggak usah teriak! Tetangga lu sakit gigi." Ucap Flora ketus.


Bima terkekeh dengan tampan, membuat Sena semakin meleleh melihatnya dan menggigit pipi dalamnya.


'Gue gak bisa, ganteng banget!' Batin Sena menggigit pipi dalamnya.


Flora yang melihat reaksi Sena segera menarik tangan Bima dan segera kabur pulang.


"Gue pulang!! See ya! bye!!" Ucap Flora melambaikan tangannya dan segera kabur sebelum air liur Sena menetes.


"Hahahaha.. kenapa?" Tanya Bima.


"Lu nggak tau air liurnya Sena mau netes gara- gara lihat lu." Ucap Flora.


"Hahahaha.. Gue ganteng kan?" Tanya Bima dengan penuh percaya diri.


"Iya." Jawab Flora.


Bima terkejut langsung menoleh ke Flora.


"Apa? Menurut Sena kan?" Ujar Flora yang mematahkan harapan Bima.


Bima memberikan helm kepada Flora, Flora lalu memasangkan ke kepalanya namun Flora memiliki masalah pada kancing helmnya, Bima dengan siaga lalu membantu mengancingkan helm di bawah dagu Flora.


Ya.. ini memang adegan yang romantis.. tapi tidak untuk Flora. Memang gadis batu.


Flora pun segera menaiki motor Bima sekejap mereka berdua terdiam dan Flora merasa ada yang salah.


"Ayo.. tunggu apa lagi? Lu diem aja.. kebelet?" Tanya Flora.


"Pegangan, gue mau ngebut." Jawab Bima.


"Untuk apa? kan pelan-pelan bisa." Sahut Flora. Bima terdiam, tidak bisa menjawab Flora.


"Y-yaa kan supaya cepat sampe." Ucap Bima memaksa.


Flora yang mengalah memutuskan untuk memegangi kedua bahu Bima. Bukan Bima jika dia tidak menjahili Flora. Dengan sengaja dia menancapkan gas membuat Flora terkejut dan hampir terjungkal, hal ini memicu eratnya genggaman Flora pada bahu Bima.


"Sengaja banget deh!" Sungut Flora.


"Iya iya sorry sorry.. hahaha." Tawa Bima.


Flora memutuskan untuk diam tidak meladeni tawa Bima.


"Temenin gue yah." Ucap Bima.


"Kemana?" Tanya Flora.


"Lu nggak inget udah berapa hari yang lewat gue ngajak lu dating tapi nggak pernah berhasil?" Tanya Bima yang membuat Flora terkekeh.


"Sorry sorry.. hahaha." Ucap Flora.


Bima melirik kaca spionnya dan disana, dia melihat Flora yang menaikkan pipinya, membuat segaris bibir yang melengkung keatas tanda dia senyum.


"Nah, kalau lu begitu kan cantik, nggak cemberut mulu, flat.. mulu mukanya." Ucap Bima.


"Oh, memang cantik gue terakui." Jawab Flora yang membuat Bima menancapkan gasnya sampai sampai ada nenek tua yang terkejut.


"Ya Ampun anak anak jaman sekarang!! kalau pacaran nggak lihat kondisi sekali, nenek sudah tua!" Teriak nenek itu dengan mengacungkan tongkatnya.


"Bima! Lu nggak waras ya? itu kasian nenek nya!! Ucap Flora.


Bima hanya tertawa menanggapi ucapan Flora tersebut. Bima mengentikan Kuda berbahan bakar nya itu di Cafe sederhana yang tidak terlalu jauh dari rumahnya.


"Kok kesini?" Tanya Flora.


"Udah ikut aja." Ajak Bima.


Flora dan Bima langsung memasuki Cafe yang berada di hadapan nya.


"Lu mau pesen apa?" Tanya Bima.


"Ice Americano." Jawab Flora.


Flora memang sangat menyukai Americano karena dulu pada saat dia masih duduk di bangku SMP temannya membujuknya dan merasuki pemikiran Flora untuk mencicipi Ice Americano dan ternyata Flora tidak rela kehabisan satu cup Ice Americano nya.


Bima segera memesan pesanannya dan pesanan Flora, mereka duduk di bangku bagian depan yang dekat dengan kaca, sambil melihat keluar jendela bagaimana pemandangan situasi saat ini di jalanan.


"Flo, weekend ini lu ada kegiatan?" Tanya Bima.


"Nggak sih, kenapa?" Kata Flora.


"Gue ada perlombaan, dan gue pengen lu nongon pertandingan gue lawan SMA dari provinsi sebelah." Jawab Bima.


"Okay.. kalau gue nggak mager." Jawab Flora.


"Sumpah, lu jahat banget." Ucap Bima mendramatisir suasana.


"Jangan lebay deh." Ucap Flora.


Akhirnya pesanan mereka pun datang, Flora gengan semangat langsung meminum Americano nya dan menutup mata meresapi enaknya minuman kesukaannya itu.


"Suka banget sama Americano?" Kekeh Bima.


"Iya." Jawab Flora.


"Jangan keseringan, asam lambung lu bisa naik, dan gigi lu kuning, nggak bagus juga buat suara lu." Tutur Bima yang justru dibalas dengan putaran bola mata yang malas.


Flora teringat akan sesuatu yang harus dia senggol sedikit di kesempatan ini.


"Lu perhatian sama gue emang nggak ada yang marah? Fans lu gitu?" Tanya Flora.


"Iya mereka ngejar-ngejar gue mulu, gue sampe geli." Ucap Bima.


"Lah, kenapa lu nggak deketin salah satu dari mereka?" Tanya Flora lagi.


"Flo, lu tau gak sih kenapa gue suka sama lu?" Tanya Bima, yang hanya dibalas gelengan di kepala Flora.


"Sejak awal kemah di mata gue lu yang paling terang gitu, ditambah waktu lu pentas api unggun gue makin jatuh disana, gue nggak lagi nembak lu kok Flo, gue cuma mau cerita aja kalo mata gue susah banget beralihnya dari lu."


To Be Continue...