
Hari ini adalah hari Jum'at, bel pulang sebentar lagi berkumandang, dan besok adalah weekend, saat yang tepat untuk rebahan. Tapi tidak, karena Flora dan Sena harus pergi menonton pertandingan basket antar sekolahnya.
"Besok club basket sekolah kita ada pertandingan loh.. nonton yuk?" Ajak Sena kepada Flora.
"Memang gue mau nonton kok besok." Ucap Flora.
"Serius?! Siapa yang ajak?!" Histeris Sena menatap Flora.
Flora membalas menatap Sena dengan tatapan 'harus gue kasih tau?'.
Sena memberikan cengirannya yang khas untuk membalasnya karena dia sangat paham yang mengajak Flora adalah Bima.
"Lu nggak mau pakai baju yang kompakan gitu sama gue?" Tanya Sena.
"Nggak." Jawab Flora.
Sena mempoutkan bibirnya lucu. Tidak, tentu saja Flora tidak akan goyah. Dia membalas dengan putaran di bola matanya.
"Anyway, Bung.. lu beneran pacaran sama kak Bima?" Tanya Sena yang sebenarnya mewakili pertanyaan se- antero SMA Darma Bhakti.
"Nggak." Jawab Flora jujur.
"Lah, sayang banget. Padahal gue suka liat Penny mati kutu." Ucap Sena.
"Bukannya lu di WC kemaren?" Tanya Flora.
"Hehe.. gue ngintip." Jawab Sena dengan kekehan khasnya.
TEEEETTTT!! TEEETTT!!
"BAALLIIIKKKK!!!" Histeris Davin seperti diberikan kemerdekaan setelah di pingit.
"EJAA!! AYO BALIK!!" Panggil Sena kepada sahabatnya Reza.
"Gue duluan ya Sen." Pamit Flora yang diangguki oleh Sena, dan membuat gadis pembuat kericuhan itu membentuk gestur Ok.
Flora mengemasi barang- barangnya dan langsung berjalan meninggalkan kelas yang berada di sudut sekolah tersebut.
Flora mengambil ponselnya yang ada di saku nya lalu hendak menelfon Papahnya, setidaknya sebelum ada tangan yang mencegahnya.
"Mau minta susul siapa Tuan Putri?" Ucap Bima yang entah bagaimana ada di belakang Flora.
"Ayo pulang bareng gue?" Ucap Bima yang langsung menggandeng tangan Flora menuju ke parkiran.
"Bim, banyak yang lihat." Ucap Flora.
Bukannya melepaskan gandengan di tangan Flora, justru Bima menarik Flora lebih dekat dan merangkul bahunya.
"Astaga!" Ucap Flora yang tertarik dan berada di rangkulan Bima.
Dengan kekuatan Flora. Flora berhasil melepaskan rangkulan Bima dan kembali berjalan menuju parkiran motor.
"Mau kemana Flo?" Tanya Bima dengan senyum.
"Motor lah, katanya lu mau balik bareng gue, gimana dah?" Tanya Flora dengan nada kesalnya.
"Makanya kalau gue gandeng jangan gengsi lepas kenapa?" Ucap Bima yang kembali menggandeng tangan Flora dan menuntunnya ke arah tempat parkir mobil.
Flora terdiam dan tercengang, hanya karena candaannya beberapa hari yang lalu, Bima langsung membawa mobil mewahnya ke sekolah.
"Lu.. nggak takut kemalingan?" Tanya Flora.
"Disini ada yang jaga, lagi pula mobil gue masa gak ada pengaman nya sih?" Ucap Bima sambil menekan tombol di kuncinya, dan membuat mobil itu berbunyi tanda sudah terbuka kuncinya.
Bima segera membukakan pintu mobilnya untuk Flora.
"Silahkan Flora." Ucap Bima mempersilahkan Flora. Gadis itu hanya membalas dengan senyuman tipis dan kekehan yang sangat pelan, melihat tingkah Bima yang lucu.
Flora masuk ke dalam mobil Bima, Flora aku akui mobilnya sangat wangi, wangi parfum Bima sangat mendominasi. Flora kira ini mobil ayahnya, namun mencium bau Bima yang dimana-mana membuat Flora sedikit menurunkan keraguannya untum mengatakan kalau ini mobil ayah Bima.
Bima memasuki mobilnya dan memasangkan sabuk pengaman pada dirinya.
"Pake sabuk pengaman lu." Ucap Bima.
"Gue nggak suka pake sabuk pengaman." Jawab Flora.
"Ck. Bandel banget sih." Ucap Bima.
Bima mendekati Flora secara perlahan, wajah Flora mulai memerah dan Flora yang takut memundurkan wajahnya. Bima segera menarik sabuknya dan mengancingkan di tempatnya. Flora bernafas lega.
"Muka lu, ya ampun lucu banget sih?" Ujar Bima mencubit pipi Flora.
"Lu nyebelin!" Sungut Flora.
"Okay okay sorry." Ucap Bima yang langsung menyalakan mesinnya dan menjalankan mobilnya menuju keluar sekolah.
Flora yang merasa suasana sangat sepi memilih untuk menekan radio di mobil Bima dan menyalakan music.
"Eh? Lu suka lagu ini?" Tanya Bima mencairkan suasana.
"You don't know babe.. When you hold me.. and kiss me slowly is the sweetest thing.." Nyanyi Flora yang membuat Bima lagi-lagi tersenyum manis.
"Besok lu bisa kan?" Tanya Bima.
"Iya, lu yang susul tapi?" Ucap Flora yang diangguki oleh Bima.
Seiring lantunan musik di mobil Bima, akhirnya Flora tiba di rumahnya. Dan lagi- lagi Flora hanya mengucapkan terimakasih tanpa basa- basi menawari Bima mampir.
Flora memasuki rumahnya dan segera mencuci tangan dan kakinya lalu segera memasuki kamar nya untuk mandi dan kegiatan yang lainnya.
................
"Flora!! Bangun nak!" Ucap Mamah Flora yang mengetuk pintu Kamar Flora.
"Uuh.. ini weekend maah." Rengek Flora sambil meregangkan otot-ototnya setelah tidur.
"Itu ada Bima di bawah." Ucapan Mamah nya ini final membuat Flora membuka matanya dan langsung berlari ke kamar mandi.
"SURUH TUNGGU MAH! FLORA MANDI DAN SIAP- SIAP DULU." Ucap Flora dari kamarnya.
Bima yang mendengar itu dari ruang tamu terkekeh. Sementara Flora sangat terburu buru mengingat dia tengah di tunggu oleh seseorang.
Setelah mandi Flora segera bergegas untuk memakai pakaiannya, Kaus berwarna putih, blue jeans, jaket boomber dan tidak lupa rambut yang diikat menjadi satu dibelakang, serta topi yang menutupinya. Flora mencari sneackers yang biasa dia pakai untuk olahraga.
"Ah ini!" Ucap Flora dan langsung memakainya.
Tidak ada make up, langsung mengambil ponselnya dan turun ke bawah menemui Bima.
"Baru bangun hm?" Tanya Bima kepada Flora.
"Sorry sorry.. gue kelupaan semalem." Jawab Flora.
"Mah, Flora berangkat dulu ya!" Ucap Flora yang langsung pamit dan menarik tangan Bima keluar rumah.
"Pamit tante." Ujar Bima sambil membungkukkan pungunggnya sedikit.
Bima memberikan helm kepada Flora, lalu Flora segera memakainya dan mereka pun kembali melakukan perjalanan ke tempat pertandingan.
"Sena berangkat sama siapa?" Tanya Bima kepada Flora.
"Nggak tau, kan gue baru bangun tidur." Jawab Flora.
"Pertandingannya masih lama kan mulainya?" Tanya Flora, yang diangguki oleh Bima.
"Pegangan yang erat." Ucap Bima yang langsung di balas oleh Flora dengan pelukkan pada pinggangnya.
Bima yang terkejut hanya bisa kembali tersenyum seperti orang gila. Tidak lama setelah itu, mereka akhirnya sampai dan Flora melihat stadion yang cukup besar ada di depan matanya.
"Halo? Gue baru aja sampe. Oke meluncur." Ucap Bima menelfon seseorang.
"Ayo." Ajak Bima, lalu Flora membuntuti di belakangnya.
"Kak Bimaa!!" Teriak seseorang dari belakang Bima dan Flora.
"Cabe lu Bim?" Celetuk Flora dengan memasukkan tangannya ke jaketnya dan melihat Penny dengan pandangan jijik.
"Penny bawa minuman isotonik untuk kakak! semoga kakak menang ya!" Ucap Peny sambil bergelayut manja di tangan Bima dan menatap Flora sombong.
"Nggak jera juga ni anak." Gumam Flora yang didengar jelas oleh Bima.
"Penny, gue nggak kenal lu siapa, gue nggak tau asal lu dari planet mana tapi tolong, lu boleh suka sama gue tapi jangan sampe nyakitin orang lain apalagi orang itu yang gue suka. Ngerti?" Ucapan Bima telak membungkam mulut Penny yang dipenuhi lipstik merah.
"Udah dramanya? Gue mau duduk pegel." Jawab Flora yang langsung menarik tangan Bima menjauhi cabai berjalan itu.
Flora menoleh ke belakang dan menatap Penny yang terlihat kesal. Bima yang menyadari itu semakin memperkeruh suasana dengan merangkul bahu Flora.
To be continue...