
Satu minggu sudah berlalu setelah Alexa kehilangan pekerjaannya.
Alexa tidak ingin mati terbunuh rasa bosan dengan berdiam diri di kosan sendirian, keputusannya menerima tawaran dari Victor untuk menjadi waitress di sebuah club malam sudah menjadi tekad Alexa.
Baginya bekerja di club malam tidak menjadikannya hal yang tabu, karena disini Alexa hanya sebagai waitress, bukan menjadi wanita yang mau menjajakkan diri di depan tamu pria.
Selama satu minggu ini Alexa bekerja penuh semangat di club malam milik kakak Victor. Alexa pun tidak ingin mengulangi kesalahannya dalam bekerja.
Di hari pertama bekerja, Alexa masih risih akan perlakuan beberapa tamu hidung belang. Lama kelamaan Alexa sudah kebal akan godaan mereka.
Alexa sudah bisa mengacuhkan mereka tanpa ampun. Apalagi sang pemilik club tersebut adalah Marcel, kakak kandung Victor.
Alexa sudah kenal dengan Marcel sebelumnya, sehingga Alexa merasa semakin terjaga untuk bekerja di dunia malam.
Marcel memberikan aturan keras pada tamu yang datang untuk tidak menggoda karyawannya, terkecuali karyawannya sendiri yang menawarkan diri.
"Alexa tolong antarkan pesanan ini ke meja nomor tujuh."
Salah satu supervisor Alexa menyuruh untuk mengantarkan minuman, namun tamu satu ini meminta yang mengantarkan harus Alexa, bukan pelayan lain.
"Baik mba."
Alexa menuruti permintaan Eliza. Kebetulan jabatan Eliza satu tingkat di atas Alexa.
Perawakan Eliza ramping, rambut panjang hitam yang dikuncir kuda, membuat Eliza terlihat mempesona.
Walau Eliza hanya mengenakan balutan rok sepan dan kemeja putih, tetap saja tidak mengurangi pesonanya.
Kemudian Alexa membawa minuman tersebut menuju meja nomor tujuh. Sesampainya disana, Alexa langsung meneguk salivanya dalam dalam.
Ternyata tamu itu adalah sosok laki-laki tampan yang sudah Alexa kenal, bahkan Alexa benci.
Situasi ini semakin menambah kebencian Alexa saat menyaksikan tingkah Satria yang tengah dikerumuni wanita berpakaian minim.
Rupanya Satria sengaja mencari informasi Alexa setelah Alexa dipecat dari restoran milik ayahnya.
"Permisi tuan, ini pesanan anda."
Alexa meletakkan nampan berisi beberapa botol minuman beserta gelas, dia menatap Satria sesaat, lalu Alexa segera kembali dengan langkah cepat.
"Apa begini caramu melayani tamu?"
Satria bangkit dari duduknya, mencoba mendekati Alexa yang membelakangi Satria.
"Maaf tuan, pesanan anda sudah lengkap, atau masih ada yang mau dipesan lagi?"
Kilah Alexa yang masih berpura pura tidak mengenali Satria.
Menurut Alexa, Satria bukanlah siapa siapa, dia tidak lebih dari anak pengusaha sukses yang hanya menikmati fasilitas orang tua, dan menjual nama orang tua. Itu sama sekali bukan pria idaman Alexa.
Kini Satria berdiri dan mendekatkan wajahnya di hadapan Alexa, bahkan sangat dekat. Rasanya sudah seperti pria yang akan mencium wanitanya, lalu Satria berbisik tepat di telinga Alexa.
"Aku mau menagih syarat kedua nona Alexa."
Seketika itu juga Alexa terdiam mematung saat mendengar permintaan Satria.
Janjinya kepada Satria harus ditepati.
"Kenapa diam?"
"Bukankah sosok Alexa Sandara adalah wanita yang selalu komitmen akan ucapannya?"
Rentetan pertanyaan Satria berhasil menyudutkan Alexa.
"Baiklah, tapi saya mohon jangan sekarang."
"Kapan?"
Sergah Satria, langsung memotong kalimat Alexa. Pria itu sudah tidak sabar ingin segera mengajak Alexa dinner bersama.
"Minggu depan jadwal off saya."
Mendengar jawaban Alexa membuat Satria tersenyum nakal di hadapannya.
"Baiklah nona Alexa, saya harap kamu bisa menepati janjimu."
Syarat yang benar benar konyol menurut Alexa, akibat kehilangan id card membuatnya terjerat pada Satria.
Kalau Alexa tahu endingnya tetap dipecat juga, dia tidak akan menyanggupi dua syarat yang diajukan oleh Satria.
Bahkan akibat pemecatan itu membuat Alexa bekerja sebagai waitress. Sebenarnya batin Alexa tetap merasa malu harus bekerja di tempat kotor seperti ini.
Apalah daya Alexa, dia tidak ada pilihan lain sampai dia lulus S1, dan melamar pekerjaan di kantor besar. Itulah mimpi Alexa.
Setelah mendengar jawaban dari Alexa, akhirnya Satria kembali ke meja. Begitupun dengan Alexa yang kembali bekerja mengantarkan semua pesanan tamu, dan sesekali membantu cheff di dapur.
Rasanya malam ini terasa sangat berbeda bagi Alexa, semua gerak gerik Alexa tidak luput dari pandangan Satria.
Entah kenapa pria itu semakin penasaran terhadap Alexa.
••••
Klik like ya 😊