Sandara

Sandara
Muak!



Sayup sayup sang surya mulai terbit, sinarnya menembus celah celah jendela kamar. Sepasang pengantin yang tengah dibuai romansa, namun bukan romansa berlandaskan ketulusan cinta.


Malam pengantin yang mereka lakukan bukanlah atas dasar cinta, melainkan nafsu sesaat yang harus terlampiaskan.


Alexa merasakan tubuhnya remuk redam, karena dia harus melayani hasrat Jevan. Alexa tak mampu menghitung berapa ronde aksi panas yang sudah diberikan oleh Jevan.


Sejak acara resepsi pernikahan dibubarkan Jevan dan Alexa masih belum keluar kamar. Walau sebelumnya Alexa sudah melakukan malam pertama dengan Jevan, tapi tetap saja rasa perih masih terasa di area sensitifnya.


"Aku tidak sanggup untuk bangun."


Keluh Alexa yang masih terkulai lemas di ranjang dengan posisi membelakangi posisi tidur Jevan.


Alexa sengaja tidak ingin berlama lama menatap Jevan, karena itu semua akan menjadi bumerang bagi dirinya.


Ketampanan yang dimiliki Jevan membuatnya sulit untuk mempertahankan hatinya untuk tidak jatuh pada pesona Jevan.


Jevan mendekatkan tubuhnya ke pundak Alexa, meletakkan lehernya di bahu Alexa dengan posisi menyamping. Sementara tangan kekarnya memeluk perut Alexa yang rata, yang hanya berbalut selimut.


"Kamu tidak usah kemana mana sayang, karena sekarang adalah momen kita sebagai sepasang pengantin."


Alexa hanya tersenyum getir mendengar ucapan Jevan barusan. Ini bukanlah pernikahan yang Alexa dambakan, Alexa tidak menginginkan pernikahan yang terencana dengan beberapa isi perjanjian.


"Tidak ada sepasang pengantin yang harus menandatangani perjanjian pra nikah."


Ujar Alexa teriring senyuman getir, masih dalam posisi membelakangi Jevan, namun pria itu justru semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Alexa.


"Kenapa kamu masih mempermasalahkan perjanjian kita honey?"


Sejak aksi panas semalam Jevan tak segan memanggil Alexa dengan panggilan mesra.


"Bukankah aku sudah pernah bilang kalau aku belum siap menikah dengan siapapun, lagi pula sebelum aku mengenalmu aku sudah memiliki kekasih."


Tiba tiba air mata Alexa berderai, terlintas wajah Satria dalam pikirannya. Wajah yang sangat Alexa rindukan di kala hatinya sedang tak menentu.


Ingin sekali Alexa mencari kabar tentang Satria, namun semua itu tidak mungkin dia lakukan, karena Alexa harus ingat bahwa keselamatannya tidak akan mungkin terjamin tanpa kehadiran Jevan.


"Jangan pernah bahas itu lagi saat denganku Alexa!"


"Sekarang kamu sepenuhnya milikku."


"Kamu sudah sah menjadi istriku, jangan pernah ingat ingat lagi cerita masa lalumu. Aku muak!"


Alexa hanya bisa melanjutkan derai air matanya, ada perasaan tak enak hati terhadap Jevan. Memang tak seharusnya di hari pertama mereka resmi sebagai suami istri, Alexa justru membahas kekasihnya di masa lalu.


"Tak seharusnya kamu membahas pria lain di hari pertama kita Alexa."


Gumam Jevan sendirian, dia masih tak habis pikir akan Alexa yang masih saja mengingat mantan kekasihnya.


Bukan Jevan namanya jika pria itu tidak berlaku egois, tanpa mempedulikan perasaan Alexa. Bagi Jevan Alexa hanyalah boneka kesayangan Jevan, yang suatu saat Jevan bosan, maka Alexa harus siap terbuang dari kehidupan Jevan.


Sekitar lima belas menit Alexa muncul di hadapan Jevan dengan pakaian yang sudah rapi dan segar. Tubuh Alexa berbalut mini dress berwarna hitam yang sudah disiapkan oleh salah satu pembantu di rumah Jevan.


Alexa nampak cantik walau tanpa sapuan make up dengan rambut panjang yang dikuncir kuda, mengekspos leher jenjangnya. Aroma tubuh Alexa yang sehabis mandi membuat gairah Jevan datang lagi, tapi kali ini Jevan lebih mempertahankan gengsinya dari pada hasratnya.


"Aku minta maaf soal ucapanku yang tadi."


Tangan Alexa mengepal menahan rasa takut di hadapan Jevan, dia menyesali semua yang telah diucapkannya saat di tempat tidur.


Jevan masih tetap acuh, dia sibuk menghisap rokok, seolah tidak menganggap kehadiran Alexa disana.


"Aku berjanji padamu, mulai hari ini akan aku lepaskan semua tentang kehidupanku sebelum bertemu denganmu, dan aku tidak akan pernah membahas masa laluku lagi."


Alexa kembali meyakinkan Jevan, kalimatnya kali ini berhasil menarik perhatian Jevan.


"Menurutlah padaku Sandara jika kamu ingin selamat."


Bisik Jevan di ceruk leher Alexa. Pria itu langsung menarik tubuh Alexa ke dalam pelukannya, sampai Alexa terduduk di atas paha Jevan.


Jevan menahan pinggang Alexa, membawa posisi Alexa berhadapan dengannya. Jevan pun tanpa ragu langsung kembali mencium bibir Alexa, sebenarnya Alexa tak tahan dengan bau nikotin dari nafas Jevan, tapi tak ada yang bisa Alexa lakukan selain menuruti keinginan Jevan.


"Jangan lakukan disini Mr. Je."


Bisik Alexa dengan nada sensual. Wanita itu seperti sedang dilatih oleh Jevan untuk selalu agresif di hadapannya.


Kemudian Jevan pun membawa Alexa ke dalam gendongannya, dia sudah tak sabar ingin menikmati tubuh istrinya lagi.


••••


Klik like ya guys 😉😁