Sandara

Sandara
I can't do this



"Tolong aku dari keadaan ini Jevan."


Alexa merengek sambil bergelayut penuh iba di leher kokoh Jevan, sepertinya kesadaran Alexa nyaris hilang.


Otak Alexa sudah dipenuhi nafsu, membuat Jevan tak kuasa menahan gairah lelakinya. Apalagi Jevan telah lama tak menyentuh wanita selain mantan kekasihnya dulu.


Hadirnya Alexa menjadi nafas baru untuk Jevan. Telah lama hati Jevan mati akan cinta, namun Jevan pun tidak yakin apakah perasaannya terhadap Alexa murni rasa cinta atau Jevan hanya sedang mencari bayang bayang mantan kekasih yang sudah pergi meninggalkannya.


Kekasih Jevan pergi hanya karena alasan perjodohan orang tuanya, tapi malam ini Jevan tak ingin mengingat lagi tentang wanita yang sudah pergi dari hidupnya, karena otak Jevan pun sudah sama sama dikuasai oleh nafsu.


Tanpa ragu Jevan kembali meraih pinggang Alexa, menahan posisi Alexa untuk semakin dekat dengannya.


Kemudian Jevan mengecup bibir Alexa sesaat, hingga akhirnya kecupan itu berubah menjadi ciuman yang sulit mereka lepaskan satu sama lain, hingga membuat nafas Alexa mulai tersengal.


"Jevan aku gerah, aku panas."


Alexa kembali merengek kepanasan.


Rengekan Alexa barusan membuat Jevan langsung mendorong pintu kamar mandi, lalu membawa Alexa ke dalam gendongan.


Jevan kemudian meletakkan Alexa di bawah guyuran shower air dingin, walau bagi Jevan suhu airnya terasa terlalu dingin hingga terasa menusuk ke tulang.


Pelan pelan rasa dingin yang melanda Jevan mulai berubah akibat aksi panas yang dilakukan mereka berdua.


Hampir dua jam lamanya mereka masih menikmati momen bercinta di kamar mandi, namun saat Jevan akan berusaha menyatukan tubuhnya dengan Alexa, tiba tiba Alexa menjerit merasakan sakit yang luar biasa.


Seketika itu pula Jevan mengerti bahwa wanita yang sudah menggodanya kini masih perawan, belum pernah melakukan ini sebelumnya, hingga niatan itu Jevan urungkan.


"Ouh shitt!"


"You are still virgin Lexa!"


Jevan sedikit kesal saat mengetahui Alexa yang masih tersegel.


Awalnya Jevan sudah siap untuk dijadikan alat pelampiasan Alexa akibat obat perangsang laknat itu, karena Jevan beranggapan Alexa sudah pasti bukan perawan. Apalagi setelah Jevan tahu kalau Alexa sudah memiliki kekasih.


Jevan masih merasa kesal pada dirinya sendiri, dia tidak ingin merenggut keperawanan Alexa. Cukuplah mantan kekasihnya saja yang sudah dia pakai, itu pun Jevan lakukan karena Jevan tahu mantan kekasihnya sudah tidak perawan lagi saat menjalin hubungan bersamanya.


Sesaat Jevan menghentikan aktivitasnya bersama Alexa, namun tatapan Alexa mengisyaratkan untuk memaksa Jevan melanjutkan kembali.


"I can't do this Lexa."


Sirat mata Jevan meredup, bahkan wajahnya tertunduk di hadapan Alexa.


"Aku mohon Jevan lakukan."


"Tolong aku, karena ini sangat menyiksaku. Rasanya kepalaku seperti mau pecah."


"Please."


Alexa benar benar sudah di luar kendali, karena memang sudah tidak ada cara lain untuk melepaskan pengaruh obat yang diberikan oleh Bayu.


Pikiran Jevan melayang memikirkan betapa bahayanya pengaruh obat yang diberikan oleh Bayu, sampai sampai Alexa menahan rasa sakit kepala tak terkira.


Jevan tahu bahwa ada beberapa obat perangsang yang sangat berbahaya jika nafsunya tidak dilepaskan, bahkan bisa jadi membuat Alexa gila atau mati akibat sakit kepala yang tak kunjung henti.


Setelah berpikir lama, akhirnya Jevan membawa tubuh ramping Alexa keluar dari kamar mandi. Langkah Jevan kini menuju kamar utama yang sudah tersedia kasur king size disana.


Akhirnya Jevan meletakkan Alexa di kasur tersebut, lalu mengungkungnya dengan tatapan mesra. Tatapan yang bisa menjamin semua kalangan wanita tidak mampu menolak pesona Jevan.


"Are you ready honey?"


Bisik Jevan tepat di depan wajah Alexa.


Kemudian Alexa menganggukkan kepalanya pertanda setuju dengan apa yang akan dilakukan oleh Jevan.


Biarlah semuanya terjadi, Alexa sudah berjanji dengan dirinya sendiri untuk melupakan kejadian malam ini.


Anggap saja Alexa dengan Jevan adalah orang asing seperti sebelumnya, anggap saja setelah ini hubungan mereka hanya sebatas karyawan dengan bosnya, karena yang terpenting bagi Alexa sekarang adalah tentang bagaimana menghilangkan reaksi obat laknat itu.


"Terimakasih Jevan."


Bisik Alexa setelah mereka mengakhiri aktivitas malam pertamanya.


Ucapan Alexa barusan membuat Jevan langsung meraih tubuh Alexa ke dalam pelukannya, karena Jevan sudah kelelahan akibat aktivitas panas.


Alexa yang menikmati pelukan hangat dari Jevan, membuatnya perlahan terbawa oleh alam mimpi. Begitupun dengan Jevan, nafasnya mulai teratur, tidurnya sangat lelap, biasanya Jevan selalu merasakan kesulitan tidur di tiap malam sepeninggal Alana sang mantan kekasih.


••••


Ehm ehmmm Satrianya dilupain ya?


😩