Sandara

Sandara
I love you miss Sandara



Satria mengecup punggung tangan Alexa dengan begitu lembut setelah Alexa mengatai dirinya brengsek. Alexa hanya diam terpaku melihat perlakuan Satria yang begitu manis terhadapnya, rasanya seperti mimpi, dan sulit Alexa percaya.


Pria angkuh itu kini bertekuk lutut di hadapan Alexa, memohon cinta Alexa. Entah apa yang akan terjadi jika Alexa menolak cinta Satria?


"Jangan menatap saya terus Satria."


Alexa merasa gugup karena tidak lepas dari tatapan Satria. Sejak dirinya dijemput di kamar hotel Angela, Satria sudah tidak ingin menatap ke arah lain.


"Aku."


"Ganti kata saya dengan aku."


Tegas Satria yang tidak ingin terasa asing.


"Jangan menatapku seperti itu Satria."


Akhirnya Alexa menggunakan kata 'aku' menuruti perintah Satria. Pria itupun menyunggingkan sebuah senyuman dari bibirnya.


"Aku tidak mau melepaskan pandanganku dari wajahmu sweety."


Satria mulai berani memanggil Alexa dengan panggilan mesra.


"Boleh aku meminta sesuatu padamu?"


Dengan nada sedikit takut Alexa ingin mengajukan permintaannya.


"Katakan saja, apapun itu."


Satria sangat terbuka untuk wanitanya.


"Aku butuh waktu untuk menerimamu Satria, setidaknya aku tidak ingin hubungan diantara kita terlalu cepat. Berikan aku ruang untuk mampu berteman denganmu dulu."


Apa yang dikatakan Alexa ada benarnya juga, dia belum sepenuhnya mengenal Satria.


Satria memikirkan permintaan Alexa yang masih butuh waktu untuk mengenal dirinya, Satria rasa itu semua tidak menjadi permasalahan yang berarti. Cukup wajar jika Alexa meminta waktu untuk mengenal dirinya lebih jauh.


"Aku selalu siap menunggumu Lexa, menunggu cinta itu tumbuh dengan sendirinya, tapi selama masa pengenalan biarkan aku selalu ada di sampingmu. Berikan aku kesempatan untuk memupuk rasa cintamu untukku Lexa."


Tidak ada sirat kebohongan dari kedua bola mata Satria. Kesungguhan cintanya tidak diragukan lagi.


Telah lama Satria mendamba wanita seperti Alexa muncul di kehidupannya. Satria yakin Alexa adalah wanita yang tepat untuk dijadikan pendamping hidup.


"Terimakasih."


Ucap Alexa lirih.


"Ayo kita makan. Cobain menu kesukaan aku, tom yam sea food di resto ini, mantap."


Satria mengambilkan daging cumi dari panci tom yam di hadapannya, lalu disuapkan ke dalam mulut Alexa. Sebenarnya Alexa sangat malu, tapi bukan Satria namanya kalau tidak memaksa Alexa untuk buka mulut.


Alexa hanya tersenyum kecil melihat tingkah Satria yang berusaha manja. Tak pernah terbayangkan sebelumnya kalau Satria akan bersikap manis seperti ini.


Kemana Satria yang angkuh dan arogan? Seperti saat pertama Alexa berjumpa.


Cinta memang sudah mengubah segala sikap Satria kepada Alexa, namun di hadapan orang lain Satria tetaplah Satria, masih tetap sosok pria tampan penuh keangkuhan.


•••


Alexa masih tidak mengerti maksud uluran tangan Satria.


Kemana Satria akan membawa dirinya?


Alexa masih tidak tahu.


"Percayalah padaku Lexa."


Satria memohon pada Alexa untuk segera meletakkan tangannya di telapak tangan kekar miliknya.


"Kemana?"


Mata Alexa menyelidik wajah Satria, mencoba mencari tahu apa yang akan dilakukan oleh Satria.


"Just take my hand Lexa."


Dengan perasaan ragu Alexa meletakkan jemarinya dalam genggaman Satria, kemudian alunan musik romantis langsung terdengar di telinga mereka. Alunan yang menyambut sepasang kekasih yang tengah terbuai rasa cinta dan bahagia.


Akhirnya Satria menuntun Alexa dan membawa Alexa ke lantai dansa.


"Aku tidak bisa Satria."


Bisik Alexa di telinga Satria dengan kaki sedikit jinjit, berusaha mendekatkan bibirnya di telinga Satria. Walau Alexa sudah mengenakan heels 7 cm, tetap saja ia masih sulit mengimbangi tinggi badan Satria.


"Ada aku, so you have to relax honey."


Satria masih meyakinkan Alexa yang masih panik saat dia tahu kalau Satria mengajaknya dansa.


Keinginan Satria untuk mengajak Alexa dansa sudah Satria rencanakan jauh jauh hari. Alexa adalah wanita pertama yang Satria ajak ke lantai dansa.


Walau ribuan wanita yang datang silih berganti, Satria belum pernah sekalipun mengajak wanita sebelumnya ke lantai dansa, dan diperlakukan sespesial ini oleh Satria.


Tidak ada hal lain yang dapat dilakukan oleh Alexa selain menuruti permintaan Satria. Tangan Alexa kini sudah melingkar di leher Satria, begitupun dengan Satria yang siap menjaga posisi tubuh Alexa dengan kedua tangan yang Satria lingkarkan di pinggang Alexa, membuat keduanya tidak ada jarak.


Tatapan mereka saling beradu pandang, bahkan Satria menempelkan keningnya di kening Alexa, memangkas jarak diantara keduanya.


Degub jantung Alexa rasanya ingin meledak mendapat perlakuan romantis seperti ini. Tatapan Alexa sering goyah di hadapan Satria, Alexa tak kuasa menahan pesona Satria yang terlihat gagah dalam balutan jas hitam berdasi kupu.


"I love you miss Sandara."


Bisik Satria tepat di ceruk leher Alexa


Ketika alunan musik akan berakhir, Satria mengecup pipi mulus Alexa dengan posesif, seakan mencoba memberitahukan orang lain bahwa Alexa seutuhnya milik Satria.


••••


Cinta memang sulit diartikan, namun saat jantungmu berdegub kencang oleh seseorang, itulah perasaan cinta yang hadir tanpa sadar.


Miss Viona`


••••


Klik like ya 😉