Sandara

Sandara
15 tahun lalu



Di rumah megah yang nampak layaknya istana, seorang kakek tengah duduk termenung di sebuah kursi goyang yang menghadap balkon di lantai tiga. Otaknya bekerja memutar memori di masa lalu yang berdampak pada masa depan keluarga Axton.


Kakek Axton menatap sebuah bingkai foto anak laki-laki yang diperkirakan usianya masih sekitar lima belas tahunan, dengan sosok tampan, tubuh tinggi, kulit kuning langsat, dengan bola mata coklat tajam.


Di dalam foto itu ada dirinya yang sedang memeluk bahu anak laki laki tersebut. Rupanya foto laki-laki itu adalah foto cucu pertama Axton yang telah lama pergi meninggalkan keluarga Axton tanpa jejak.


"Bagaimana rupamu sekarang?"


Gumam Axton dengan tatapan nanar dalam foto tersebut. Tatapan kerinduan dan penyesalan yang terbias dari kedua bola mata Axton.


Axton menyesal bahwa dirinya telah gagal menjadi seorang ayah sekaligus kakek yang baik untuk cucunya. Bodohnya lagi Axton membiarkan cucunya pergi tanpa tanggung jawab dari dirinya, sedangkan seluruh dunia tahu kekayaan dan bisnis Axton berkembang dimana mana.


Kenyataannya Axton justru menelantarkan cucu pertamanya, di saat ayahnya harus meregang nyawa akibat kecelekaan mobil. Putra pertama Axton bernama Jeri Firmansyah, dia harus meregang nyawa akibat mobil yang dikendarainya jatuh bebas ke dalam jurang.


•••


Malam itu Satria tiba di rumah megah milik Axton, seperti biasanya di akhir pekan Satria akan menginap di rumah kakeknya. Kebiasaan dari kecil, Satria betah sekali tinggal di rumah Axton. Walau rumah orangtuanya tidak kalah mewah, tapi entah kenapa Satria lebih merasa nyaman berada di rumah Axton. Apalagi dengan mendengarkan semua nasehat yang Axton berikan pada Satria, itu sangat memotivasi Satria.


Setelah turun dari mobil Satria langsung menatap balkon di lantai tiga, sudah dapat dipastikan bahwa kakeknya akan menunggu kedatangan Satria disana.


Sebenarnya cucu yang Axton tunggu tunggu bukanlah Satria, lebih tepatnya kakak sepupu Satria yang telah hilang selama lima belas tahun yang lalu.


Satria langsung melangkahkan kakinya menuju lantai tiga untuk segera menemui Axton disana. Derap langkahnya begitu cepat bahkan setengah berlari, tak ingin membuat Axton mengomel padanya akibat terlambat datang ke rumah.


Satria terlalu asyik dengan Alexa, hampir saja dia lupa berkunjung ke rumah Axton.


Sesampainya di balkon, Satria langsung memeluk tubuh kurus Axton, sementara Axton masih tetap menatap foto cucunya yang lama hilang.


"Kakek, udara malam tidak baik untuk kondisi kakek."


Ujar Satria memberikan perhatian untuk Axton.


"Dasar anak durhaka, datang ke rumah selarut ini."


Axton menoyor kepala Satria yang kini tepat berada di ceruk lehernya.


"Maaf kek, aku banyak urusan."


Axton tidak percaya akan alasan Satria, pria itu mampu menebak alasan kenapa Satria datang ke rumahnya selarut ini, hampir pukul sebelas malam Satria datang.


Bukannya marah, Satria justru terkekeh akan sindiran Axton.


"Kakek ini cemburuannya keterlaluan tahu gak?"


Satria masih tak kuasa menahan tawanya, namun Axton masih tetap menatap wajah kakak sepupu Satria. Seketika tawa Satria pun hilang melihat raut wajah Axton yang masih sendu menatap bingkai foto tersebut.


"Cari dia Sat, kakek mohon."


Selama ini Satria sudah mencari kakak sepupunya kemana mana, bahkan kabar terakhir yang Satria dengar kalau kakak sepupunya pernah tinggal di Jepang. Kakak sepupunya juga sekolah disana, namun hasil pencariannya masih tetap nihil. Padahal Satria sudah mempercayakan orang orangnya untuk mencari keberadaan kakak sepupu di negeri sakura.


"Aku masih terus berusaha mencarinya kek."


"Halahhh, tiap kesini kamu selalu bilang seperti itu Sat, tapi hasilnya tetap nihil."


Axton langsung mensergah kalimat Satria. Memang benar adanya, sampai saat ini Satria belum mendapatkan hasil apapun dari pencariannya.


"Cepat atau lambat, Satria janji akan bawa kakak kesini untuk menemui kakek."


Axton hanya tersenyum getir ketika Satria mengangkat jari telunjuk dan tengah di hadapannya.


Entah janji yang ke berapa kali yang Satria ucapkan, sampai lima belas tahun lamanya Satria masih sulit menemukan kakak sepupunya.


"Kakek takut Sat, kakek takut dikejar rasa dosa, sudah menelantarkan dia disaat dia butuh peran kakek. Berbeda dengan kamu yang dicukupi segalanya oleh orang tuamu. Sementara Jevan entah dimana dia sekarang? Bagaimana rupanya? Bagaimana kehidupannya? Karirnya? Kakek sama sekali tidak tahu Satria."


Axton tertunduk dengan isak tangisnya, dia sangat ingin mengetahui bagaimana kehidupan cucu laki laki pertama.


Axton hanya memiliki empat orang cucu, dua perempuan yaitu Angela dan Iren, dua laki-laki yaitu Satria dan Jevan.


Axton sudah berjanji pada dirinya sendiri, dia akan mewariskan sebagian besar aset perusahaan pada cucu laki-laki yang Axton anggap layak untuk meneruskan perusahaannya.


Axton juga berjanji, sebelum Axton menemukan Jevan, dia tidak akan membagi aset kekayaannya kepada cucu yang lain.


••••


Klik like ya 😉