Sandara

Sandara
Berlebihan



Satria menghentikan laju mobil sport miliknya sekitar pukul sepuluh malam di depan gerbang kosan Alexa. Sementara Alexa masih tidak habis pikir dari mana Satria tahu kalau dirinya tinggal di sekitar sini.


"Jangan tanya dari mana aku tahu bahwa kamu tinggal disini."


Satria sudah sangat pandai membaca isi pikiran Alexa.


"Tapi motor ku masih di parkiran kampus Satria."


Seingat Alexa memang motor sport kesayangannya dia tinggalkan di kampus, setelah aksi pemaksaan dari Satria yang membawanya pulang sampai larut malam.


"Aku sudah suruh orang untuk membawa motor kamu ke kosan. Apa perlu aku beliin kamu mobil? Aku takut dengan keselamatan kamu sayang."


Rasanya Satria terlalu berlebihan memperlakukan Alexa. Pria itu sudah menganggap Alexa resmi sebagai kekasihnya. Bahkan Satria tidak canggung memanggil Alexa dengan panggilan sayang, meski Alexa bilang dia butuh waktu untuk menerima Satria. Ternyata alasan itu tidak menyurutkan anggapan Satria terhadap Alexa.


Bagi Satria Alexa hanya butuh waktu untuk membiasakan diri bersanding dengannya.


"Tidak perlu!"


Tegas Alexa yang langsung menolak tawaran Satria. Menurut Alexa ide Satria sangat berlebihan.


"Aku khawatir dengan keselamatan kamu sayang, apalagi melihatmu bekerja di club malam, itu semakin membuatku tidak bisa tidur."


Satria tidak suka melihat Alexa bekerja di tempat laknat seperti itu, tentunya keselamatan Alexa sangat terancam.


"Aku bisa jaga diri Satria, lagi pula aku hanya sebagai waitress disana, tidak menjajakkan diri sebagai wanita. . ."


Seketika itu juga Alexa menggerakkan jemari telunjuk dan tengah di kedua tangannya, seolah mengatakan wanita tanda kutip, karena mulut Alexa tidak sampai hati untuk merendahkan wanita.


"Tetap saja aku harus selalu mengawasimu, atau kamu tidak perlu lagi bekerja, biar aku yang menanggung biaya hidupmu."


Cinta Satria untuk Alexa benar benar gila, sudah membuat Satria ingin melakukan apapun untuk Alexa.


"Kamu terlalu berlebihan. Biarkan aku tetap menjalani hidupku seperti biasa, lagi pula skripsi ku sudah selesai, tinggal sidang akhir, terus wisuda. Impian ku cuma satu, yaitu bisa bekerja di perusahaan besar dengan gelar S1 yang aku dapatkan."


Alexa tidak ragu menyampaikan mimpinya di samping Satria.


"Baiklah, tapi jangan larang aku kalau aku kirim bodyguard kesana untuk menjaga kamu sayang."


Posisi menjadi berbalik, kini Satria yang justru posesif dengan pacar barunya, berbeda saat Satria menjalin hubungan bersama Gresia.


"Lebay banget sih."


Alexa menggerutu, tidak ingin diperlakukan berlebihan oleh Satria.


Apa yang disarankan Satria memang ada benarnya juga, keselamatan Alexa sewaktu waktu bisa saja terancam.


"Mau berhenti kerja atau nurut pake bodyguard?"


Satria semakin mengancam Alexa.


Mau tidak mau Alexa harus menuruti usulan Satria.


"Baiklah.."


Kemudian Satria mengacak rambut Alexa dengan gemas, senyum pun selalu merekah dari bibir coklat Satria.


"Ya sudah aku pamit, sudah malam."


Alexa pun bergegas membuka pintu mobil, belum sempat pintu mobil terbuka, tiba tiba tangan Satria langsung menahan pintu di samping Alexa. Kemudian tangan Satria yang satunya meraih wajah Alexa untuk saling tatap.


Degub jantung Alexa pun terasa seperti mau meledak saat merasakan hembusan nafas Satria, akibat jarak mereka yang terlalu dekat.


Sesaat mereka saling tatap tanpa kata, hanya sepasang mata yang berbicara, berusaha menyampaikan perasaan mereka satu sama lain.


Bisikkan Satria semakin membuat jantung Alexa berdegub kencang, bahkan Alexa sangat takut kalau Satria merasakan getaran cinta yang kini dirasakan oleh Alexa.


Alexa hanya menganggukkan kepala dengan senyuman yang terlihat sangat manis di mata Satria. Kemudian melepaskan tangan Satria dari wajahnya untuk beranjak turun dari mobil, sebelum Satria memperlakukannya lebih jauh lagi.


Dalam lubuk hati Satria sebenarnya sudah ingin sekali merasakan bibir manis Alexa. Sejak makan malam Satria sudah tak kuasa menahan gejolak hati dan nafsunya, namun Satria tahu betul bahwa Alexa bukanlah tipe wanita yang semudah itu untuk melakukan ciuman, apa lagi di kencan pertama mereka. Satria tidak ingin meninggalkan kesan buruk di mata Alexa.


"Aku pulang dulu ya sayang, good night."


Ujar Satria sambil menatap Alexa yang kini sudah berdiri di depan gerbang kosan. Alexa pun hanya memberikan senyuman manisnya pada Satria.


•••


Setelah mobil Satria berlalu dari hadapan Alexa, tiba tiba sosok wanita cantik datang menghampiri Alexa, memanggil nama Alexa dengan nada begitu angkuh. Panggilan itu seketika menghentikan langkah Alexa yang hendak membuka pintu gerbang.


"Aku ingin bicara denganmu Alexa."


Ternyata mantan kekasih Satria yang datang menemui Alexa.


Gresia datang menemui Alexa dengan gurat emosi yang sudah tak terbendung lagi.


"Iya Gres, ayo masuk."


Dengan santainya Alexa mengajak Gresia memasuki pelataran kosan, kebetulan disana sudah tersedia meja dan kursi, suasana di teras kosan pun sudah sepi.


"Jadi kamu penyebab Satria mutusin aku?"


Alexa hanya tertunduk diam tak mengerti atas tuduhan Gresia barusan.


"Gak nyangka ya, ternyata dibalik wajah polos, kamu pandai memikat cowok orang."


Telinga Alexa terasa panas saat mendengar pernyataan Gresia. Ingin sekali Alexa melawan kata kata pedas Gresia, tapi mengingat waktu yang sudah malam, Alexa tidak ingin mencari keributan. Alexa takut mengganggu penghuni kosan yang sudah beristrahat di kamar masing masing.


Kedatangan Gresia sudah mampu Alexa duga sebelumnya. Saat Satria meminta dirinya untuk menjadi kekasih, suatu saat Gresia pasti akan datang menuntut pada Alexa, dan benar saja, dugaan Alexa sangat tepat.


"Aku sangat mencintainya Alexa. Berapa banyak uang yang kamu butuhkan? Aku yakin kamu menerima Satria hanya karena uangnya saja."


Hinaan Gresia tidak tanggung tanggung, membuat Alexa sangat geram akan tingkah Gresia yang sudah merendahkan dirinya.


"Aku tidak serendah itu Gres. Harusnya kamu berkaca diri tentang alasan Satria mutusin kamu. Kalau kamu mau mengambil Satria kembali silahkan saja, kamu tinggal memohon pada Satria untuk tidak dekat dekat denganku lagi."


Mendengar jawaban Alexa membuat Gresia semakin geram. Rahangnya pun semakin mengeras, dan kedua tangan Gresia sudah mengepal untuk melampiaskan emosi.


"Berani kamu Alexa sama aku!"


Kecam Gresia. Alexa hanya menghela nafasnya dalam, lalu bangkit mengumpulkan energi untuk bisa meninggalkan Gresia. Alexa tak ingin lagi mempedulikan Gresia.


"Aku belum selesai bicara Alexa!"


Ucapan Gresia sesaat menghentikan langkah Alexa.


"Gresia aku peringatkan lagi sama kamu, aku sama sekali gak peduli soal hubungan kamu dengan Satria. Kalau kamu masih bersikeras meminta aku menjauhi Satria akan aku lakukan, tapi apa kamu bisa menjamin Satria untuk tidak menggangguku lagi?"


Respon yang sangat tepat yang diberikan oleh Alexa. Sementara Gresia hanya diam mencari kalimat yang tepat untuk melawan ucapan Alexa.


"Temui Satria sekarang juga, katakan padanya mulai detik ini jangan datang menggangguku lagi."


Tandas Alexa, kemudian Alexa melanjutkan langkahnya meninggalkan Gresia seorang diri di teras kosan dengan wajah memerah. Bulir bening pun mulai membasahi pipi mulus Gresia, seketika itu juga Gresia pergi dengan langkah tergesa gesa meninggalkan kosan Alexa.


••••


Klik like ya 😉