Sandara

Sandara
Suruhan siapa?



Setelah makan malam selesai, Alexa dan Satria sedang asyik menikmati indahnya udara malam di taman belakang rumah.


Alexa duduk bersandar di sofa yang menghadap taman. Semilir angin begitu sejuk menerpa pipi mulusnya, lalu dihirupnya dalam dalam udara yang menyegarkan, tanpa menghiraukan kehadiran Satria yang sedang bermanja dengan merebahkan tubuhnya di atas paha Alexa.


Satria menengadahkan kepalanya, pandangannya hanya tertuju pada Alexa. Mungkin karena rasa rindunya yang akhir akhir ini menyiksa pikiran Satria, dan betapa bahagianya hati Satria malam ini, dia bisa melepas kerinduannya terhadap Alexa.


"Boleh nggak sih waktu berhenti dulu sesaat, kalau kita lagi begini."


Ujar Satria yang masih menatap wajah ayu sang kekasih.


"Kamu suka mengada ngada sayang."


Alexa kini membelai kepala Satria yang masih nyaman di pangkuannya. Ini pertama kalinya Satria berada dalam posisi seperti ini, terlihat jelas wajah Satria yang begitu menikmati kenyamanan serta kehangatan Alexa.


"Sayang, kelak kalau kita menikah mau punya anak berapa?"


Pertanyaan Satria seketika melengkungkan bibir tipis milik Alexa, wanita itu menahan senyum yang begitu menggelitik hatinya.


"Emmm aku sih pengennya anak kita dua saja cukup."


Jawaban Alexa terlalu simple di telinga Satria.


"Apa kamu yakin sayang?"


"Yakin, seyakin yakinnya. Mau laki laki atau perempuan, kalau sudah dua cukup."


Alexa kembali menegaskan pernyataannya sambil menarik hidung mancung Satria.


"Aku pengennya punya anak sebanyak banyaknya."


Ujar Satria, lalu bangkit dari pangkuan Alexa.


Kini Satria membenamkan wajah Alexa ke dalam dada bidangnya. Alexa pun merasakan kenyamanan dalam pelukan Satria, menikmati aroma khas tubuh pria bermata hitam pekat itu.


"Aku mencintaimu Alexa Sandara. Tetaplah seperti ini, tetaplah selalu di sisiku."


Ungkap Satria dengan mencium puncak kepala Alexa penuh sayang.


Alexa hanya menganggukkan kepalanya tanpa berucap sepatah kata pun. Wanita itu hanya mencoba menikmati kenyamanan yang Satria berikan.


Harus diakui kalau Satria lelaki hebat yang sudah meruntuhkan pertahanan hati Alexa. Belum pernah hati Alexa jatuh pada lelaki manapun, hanya Satria yang berhasil meluluhkan hatinya.


•••


Langit senja mulai meredup bercampur mendung, sepertinya sebentar lagi gemercik hujan akan turun.


Gadis berambut lurus coklat sepunggung baru saja keluar dari kantor Van`s Corporate. Motor sport hitam miliknya sengaja ia tinggalkan di basement kantor saat melihat cuaca yang sepertinya akan hujan.


Rasanya sangat tidak mungkin bagi seorang Alexa untuk berkendara motor sendirian menerjang hujan.


Jemari Alexa mencoba membuka aplikasi angkutan online dari ponselnya, berusaha mencari jasa angkutan online untuk mengatarkannya pulang ke rumah mewah milik Satria.


Satria tidak akan tinggal bersama karena status mereka yang belum menikah, lagi pula Alexa sudah meminta pada Satria untuk tidak tinggal satu atap bersamanya.


Jika Satria tidak menuruti syarat yang Alexa ajukan, maka Satria harus membiarkan Alexa tetap tinggal di kosan.


Hal ini yang membuat Satria terpaksa untuk menuruti permintaan Alexa.


Satria tidak ingin membiarkan kekasihnya tinggal di kosan sendirian, karena itu akan mengancam keselamatan Alexa.


•••


Sudah sekitar lima belas menit Alexa menunggu angkutan online, namun tak kunjung datang juga.


Entah sudah berapa puluh kali tawaran dari beberapa karyawan pria di Van`s Corporate menawarkan diri untuk mengantarkan Alexa pulang, namun Alexa menolak semua tawaran tersebut.


Bahkan Alexa merasa sangat risih pada semua laki-laki yang menawarkan diri untuk mengantarkannya pulang, sehingga Alexa memutuskan untuk berjalan sendirian menuju toko swalayan yang terletak di samping kantor, sekitar bangunan ketiga dari kantor tempatnya bekerja.


Niatnya Alexa akan membeli beberapa cemilan untuk mengisi perutnya yang mulai keroncongan setelah seharian bekerja.


Alexa pun berjalan menembus langit yang mulai gerimis, namun saat baru saja keluar dari gerbang kantor, Alexa merasakan seperti ada yang mengikutinya dari belakang, tapi saat Alexa menengok ke belakang tidak ada siapapun disana.


"Mungkin perasaanku saja."


Gumam Alexa sendirian, lalu dia kembali melanjutkan langkahnya.


Baru saja Alexa mengambil lima langkah ke depan, tiba tiba tangan kekar menarik tubuhnya dengan kasar. Hampir saja Alexa terjungkal ke belakang, lalu kedua pria berbadan besar seperti bodyguard dengan sigap menangkap tubuh ramping Alexa.


Alexa pun menjerit ketakutan, berusaha meminta pertolongan. Sayangnya, tak ada satupun orang yang berani menolong Alexa, karena aksi brutal dari salah satu pria tersebut yang langsung mengacungkan pisau belati tepat di leher Alexa, seolah mengatakan bahwa :


"Kalau ada yang berani maju satu langkah saja, habislah nyawa Alexa."


Gadis cantik bertubuh langsing mengenakan kemeja merah marun dengan rok hitam selutut itu dipaksa masuk dengan kasar ke dalam mobil.


Rupanya aksi kriminal terhadap Alexa tidak luput dari pandangan sosok pria dibalik mobil ferari hitam. Ferari itu berada sekitar lima meter di belakang mobil yang membawa Alexa.


Pria yang menatap kepergian Alexa itu yakin kalau kedua pria yang sudah membawa Alexa pasti suruhan dari seseorang yang sengaja berniat menculik Alexa.


Pertanyaannya siapa yang berniat menculik Alexa?


Adakah sosok dewa penolong yang hadir untuk Alexa?


Alexa berharap Satria akan datang menolongnya, sayangnya Satria pun tidak mengetahui bahwa kekasihnya saat ini dalam bahaya.


Tidak ada hal lain yang dapat dilakukan oleh Alexa selain pasrah dan berdoa agar dirinya masih berada dalam lindungan Tuhan.


Kini mulut Alexa sudah dibungkam dengan obat bius, seketika dalam hitungan sepuluh detik saja tubuh Alexa sudah terkulai lemas dan tak sadarkan diri.


••••


Klik like ya ♡♥