
Malam ini suasana restoran mulai sedikit ramai pengunjung, cukup membuat Alexa merasa sedikit lelah.
Rasa lelah itu selalu berusaha Alexa tepiskan, mengingat tuntutan pekerjaannya yang harus tetap Alexa kerjakan sampai waktu pulang tiba.
Sosok wanita cantik dengan rambut panjang coklat curly datang memasuki restoran, lalu dengan santainya dia duduk di meja nomor 96. Sementara meja tersebut sudah direservasi oleh salah satu pengunjung.
Alexa yang melihat pemandangan tersebut segera datang menghampiri tamu cantik yang duduk santai disana.
"Selamat malam nona."
Alexa memberanikan diri menyapa wanita itu. Dia masih tetap mengacuhkan Alexa, sementara tangannya masih sibuk dengan ponsel.
"Maaf nona untuk meja nomor 96 sudah ada yang reservasi lebih dulu."
Alexa menjelaskan maksud dan tujuannya menghampiri wanita itu.
Alexa berusaha untuk sopan dengan membungkukkan punggungnya di hadapan wanita tersebut, lalu wanita itu langsung menatap tajam ke arah Alexa.
"Oh, jadi kamu kerja disini Alexa."
"Kasihan sekali."
Wanita cantik itu ternyata Gresia, Alexa pun baru menyadari kalau itu adalah Gresia.
"Maaf nona Gresia, untuk meja nomor 96 sudah ada yang mereservasi lebih dulu."
Alexa masih mencoba profesional di hadapan Gresia, walau di dalam hatinya sudah terucap ribuan makian untuk wanita manja yang hobinya hanya menghambur hamburkan uang orangtua.
"Apa kamu mengusirku Alexa?"
Alexa hanya menghela nafasnya dalam, mencoba mengumpulkan rasa sabar untuk menghadapi Gresia.
"Bukan niat saya untuk mengusir nona Gresia, saya hanya menjalankan aturan di restoran ini saja."
Penjelasan Alexa tidak menghasilkan apapun. Gresia masih tetap duduk disana dengan sikap angkuhnya yang tak luput dari pandangan Satria di seberang sana.
Satria akan menepati janjinya pada Gresia kalau dia akan menemui Gresia di restoran.
"Alexa, apa kamu tidak tahu siapa pemilik restoran ini?"
Tanya Gresia dengan raut wajah yang sangat geram pada Alexa.
Alexa hanya menggelengkan kepalanya pelan, dia sama sekali tidak tahu siapa pemilik restoran ini.
Bagi Alexa siapapun pemiliknya itu tidak penting. Persetan dengan itu semua, yang terpenting bagi Alexa hanyalah soal hak dan kewajiban seorang karyawan saja, selebihnya Alexa tidak ingin mengetahui apapun.
"Asal lo tahu Alexa, restoran ini milik Bayu Firmansyah. Bokap dari pacar gue, Satria Rhaditya Firmansyah. Jadi, lo jangan seenaknya usir usir gue Alexa."
Kata kata yang diucapkan oleh Gresia penuh dengan penekanan, seolah menyampaikan pesan bahwa dirinya memiliki kekuasaan lebih di restoran ini.
"Maaf nona Gresia, maafkan saya sebelumnya. Siapapun pemilik restoran ini tetap saja harus tunduk dan patuh pada aturan yang berlaku. Bukankah peraturan itu dibuat mengikat semua kalangan yang ada di restoran ini?"
Gresia semakin geram akan respon Alexa, kemudian supervisor Alexa datang menghampiri meja dimana Alexa dan Gresia berada.
"Maaf nona Gresia atas ketidaknyamanan yang telah Alexa buat. Silahkan nona pakai saja mejanya, biar nanti pengunjung yang sudah reservasi kita arahkan ke meja lain."
Reza selaku SPV di restoran itu mencoba melerai situasi.
Kedua bola mata Reza memberikan kode pada Alexa, menyuruhnya untuk menuruti saja permintaan Gresia.
Kode yang Reza berikan cukup mudah Alexa mengerti, karena Alexa pun tidak ingin berdebat lebih lanjut lagi dengan Gresia.
•••
"Nona Gresia mau pesan apa?"
Alexa menyodorkan buku menu di meja.
"Gue pesen air mineral dulu, cowok gue belum datang. Nanti menunya gue pilih kalau Satria kesayangan gue sudah datang."
Dengan sombongnya Alexa menyebut nama Satria, mengakui Satria sebagai pacarnya di hadapan Alexa.
"Baik nona."
Hanya itu jawaban Alexa. Kemudian Alexa pergi meninggalkan Gresia untuk mengambilkan air mineral.
Tingkah Gresia sangat menyebalkan sekali di mata Alexa. Sikap Gresia sangat cocok dengan Satria, sama sama menyebalkan dan angkuh.
Setelah memastikan Alexa pergi, barulah Satria datang menghampiri meja Gresia.
"Sayang lama banget sih?"
Rajuk Gresia, berusaha manja di hadapan Satria.
"Kamu gak mikir kalau aku sibuk di kantor, seenaknya kamu minta ketemu disini."
Akhir akhir ini Satria sudah muak dengan semua sikap Gresia yang kekanakan dan terlalu posesif.
"Kok kamu ngomongnya begitu sih?"
Gresia kecewa akan ucapan Satria barusan, apalagi wajah Satria terlihat malas saat menemuinya.
"Tolong Gres ngertiin aku sedikit saja, ngertiin kesibukan aku di kantor."
Gresia justru membulatkan matanya, tak terima akan permintaan Satria yang ingin diberikan waktu untuk urusan kantor.
"Kenapa sih kamu berubah akhir akhir ini?"
Satria mendengus kesal akan ucapan Gresia. Apalagi nada bicara Gresia yang mulai meninggi, membuat semua mata pengunjung fokus pada meja mereka.
"Kita putus!"
Satria menekankan kata putus tepat di hadapan wajah Gresia.
Dalam sekejap mata membuat sikap angkuh Gresia runtuh setelah mendengar kata putus dari mulut Satria.
"Apa kamu serius Sat?"
Mata Gresia mulai berkaca kaca, menahan buliran bening yang sudah siap jatuh.
Cinta Gresia begitu besar untuk Satria, tidak mungkin Gresia mau diputuskan begitu saja oleh Satria.
"Aku serius Gres. Aku capek sama hubungan kita."
Satria memalingkan wajahnya, tak tega melihat kesedihan yang dirasakan oleh Gresia.
Semua ini harus Satria lakukan, dia sudah tidak tahan akan semua sikap posesif Gresia yang sering cemburu tanpa alasan.
Gresia selalu menelpon Satria hampir di tiap detik. Apalagi kalau chattingnya tidak dibalas oleh Satria, semakin kencang saja Gresia menghubungi Satria.
"Apa kamu menyukai wanita lain Satria?"
Satria menggelengkan kepalanya, lalu ditatapnya Alexa yang berjalan mendekati meja mereka dengan membawa segelas air mineral yang dipesan oleh Gresia tadi.
Alexa menyodorkan gelas tersebut di meja, namun tangan Gresia tidak sengaja mendorong gelas tersebut, gelas pun jatuh bebas di lantai.
Praaaakkkkk!
Terdengar suara percikan gelas pecah di lantai.
"Alexa kerja yang becus dong!"
Jelas jelas Gresia yang menjatuhkan gelas. Kenapa sikap Gresia justru menyalahkan Alexa?
"Maaf nona Gresia, maaf. Saya tidak sengaja."
Alexa mulai ketakutan melihat gurat amarah Gresia.
"Kamu sengaja kan melakukan ini? Bilang saja kamu iri sama aku!"
Betapa busuknya hati Gresia sudah menyangka yang tidak tidak pada Alexa.
Teriakan Gresia barusan membuat Reza kembali mengecek apa yang terjadi di meja nomor 96.
"Alexa ada apa lagi?"
Kembali Reza menanyakan keributan yang telah terjadi pada Alexa.
"Tolong kamu urus karyawan kamu. Punya karyawan gak becus."
Gresia memaki Alexa di hadapan Reza.
"Maaf nona Gresia, maaf."
Reza masih mencoba meredam emosi Gresia.
"Kamu kira dengan maaf semua akan selesai."
Gresia masih nampak begitu angkuh, seolah mencari cari pelampiasan emosi akibat diajak putus oleh Satria.
"Cukup Gres! Aku muak dengan semua sikap kamu."
Satria membentak Gresia. Menurutnya sikap Gresia sudah keterlaluan.
"Sekarang juga kamu pecat pelayan bodoh ini. Kalau tidak, kamu yang akan aku pecat."
Gresia mengintimidasi Reza untuk mengeluarkan Alexa dari restoran.
"Tapi pak Reza, ini sepenuhnya bukan salah saya pak."
Reza yang merasa posisinya terancam, mau tidak mau harus menuruti keinginan Gresia.
Kalau Reza tidak menuruti keinginan Gresia, justru dirinya yang terancam dipecat dari restoran ini.
Kontribusi kedua orang tua Gresia terhadap restoran milik ayah Satria cukup berperan, membuat Gresia seenaknya bertingkah.
"Alexa mulai besok kamu tidak usah datang kesini lagi."
Reza pun berlalu setelah mengatakan kalimat yang sangat menusuk hati Alexa.
"Apa kamu puas Gres?"
Alexa menekan ucapannya dengan sorot mata tajam.
Kemudian Alexa melangkahkan kakinya, mencoba mengejar Reza. Harapan Alexa masih ingin tetap bekerja.
Alexa tidak sanggup membayangkan kalau sampai kehilangan pekerjaan ini.
Mau kemana lagi Alexa akan mencari pekerjaan?
••••
Like and comment yah 😘