
Alexa sudah sampai di area parkir kantor, sementara Jevan sudah menghambur dari Van`s Corporate. Alexa tidak mau mempedulikan lelaki mesum itu, terserah kemanapun Jevan pergi yang penting dia bisa lepas dari kejaran Jevan.
Kedua bola mata Alexa terhentak saat dilihatnya mobil sport yang sangat Alexa kenal, beberapa detik pemilik mobil itu turun, melenggangkan langkahnya mendekati Alexa.
"Dari mana kamu tahu kantor ku disini?"
Ternyata Satria yang datang untuk menjemput Alexa.
Satria hanya tersenyum mendengar pertanyaan Alexa, terkadang Satria sering merasa kalau Alexa belum menjadi miliknya seutuhnya. Mungkin karena sikap Alexa yang tak pernah terbuka pada Satria, bahkan Alexa bekerja di Van`s Corporate pun Satria tahu bukan dari mulut Alexa langsung.
Sikap Alexa terasa sangat berbeda dengan wanita wanita sebelumnya, yang sudah dipacari oleh Satria.
"Karena aku calon suamimu."
Ujar Satria santai dengan senyum yang terpatri indah di wajahnya. Seketika wajah Alexa merona tersipu malu mendengar ucapan Satria.
"Ayo pulang, aku laper."
Ujar Satria lagi, lalu tangan Satria menarik pinggang ramping Alexa, mengajaknya untuk segera masuk ke dalam mobil.
Sesampainya di dalam mobil Satria tidak langsung menyalakan mesin mobil, dia termenung sesaat, dan itu membuat Alexa sedikit heran melihat ekspresi wajah Satria, lalu ditatapnya Satria dengan penuh selidik.
"Hey ada apa?"
Alexa takut kalau kekasihnya dalam masalah, apalagi intensitas komunikasi mereka berdua tidak seintens biasanya, akibat kesibukan Alexa dengan pekerjaan baru sampai tidak ada waktu untuk membalas chatt dari Satria.
Kini Satria menatap lekat wajah cantik Alexa.
"Aku tiba tiba merasa takut sayang."
Ujar Satria dengan gurat cemas yang terbias dari mata pekat Satria.
"Takut kenapa Satria?"
Alexa masih bingung dengan pengakuan Satria.
"Aku takut akan ada laki laki yang berusaha merebut kamu dariku, kalau kamu bekerja di kantor sebesar ini."
Naluri posesif Satria akhir akhir ini sering muncul, namun Alexa memberikan respon yang berbeda dari Satria. Alexa hanya tersenyum geli mendengar pengakuan Satria.
"Kamu kok jadi posesif gini."
Alexa masih tak percaya akan sikap Satria, dulu saat bersama Gresia justru Satria tidak suka diperlakukan posesif, tapi sekarang keadaan berbalik, justru Satria yang menjadi posesif terhadap Alexa.
"Secara kamu cantik begini sayang."
Satria langsung mencubit pipi mulus Alexa, lalu dia menyalakan mesin mobil, bersiap pulang ke rumah mewah pribadinya.
Bukannya mengantarkan Alexa ke kosan, Satria justru membawa Alexa pulang ke rumahnya.
•••
Sesampainya di rumah milik Satria yang bisa Alexa lakukan hanya menghela nafasnya dalam, akibat kecurangan Satria yang tidak mengantarkannya pulang.
"Licik kamu, gak anterin aku pulang."
Alexa masih mendengus kesal dengan melipatkan kedua tangannya di depan dada.
"Sayang beberapa hari ini kita tidak bertemu akibat kesibukan masing masing, dan aku sudah tidak tahan buat nahan kangen sama kamu."
"Tapi gak mesti bohong juga kali."
Alexa kecewa akan sikap Satria yang tidak jujur, harusnya Satria bilang di awal kalau dia akan membawa Alexa ke rumah.
"Iya, iya, aku salah. Aku minta maaf, udah jangan ngambek ya, please."
Akhirnya Satria mengakui kebohongannya, bahkan sampai berlutut di hadapan Alexa.
Pria itu tak kuasa melihat wajah Alexa yang sudah ditekuk masam akibat kebohongannya sendiri. Melihat Satria yang sedang berlutut di hadapannya, membuat Alexa tidak tahan menahan tawa, menurutnya permintaan maaf Satria terlalu berlebihan.
"Iya aku maafin. Ayo bangun! Gak usah jongkok gitu."
Alexa menarik lengan kekasihnya, memaksanya untuk berdiri.
Kemudian Alexa melenggangkan langkahnya menuju dapur, dia ingat kalau Satria sudah kelaparan sejak dia baru datang di parkiran kantor Van`s Corporate.
Rencananya Alexa akan memasak untuk Satria. Sesampainya di dapur Alexa langsung menanak nasi, dan membuat sop ayam, karena bahan yang ada hanya itu.
Sepertinya Satria sengaja tidak mau membeli makanan cepat saji, karena hari ini Satria ingin merasakan masakan Alexa.
Aroma sedap tercium di hidung Satria, lalu langkahnya menuju dapur yang masih dihuni oleh Alexa dengan kesibukannya menyiapkan makan malam.
Saat Alexa mengambil satu mangkok sop ayam, tiba tiba tangan kekar milik Satria sudah melingkar di pinggang ramping Alexa dari belakang, wajah Satria bergelayut manja di ceruk leher Alexa.
"Sayang, hari ini aku bahagia sekali, bisa memelukmu seperti ini."
Sebenarnya Alexa merasa sedikit risih dengan perlakuan manja Satria disaat yang tidak tepat, seketika mangkok yang berisi sop tersebut Alexa letakkan di kitchen set, lalu tubuh Alexa berbalik arah agar bisa berhadapan dengan Satria.
"Jangan usil, katanya sudah lapar."
Ujar Alexa sambil menatap pria tampan di hadapannya, kemudian Alexa mencubit hidung mancung milik Satria yang sudah menjadi bagian favorit Alexa. Menurut Alexa bentuk hidung milik Satria terlihat sangat indah.
"Aku ingin kamu tinggal disini sayang."
Ujar Satria yang masih mengkhawatirkan keselamatan Alexa yang tinggal sendirian di kosan.
"Kita belum resmi menikah, mana mungkin aku tinggal disini."
Alexa mencoba menepiskan keinginan Satria, dan mengingatkan Satria kalau hubungannya belum sejauh itu.
"Makanya aku ingin kita cepat cepat menikah Lexa."
Alexa menghela nafasnya saat mendengar ucapan Satria yang sudah tidak sabar ingin menikahinya. Harusnya Satria ingat akan pengakuan Alexa yang tidak ingin menikah muda.
Melihat raut wajah Alexa yang sedikit kecewa membuat Satria merasa tidak enak, karena janjinya pada Alexa adalah menunggu sampai Alexa siap untuk menikah.
"Mendingan sekarang kita makan, katanya kamu sudah lapar."
Tawar Alexa yang mencoba melepaskan diri dari keheningan.
Tangan Alexa begitu gesit membawa hasil masakannya ke meja makan, lalu keduanya pun asyik menikmati makan malam bersama.
Batin Satria mengatakan ini adalah kebahagiaan yang tak pernah ia temukan sebelumnya, sosok Alexa yang hangat, dan penuh perhatian, membuat Satria tidak sabar ingin segera meresmikan hubungannya ke jenjang pernikahan.
••••
Klik like ya ♡♥