Sandara

Sandara
Happy engagement



Sementara suasana di rumah megah milik Satria menampilkan wajah Satria yang murung dan gelisah.


Ada perasaan sedih dan lelah yang dirasakan oleh Satria. Semua itu terlihat jelas dari kantung matanya yang menghitam, akibat kurang tidur.


Semalaman Satria tidak tidur sama sekali, staminanya terkuras habis setelah mencari keberadaan Alexa.


Handphone Alexa sudah tidak aktif, semua tempat yang memungkinkan Alexa berada sudah dia kunjungi, namun hasilnya pun nihil.


Akhirnya Satria mengutus seseorang untuk mencari keberadaan kekasihnya, dan tetap saja tak ada hasil.


"Dimana kamu Alexa?"


Gumam Satria yang sudah kehilangan harapan.


Tak mampu Satria bayangkan jika Alexa pergi dari hidupnya, sudah pasti hidup Satria akan hancur. Impiannya bersama Alexa harus musnah.


Wanita yang sudah menjadi tempat terindahnya kini menghilang tanpa kabar, terakhir Alexa membalas pesan whatsapp saat Alexa memberitahukan bahwa dirinya akan pulang ke rumah milik Satria.


"Aghhhhhhhrrrrrrrr!"


Satria menghempaskan vas bunga yang ada di meja ruang tamu, pikirannya sudah terlalu kalut memikirkan keberadaan kekasihnya.


Air mata Satria berderai di kedua pipi tegasnya. Belum pernah Satria semurka ini saat kehilangan kekasih.


Hubungan Satria dengan Alexa baru saja berjalan sekitar tiga bulan, namun semua yang Satria rasakan seperti sudah terjalin lama.


Pria bermata hitam pekat itu kembali termenung sesaat, lalu bangkit mengayunkan langkahnya menuju taman belakang rumah.


Tangan kekar Satria menarik satu bungkus rokok dari saku kemejanya, lalu dengan cepat menyalakan pematiknya, dihisapnya dalam dalam sebatang rokok tersebut, berharap hatinya bisa sedikit lebih baik.


Baru saja berjalan tiga hisapan rokok dengan posisi mata Satria yang terpejam, dan menyandarkan tubuhnya di sofa, tiba tiba handphone Satria berdering.


Sebenarnya Satria sedang tidak ingin diganggu oleh siapapun, namun saat matanya melihat nama dibalik layar ponsel, terpampang nama Papih, membuat Satria langsung terperanjat.


"Ada apa?"


Satria menjawab telpon Bayu tanpa rasa hormat sedikitpun, batinnya lelah dengan semua kelakuan ayahnya yang sering mengatur, seolah menganggap Satria seperti boneka.


"Anak nakal, pulang kamu!"


Pasti akan ada hal penting yang akan Bayu bicarakan dengan Satria.


Walau Satria belum berumah tangga, dia enggan untuk tinggal bersama ayahnya. Satria lebih memilih hidup sendiri dalam kebebasan.


Sebenarnya apa yang akan Bayu sampaikan pada Satria?


Kepentingan Bayu pasti tidak akan berbeda dengan sebelumnya. Bayu pasti akan memaksa Satria untuk melakukan hal yang dia inginkan, terkadang Satria sering merasa kalau dirinya dianggap seperti boneka oleh ayahnya.


"Jangan membantah."


"Papih tunggu sekarang juga."


Bayu kembali menekan kalimatnya di seberang sana. Pria paruh baya itu seperti mengerti kalau Satria enggan untuk datang menemuinya.


Sambungan telpon pun terputus, bukan karena Bayu yang memutuskan, tapi Satria lah yang merasa malas dengan ayahnya.


•••


Pagi pagi buta Alexa terbangun dari tidurnya, matanya masih mengerjap, berusaha mengumpulkan kekuatan untuk menyadari apa yang telah terjadi semalam bersama Jevan.


Kemudian Alexa melihat tubuhnya yang tak berbalut sehelai benang pun, kecuali selimut yang menempel di tubuhnya. Tapi tunggu dulu, dimana Jevan?


Apakah benar semalam Jevan yang sudah merenggut keperawanannya?


Ah, pikiran Alexa semakin berkecamuk. Alexa sudah kehilangan kesuciannya sebagai wanita, dan yang paling penting bagaimana mengatakan semua ini pada Satria?


Dapat dipastikan Satria akan amat sangat kecewa jika tahu semua ini, tapi walau bagaimanapun Jevan lah yang sudah menolong Alexa, rasanya tidak pantas juga kalau Alexa menyalahkan sepenuhnya pada Jevan.


Kalau tidak ada Jevan yang datang menolong Alexa, entah bagaimana nasib Alexa di tangan Bayu, dan Jevan juga yang sudah membantu Alexa melepaskan reaksi obat perangsang yang diberikan oleh Bayu.


Pikiran Alexa semakin menerawang, tergambar wajah Jevan sekilas yang menikmati tubuhnya semalam, bahkan tubuh Alexa juga menerimanya, tapi bayang bayang wajah Satria yang semakin menyayat hati Alexa.


Kini Alexa merasa dirinya tak pantas untuk Satria, Alexa merasa terlalu kotor untuk Satria, cinta diantara mereka telah ternodai, tapi bukan berarti setelah meninggalkan Satria dia akan memilih untuk bersama Jevan.


"Satria.. maafkan aku..."


Ucap Alexa pelan dengan nada bicara terbata, lidahnya terasa sangat kelu saat memanggil nama Satria, mungkin akibat perasaan bersalah.


Alexa menangis tersedu menyesali semua yang telah terjadi. Andai saja penculikan itu tidak pernah terjadi, mungkin semuanya tidak akan seperti ini.


Tangis Alexa tak kunjung henti di kamar Jevan, sampai akhirnya Alexa sadar kalau menangis dan menyesali semua yang telah terjadi tidak akan pernah bisa mengembalikan keperawanan yang telah hilang.


Alexa berusaha bangkit dan melilitkan selimut di tubuhnya, sekuat tenaga dia berjalan menuju toilet untuk membersihkan diri, karena tubuh Alexa masih terasa remuk akibat aktivitas semalam bersama Jevan.


Selamat pagi gadis nakal ku,


maaf aku pergi tanpa pamit.


Ada sedikit urusan di Tokyo, aku harap mulai detik ini kamu tinggal di apartemen saja, kecuali kalau kamu ingin pria itu mengganggumu lagi.


Ponsel, baju, dan kartu atm sudah disiapkan untukmu.


Menurutlah padaku jika kamu ingin selamat dari kejaran pria tua bangka itu.


Menurutlah padaku jika kamu tidak ingin kehilangan pekerjaanmu di Van`s Corporate.


Pin atm adalah tanggal di malam kita melakukan itu.


~ Mr. Je♥


Setelah membaca pesan dari Jevan akhirnya Alexa memutuskan untuk pergi mandi. Niatnya hari ini Alexa akan pergi untuk menemui Satria.


•••


Alexa kini menuju kediaman Satria, namun bukan di rumah pribadi milik kekasihnya, melainkan di rumah sang ayah Satria. Sekali lagi Alexa akan memasuki kandang singa kembali.


Awalnya Alexa mendatangi rumah milik Satria, tapi tiba tiba seorang tukang kebun memberitahukan bahwa Satria semalam pergi ke rumah ayahnya.


Kemudian tukang kebun itu memberikan alamat rumah orang tua Satria pada Alexa, bahkan meminta Alexa untuk segera menemui tuannya, mengingat kondisi Satria yang sudah hampir gila mencari Alexa kemana mana.


Derap langkah Alexa semakin kaku setelah apa yang dilihatnya di area taman rumah, karena disana sudah terpasang dekorasi tenda bernuansa putih, serta manik manik bunga mawar putih tertata rapi.


Rupanya disini sedang merayakan acara pesta pernikahan.


Apakah ini pernikahan Satria?


Batin Alexa mencoba menerka nerka keadaan.


Kalau ini adalah acara pernikahan Satria, mengapa dia setega itu mengkhianati cinta Alexa?


Tapi kalau dipikir kembali Alexa pun lebih tega mengkhianati cinta Satria.


Batin Alexa semakin berkecamuk.


Baru saja Alexa akan mengungkapkan kejadian yang menimpanya semalam, tapi apa yang dia saksikannya sekarang membuat Alexa mengurungkan semua niatan itu.


Satria muncul dengan gagah dalam balutan setelan jas putih, dia bersanding dengan wanita cantik yang mengenakan gaun senada dengan warna pakaian Satria.


Mereka berdiri dengan lengan yang saling terkait di singgasana, menampilkan kemesraan di depan pengunjung.


Raut wajah Satria terlihat sangat tegang meski bibirnya melengkungkan senyuman terpaksa, tapi melihat Satria yang bersanding dengan wanita lain, membuat hati Alexa terasa nyeri tak terkira.


Alexa memalingkan pandangannya ke arah kiri di samping altar, lalu dilihatnya bingkai foto Satria bersama seorang wanita.


Wanita itu adalah Gresia, mantan kekasih Satria yang sudah Satria putuskan sebelum menjalin hubungan bersama Alexa, tapi mengapa justru Gresia yang bersanding dengan Satria?


Dalam bingkai foto tersebut terpampang nama Satria dengan Gresia bertuliskan :


'Happy engagement'


Tulisan yang hanya terdiri dari dua kata, namun terasa sangat menusuk hati Alexa.


Apakah semudah itu hati Satria berpaling dari Alexa?


Hanya karena Alexa pergi tanpa kabar satu malam saja membuat Satria berpindah hati lagi kepada Gresia.


Tapi, bukankah ini adil jika mengingat kembali apa yang Alexa lakukan bersama Jevan semalam?


Batin Alexa meracau memaki dirinya sendiri, Satria pantas melakukan ini padanya. Bukan Satria yang berkhianat disini, melainkan dirinya sendiri.


"Kamu memang berhak melakukan ini padaku Satria."


Ucap Alexa lirih. Air matapun berderai di kedua pipi mulus Alexa, sulit untuk Alexa tahan. Bahkan Alexa tak peduli banyaknya pengunjung yang hadir di acara pertunangan Satria.


Hancur sudah hati Alexa setelah kehilangan keperawanannya, kini dia harus rela melepaskan Satria, melepaskan kekasihnya untuk selama lamanya.


Alexa tahu kalau dia tidak pantas bersanding dengan Satria, tapi bukan berarti harus seketika itu juga menyaksikan Satria bersanding dengan wanita lain.


••••


Sabar ya Alexa 😢


Buat reader klik like ya 😊