Sandara

Sandara
Terpesona



Hati Alexa berdegub kencang ketika mobil sport milik Satria memasuki area basement sebuah hotel mewah.


Batin Alexa meracau, sudah tidak ada pikiran positif lagi tentang Satria.


Kemana dirinya akan dibawa?


Apa yang akan Satria lakukan terhadapnya?


Entahlah, Alexa sedang berada di ujung rasa takut.


Satria turun dari mobil, kemudian membukakan pintu mobil di samping Alexa, namun Alexa yang menyadari itu, segera turun sebelum Satria membukakan pintu untuknya.


Satria kini menggandeng Alexa dengan langkah cepat, cukup menyulitkan Alexa untuk mengimbangi langkahnya saat menuju lift.


Lalu Satria menekan tombol angka tujuh, rasanya lengkap sudah ketakutan Alexa yang kini berada dalam lift hanya berdua.


Satria sengaja menggunakan lift pribadi, karena hotel tersebut masih milik kakek Axton. Sekarang Satria mendekatkan wajahnya tepat di telinga Alexa.


"Menurutlah Alexa jika tidak ingin terjadi yang tidak kamu inginkan."


Bisikkan Satria membuat bulu kuduk Alexa berdiri.


Alexa pun hanya diam tanpa kata, berharap Satria tidak akan melakukan apapun terhadapnya.


Lift pun berdenting, pertanda sampai di lantai tujuh, lalu mereka keluar lift dengan posisi tangan Satria yang masih menggandeng Alexa. Tak lama kemudian mereka berdua memasuki kamar 705.


Kedatangan Alexa dan Satria disambut oleh seorang wanita cantik dengan tubuh ramping, penampilannya pun sudah mirip artis hollywood, sangat stylish dan modis.


"Cinderella sudah datang rupanya."


Ujar wanita itu menyambut kedatangan Alexa, lalu meraih bahu Alexa, melihat Alexa dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"Nona Alexa cantik juga. Wajar saja kalau adikku ini tergila gila padamu."


Wanita itu ternyata kakak Satria. Namanya Angela, parasnya sangat cantik, bahkan model pun kalah jika dibandingkan dengan sosok Angela.


"Maksudnya mba ini kakaknya Satria?"


Alexa mencoba mencerna situasi yang ada, sambil menyelidik kamar hotel. Harusnya kamar ini nampak seperti kamar hotel pada umumnya, tapi kenapa lebih mirip ruangan yang didesain seperti butik dan salon?


Ternyata Angela merupakan salah satu desainer papan atas, karirnya sedang melejit di negara kanguru Australia. Hari ini Angela pulang hanya demi menuruti permintaan adik tirinya.


Angela dan Satria bukanlah saudara kandung, mereka satu bapak beda ibu. Bayu yang merupakan sosok lelaki mata keranjang lebih dulu menikahi ibu Angela, namun hubungan diantara mereka tidak nampak seperti saudara tiri. Kedekatan Angela dengan Satria sudah seperti satu ayah dan ibu.


"Iya Alexa, namaku Angela, kakaknya Satria."


Angela mengembangkan senyumnya begitu manis dan ramah, lalu menuntun Alexa untuk duduk di depan cermin.


"Satria serahkan semuanya padaku."


Ujar Angela seperti menyuruh adiknya pergi.


"Baiklah, aku pamit dulu. Berikan yang terbaik untuk Alexa."


Alexa hanya mampu menatap Satria dari bias cermin di hadapannya. Batinnya tak mengerti, apa mungkin Angela akan mengubahnya menjadi seorang putri cinderella kekinian?


Rasanya sangat di luar dugaan. Alexa sedikit merasa bersalah pada Satria, dia sudah mengira yang tidak tidak, ternyata Satria hanya menginginkan Alexa untuk tampil maksimal di acara makan malamnya.


Lalu bagaimana dengan gaun yang diberikan Satria? Sementara disini sudah berjajar gaun yang sangat mewah.


"Alexa maafkan adikku yang terlalu kekanakkan."


Angela mencoba mengakrabkan diri dengan Alexa, dia tidak ingin membuat Alexa merasa jenuh.


"Bukan Satria namanya mba kalau tidak kekanakkan."


Ucapan Alexa barusan membuat Angela terkekeh. Memang tepat yang diutarakan oleh Alexa. Entah kenapa Alexa sudah mampu mengenal karakter Satria walau baru kenal dalam hitungan hari.


"Ya begitulah sifatnya, kalau sudah punya keinginan harus dituruti, sifat yang sulit dihilangkan sejak kecil."


Melihat dari cara bicara Angela dan cara memperlakukan Alexa sepertinya kedua kakak beradik ini tidak pantas menjadi kakak adik. Sikap Satria sangat berbeda dengan Angela yang begitu ramah dan hangat dengan orang baru.


Alexa masih tidak habis pikir akan pasangan kakak adik ini.


"Alexa kok ngelamun?"


Angela yang masih sibuk merawat rambut Alexa menyadarkan lamunan Alexa.


"Mikirin apa?"


Angela langsung memotong kalimat Alexa.


"Kok bisa ya mba Angela kakak adik dengan Satria? Sepertinya dua pribadi yang berbeda, dua sikap yang berbeda."


Alexa mengutarakan kejanggalannya, membuat Angela terkekeh sesaat.


"Alexa, bahkan yang terlahir kembar pun tidak akan sama sikapnya."


Ujar Angela.


Alexa hanya merespon dengan sebuah senyuman manis, lalu keduanya larut dengan aktivitas make up dengan bumbu bumbu cerita tentang Satria.


•••


Satria sudah rapi dengan setelan jas hitam favoritnya. Tingkahnya sudah melebihi anak ABG yang sedang dimabuk cinta, parfum aroma mint sudah Satria semprotkan di tubuhnya.


Sejak masih di kamar tak henti mulut Satria mendendangkan sebuah lagu untuk mewakili perasaannya saat ini.


Hari yang dinantikannya kini tiba, akhirnya Satria bisa mengajak Alexa dinner dengan suasana romantis yang belum pernah Alexa rasakan sebelumnya. Tentunya momen ini tidak akan Satria sia siakan begitu saja.


Langkah Satria penuh semangat saat menuju mobil di halaman rumahnya. Satria akan kembali menuju hotel untuk menjemput Alexa.


Entah seperti apa rupa Alexa di tangan kreatif Angela?


Rasanya tak mampu Satria bayangkan kecantikan Alexa.


Sepanjang perjalan menuju hotel Satria tidak hentinya bersiul menikmati suasana hati yang bahagia, momen makan malam yang romantis sudah tergambar jelas dalam bayangan Satria.


Selang setengah jam perjalanan akhirnya Satria sampai di kamar 705, matanya langsung mencari Alexa, namun gadis itu tidak tampak disana.


"Sabar brother."


Ujar Angela yang sudah mampu menebak pikiran Satria.


Angela menyambut kedatangan Satria, sirat matanya begitu mudah dipahami oleh Angela kalau adiknya sudah tak sabar ingin melihat Alexa.


Satria hanya merespon ucapan Angela dengan senyuman yang sedikit grogi dan malu malu kucing.


"Alexa pangeranmu sudah datang."


Angela berteriak, mengisyaratkan Alexa untuk datang menemui Satria.


Tak lama kemudian Alexa muncul untuk menemui Satria yang masih berdiri di pintu utama kamar hotel.


Mata Satria terbelalak saat melihat wanita pujaan hatinya datang mengenakan dress hitam panjang di bawah lutut dengan bentuk dress yang fit body, memperlihatkan lekuk pinggul Alexa dengan belahan di bagian belakang yang memperlihatkan kaki jenjang Alexa.


Lengan dress yang panjang sampai siku dengan bentuk bahu terangkat, seperti mengingatkan dress yang sering dikenakan oleh tokoh wanita di film action hollywood.


Mata Satria masih terhipnotis dengan kecantikan Alexa, ditambah lagi bentuk rambut curly di bagian ujung rambut, membuat Alexa terlihat semakin menggemaskan dan lebih feminim.


Angela yang menyadari ekspresi adiknya langsung mengibaskan telapak tangan tepat di depan wajah Satria.


"Satria, are you oke?"


Angela mencoba menyadarkan adik kesayangannya.


"Ehmmmm."


Satria berdehem dan mengacak rambutnya, berusaha menghilangkan rasa grogi di hadapan Alexa.


"Soal fashion, lo emang ahlinya kak."


Bisik Satria memuji hasil karya Angela yang diaplikasikan di tubuh Alexa.


"Alexa buruan berangkat sana, biar pulangnya gak kemaleman."


Angela meraih lengan Alexa, lalu dikaitkannya telapak tangan Alexa dengan lengan kokoh milik Satria. Seketika itu juga Satria tersenyum penuh kemenangan.


••••


Klik like ya 😉