Sandara

Sandara
Will you marry me



Gresia menyaksikan Satria membawa Alexa dengan perlakuan manisnya. Itu sukses membuat dirinya geram, gurat amarah terlihat jelas dari raut wajah Gresia. Kedua bola mata Gresia memandang lurus Satria yang pergi bersama Alexa.


Bahkan sampai mereka berdua masuk ke mobil pun Gresia masih berdiri disana, tangannya tak sengaja meremas botol mineral yang ada dalam genggamannya dengan penuh emosi.


Kemudian tangan Gresia langsung meraih ponsel yang ada dalam tas branded kesayangannya, lalu ditekannya kontak bertuliskan Papah.


Rupanya Gresia menghubungi papahnya. Entahlah apa yang akan diadukan Gresia pada papahnya saat menyaksikan kemesraan Satria bersama Alexa.


"Iya sayang, ada apa?"


Suara di seberang sana menjawab panggilan telpon Gresia.


"Papah, pokoknya Gresia gak mau tahu. Mulai hari ini papah tarik semua perjanjian kerja sama papah dengan Bayu Firmansyah."


Gresia mulai menyusun siasatnya untuk melemahkan Satria. Gresia yakin dengan membatalkan ikatan kerjasama, papahnya dengan ayah Satria pasti akan membuat Satria bertekuk lutut kembali memohon cintanya.


"Kenapa sayang? Apa hubunganmu dengan Satria ada masalah?"


Papah Gresia dapat memahami situasi yang ada, rasanya sangat tidak mungkin jika tiba tiba Gresia meminta memutuskan ikatan bisnis dengan Bayu. Itu pun tidak mungkin dilakukan oleh papah Gresia, karena dia masih sangat membutuhkan peran Bayu untuk perkembangan bisnisnya.


"Satria mutusin aku pah."


Gresia memberitahukan keputusan Satria pada papahnya, seketika itu juga Gresia mematikan sambungan telpon. Bukan hanya Satria saja yang sudah membuatnya kesal, yang membuat Gresia lebih kesal lagi yaitu papahnya yang tidak mampu berbuat apapun untuk Gresia.


•••


Mobil Satria sudah terparkir di halaman rumah mewah pribadinya. Suasana rumah yang terlihat asri banyak pohon besar yang tumbuh di halaman rumah, membuat udara disana terasa begitu sejuk.


Alexa tak mengerti kenapa Satria membawanya kesini?


Atau jangan jangan Satria akan bertindak yang tidak tidak?


Batin Alexa mulai ketakutan.


"Ini rumah siapa Sat?"


Satria tidak menjawab pertanyaan Alexa, dia hanya turun dari mobil dan langsung menuju pintu mobil di samping Alexa. Dibukanya pintu mobil tersebut untuk mempersilahkan Alexa turun.


"Jangan berlebihan Satria, nanti aku bisa jatuh cinta padamu."


Bisik Alexa tepat di telinga Satria setelah dirinya turun dari mobil sport milik Satria, dan bisikkan itu terasa sangat menggoda Satria.


"Jangan menggodaku seperti itu, kecuali kalau kamu tidak takut menyesal nantinya."


Ucapan Satria sontak membuat Alexa mundur satu langkah. Alexa merasa takut akan ucapan Satria barusan, dan respon Alexa yang seperti ini membuat Satria terkekeh gemas melihatnya.


"Aku becanda sayang. Mana mungkin aku akan setega itu, kecuali kalau. . . Kalau kamu juga mau."


Tangan Alexa langsung menoyor kepala Satria, kemudian Satria menarik tangan Alexa untuk memasuki rumah mewah miliknya.


Satria mempersilahkan Alexa duduk di sofa ruang tamu, sementara dirinya melenggang ke dapur untuk mengambilkan dua gelas minuman di kulkas, karena rumah Satria tampak sepi tidak ada pembantu disana.


Setelah meletakkan nampan berisi minuman Satria duduk di samping Alexa dengan jarak yang sangat dekat, lalu menatap Alexa lekat.


"Sayang... Kamu cantik sekali hari ini."


Satria tak henti hentinya memandang wajah Alexa, menikmati keindahan tubuh Alexa yang masih berbalut kebaya dan kain lilit batik.


"Aku terlihat cantik karena matamu yang memandang Satria."


Ujar Alexa yang menganggap kecantikan bersifat relatif.


Belum tentu yang dianggap Satria cantik akan diakui serupa oleh orang lain.


"Apa rencanamu sayang setelah lulus?"


Tiba tiba Satria mengajukan pertanyaan itu, batinnya merasa takut kehilangan Alexa. Perasaan Satria mengatakan kalau Alexa akan meninggalkannya, namun sebisa mungkin Satria tepiskan perasaan itu.


Wow!


Alexa memanggil Satria dengan panggilan sayang, betapa bahagianya hati Satria saat ini, sampai sampai telinganya dia pasangkan kembali meminta Alexa untuk mengulang panggilan sayang.


"Aku tidak mendengarnya barusan."


Kilah Satria memohon kembali pada Alexa, dan itu sukses membuat Alexa tersipu malu di hadapan Satria.


Satria menggenggam jemari Alexa dengan erat, lalu menatap Alexa semakin lekat.


"Alexa, entah kenapa semakin hari aku mengenalmu, semakin aku takut kehilangan kamu."


Alexa tak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Satria. Pria itu semakin hari semakin berubah menjadi posesif.


"Kenapa bicara seperti itu?"


Tatapan Alexa menelusuri kedua bola mata Satria, mencari kejanggalan dari sikap Satria yang semakin bertambah posesif terhadapnya.


Terbesit rasa takut dari dalam diri Satria, pria itu takut akan pertentangan Bayu akan hubungan mereka. Sudah dipastikan Bayu tidak akan menyetujui hubungan Satria bersama Alexa, tentunya Bayu akan lebih berpihak pada Gresia.


"Entahlah, kadang aku merasa seperti akan kehilangan kamu sayang, tapi badai apapun yang datang diantara kita, aku mohon kuatkan selalu hati kita untuk bersama."


Alexa hanya tertunduk diam tak mengerti semua yang diutarakan oleh Satria. Kisah cinta pertama yang sulit dimengerti oleh Alexa.


"Aku tidak sanggup untuk menjanjikan sesuatu yang tidak pasti Satria. Walau aku tahu betul cintamu itu pasti, tapi jodoh adalah takdir. Aku tidak sanggup untuk mendahului rencana Tuhan, namun satu yang pasti aku tetap akan menjaga cintamu."


Alexa berbicara dengan tatapan serius, memandang lekat Satria, lalu mengelus pipi Satria dengan penuh kasih.


Satria yang tak ingin menyiakan momen ini langsung merogoh kotak kecil berwarna merah maroon, posisi duduknya berpindah di bawah sofa dengan kaki yang bertumpu pada satu lutut, lalu dibukanya kotak yang berisi cincin mutiara hitam pekat berkilau dengan harga selangit. Bahkan dari jarak jauh pun kilaunya masih terbias.


"Will you marry me?"


Keputusan Satria untuk melamar Alexa sudah dia pikirkan matang matang. Apapun tantangan ayahnya akan dia hadapi, asalkan Alexa tetap berada di sampingnya.


Alexa menatap Satria tak percaya. Hari ini dia wisuda, dan hari ini juga dia dilamar oleh Satria. Rasanya kebahagiaan yang tak pernah Alexa impikan sebelumnya.


"Ini terlalu cepat Satria."


Wanita mana yang tidak suka mendapat momen seperti ini, begitupun dengan Alexa. Hatinya sangat bahagia, namun bukan berarti dia ingin menikah dalam jangka waktu secepat ini. Mimpinya masih panjang, belum terbesit keinginan menikah dalam waktu dekat.


"Kamu tidak suka?"


Satria takut akan sikap Alexa, tepatnya takut akan penolakan Alexa.


"Wanita mana yang tidak suka dilamar oleh seorang Satria, cucu dari keluarga Axton. Tapi bagaimana dengan keluargamu?"


"Apa mereka setuju tentang hubungan kita?"


"Aku ini dari kalangan biasa Satria, dan ini terlalu cepat. Masih banyak mimpiku yang belum aku capai."


Memang benar apa yang dikatakan Alexa bahwa dirinya belum tentu diterima di keluarga Satria, apa lagi Alexa yang hanya seorang wanita dari keluarga biasa.


"Soal keluarga, kita hadapi semuanya. Aku sudah pikirkan itu, dan untuk kesiapan kamu untuk menikah, aku tidak akan membatasi mimpimu."


Kalimat Satria yang mencoba meyakinkan hati Alexa cukup membuat Alexa terharu, namun rasa pesimis masih singgah di hati Alexa.


"Pakaikan cincinnya di jariku Sat."


Betapa bahagianya hati Satria saat ini, lamarannya diterima oleh Alexa.


Kemudian dengan penuh semangat Satria menyematkan cincin mutiara hitam itu di jari manis Alexa, dengan lembut Satria mencium punggung tangan Alexa teriring tatapan mesra yang hanya untuk wanita tercintanya.


••••


Klik like ya 😉