
Dalam suasana pagi yang penuh semangat, Alexa mendatangi salah satu gedung perusahaan besar yang menjulang tinggi, gedung tersebut memiliki lima belas lantai di dalamnya. Di bagian depan gedung tersebut terpampang label Van`s Corporate.
Hari ini Alexa akan memulai masa depannya di perusahaan ternama. Alexa terlihat sangat dewasa dengan berbalut kemeja putih tulang dan rok hitam selutut, dengan paduan stileto hitam yang semakin mempercantik kaki jenjangnya.
Sementara rambut panjangnya dia biarkan tergerai indah dengan poni samping yang hampir tak terlihat, karena panjang poninya sudah menyerupai rambut inti, namun Alexa masih tetap terlihat cantik dan mempesona.
Beberapa karyawan pria bertanya tanya akan kehadiran Alexa, mungkin karena Alexa karyawan baru di perusaahaan Van`s Corporate.
Line telpon yang berada di samping meja Alexa tiba tiba berdering, lalu diangkatnya gagang telpon tersebut oleh Alexa, ternyata suara di ujung sana adalah Sindi, salah satu jajaran direksi keuangan di Van`s Corporate.
"Alexa tolong antarkan dokumen yang ada di bindex merah di meja sebelah kiri kamu."
Di hari pertama kerja Alexa sudah mulai gelagapan, dia masih kebingungan, karena hari ini adalah hari training Alexa.
Rencananya Alexa akan ditraining oleh teman staff yang lebih senior, yaitu Qeyla.
"Baik bu Sindi, saya antarkan laporan keuangannya ke ruangan ibu sekarang."
Dengan sopan Alexa mematuhi perintah Sindi.
"Oke thank you Lexa."
Sindi pun menutup sambungan telpon, kemudian Alexa bergegas menuju lantai sembilan, tempat dimana ruangan Sindi berada.
Tok. . . Tok. . .
Ketukan pintu dari Alexa menginterupsi obrolan antara Sindi dengan bos besarnya.
"Masuk."
Sahut Sindi dari dalam ruangan.
Alexa pun segera membuka kenop pintu dan melenggangkan langkahnya dengan membawa dokumen yang diminta oleh Sindi.
Saat bersamaan sebuah tatapan elang tertuju pada Alexa, tatapan pria tampan misterius yang begitu tajam melihat Alexa dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tatapan itu membuat Alexa merasa tidak nyaman.
"Bu Sindi, ini laporan keuangan yang ibu minta tadi."
Alexa menyodorkan bindex merah tersebut di tengah tengah, antara Sindi dan bosnya. Membelah posisi Sindi dengan Jevan, dan ternyata bos besar Sindi adalah Jevan.
Mata elang milik Jevan masih sangat fokus menatap Alexa, dirinya masih ingat betul gadis yang pernah menampar sosok Bayu di club malam beberapa waktu lalu.
Gadis yang sangat ingin Jevan korek lebih dalam lagi tentang kehidupannya, kini gadis itu bekerja di kantor miliknya.
Ah, ternyata dunia sesempit ini, tidak ada kesulitan bagi Jevan untuk mengetahui tentang Alexa.
"Oke Lexa thanks ya."
"Apa ada lagi yang perlu saya bantu bu Sindi?"
Alexa kembali menawarkan bantuan pada atasannya.
"Hmmm tidak ada. Kamu boleh kembali ke meja kamu Lexa."
Alexa mengerti dengan ucapan Sindi. Alexa pun menarik tubuhnya kembali untuk beranjak dari ruangan Sindi, mengabaikan keberadaan Jevan yang masih menatapnya tajam dengan raut wajah menyeramkan.
"Baik bu, saya permisi."
Baru saja Alexa hendak membuka kenop pintu, tiba tiba langkah Alexa terhenti saat Jevan buka suara.
"Tunggu!"
Alexa menolehkan pandangannya ke belakang, dan benar saja, itu suara Jevan.
"Iya pak."
Sahut Alexa dengan pandangan tertunduk, tidak berani menatap ke arah Jevan. Sementara pria itu kini bangkit dari duduknya, dan menghampiri Alexa.
"Kamu karyawan baru disini?"
Alexa tidak menjawab pertanyaan Jevan, dia hanya menganggukkan kepalanya pelan.
"Pukul lima sore temui saya, di ruangan saya."
Sindi yang berada disana bisa merasakan keanehan Jevan. Menurutnya Jevan belum pernah mempedulikan karyawan baru.
Jangankan karyawan baru, untuk perihal semua urusan kantor saja, Jevan pasrahkan semuanya pada Richard yang dia utus menjadi direktur utama di Van`s Corporate.
"Ba.. baik pak."
Jawaban Alexa terbata, merasa ketakutan melihat tatapan elang milik Jevan.
"Kalau begitu saya permisi pak."
Jantung Alexa berdegub kencang merasakan aura mencekam dari wajah Jevan. Batinnya ingin segera kabur, dan tidak ingin menemuinya lagi.
Tapi kenyataannya Jevan adalah pemilik Van`s Corporate, tidak mungkin bagi Alexa tidak akan bertemu kembali dengan Jevan. Apa lagi sekarang Jevan yang sudah meminta Alexa untuk menemuinya sore ini, saat jam kerja selesai.
••••
Klik like ya ♥♥