
Siapakah laki-laki itu?
Alexa tidak tahu namanya, namun Alexa masih ingat jelas wajahnya, karena ini bukanlah pertemuan pertama mereka.
Laki-laki paruh baya itu mendekat ke arah Alexa dengan seringai yang sungguh sangat menjijikkan.
Seorang tua bangka yang masih saja haus daun muda, membuat Alexa sangat merasa jijik terhadap pria tersebut, namun pria itu justru semakin mendekat, berusaha memangkas jarak dengan Alexa.
"Temani aku sayang, satu malam saja."
Pria itu adalah Bayu Firmansyah, ayah dari Satria, kekasih Alexa.
Hancur sudah reputasi Bayu jika Alexa tahu bahwa dia adalah orang tua Satria. Sayangnya, Bayu belum mengetahui hubungan mereka karena setahu Bayu hubungan Satria bersama Gresia masih baik baik saja. Begitu pun Alexa yang tidak mengetahui kalau Bayu adalah ayah dari kekasihnya sendiri.
Bayu menyentuh pipi mulus Alexa dengan lembut dan nakal, mungkin karena Alexa yang masih mematung disana. Alexa pun bingung, tidak ada jalan lain menuju pintu keluar. Mau tidak mau Alexa harus melewati Bayu yang sengaja menghalau jalan Alexa.
Emosi Alexa mulai terasa di ubun ubun kepala, memicu aliran darah Alexa untuk memompa detak jantungnya semakin keras lagi.
Emosi Alexa kini sudah menguasai pikirannya hingga tidak mampu membuat Alexa berpikir jernih.
Alexa tidak segan menampar wajah Bayu dengan keras, sampai sampai gelas yang dipegang oleh Bayu jatuh bebas di lantai, dan membuat semua mata pengunjung tertuju pada pemandangan antara Bayu dengan Alexa.
"Dasar tua bangka tidak tahu diri! Jangan coba coba menyentuhku."
Rahang Alexa mengeras, emosi pun sudah menguasai dirinya.
Tatapan Alexa begitu tajam dan berani menatap Bayu. Entah kenapa melihat sirat dari kedua bola mata Alexa membuat Bayu teringat pada keponakannya yang telah lama hilang.
"Sebelumnya saya sudah mengingatkan anda untuk tidak mengganggu saya."
"Apa perlu saya kirimkan juga pria seperti anda untuk menjamah putri anda?"
"Biar anda tahu bagaimana rasanya direndahkan sebagai wanita."
Alexa begitu lantangnya berani melawan seorang Bayu, putra dari keluarga Axton, dan menurut mereka Alexa sedang mencari mati sudah berurusan dengan Bayu.
"Wanita memang selalu jual mahal dulu untuk meninggikan harganya."
Kali ini Bayu tidak mau kalah dengan Alexa, pandangannya masih merendahkan Alexa, seolah mengingkari rasa sakit di pipinya akibat tamparan keras Alexa.
"Saya mohon menyingkirlah dari hadapan saya."
Alexa memerintah Bayu untuk pergi, tapi Bayu masih berdiri disana.
Bayu masih tidak tahu malu, dia merasa seolah dirinya penguasa dimanapun tempatnya. Bahkan ketika menginginkan sesuatu, Bayu tidak mau menerima penolakan dengan bentuk alasan apapun.
"Jangan berpikir saya akan mau menemani anda di ranjang."
"Anda boleh kroscek semua tentang repustasi saya di club ini. Kalau anda mendengar saya pernah tidur dengan salah satu pria yang ada disini, akan saya kabulkan permintaan anda untuk memenuhi hasrat bejad anda tuan."
Alexa semakin lantang melawan Bayu, seolah tidak peduli dengan semua mata yang tertuju pada Alexa.
Alexa melenggangkan langkahnya melewati Bayu, seperti tidak menganggap kehadiran Bayu.
Sulit untuk Bayu percaya, gadis semuda Alexa dengan berani mempermalukan dirinya di depan umum.
Bahkan terlihat beberapa wajah yang tersenyum puas melihat Bayu dipermalukan oleh Alexa, tak terkecuali dengan pria asing yang duduk di depan meja bartender, bersanding dengan segelas wine. Diperkirakan usianya sekitar 30 tahunan.
Pria itu kini tersenyum nakal melihat aksi perlawanan Alexa terhadap Bayu.
••••
Klik like ya ♡♡