Sandara

Sandara
Richard



Hiruk pikuk kesibukan kantor Van`s Corporate sangat luar biasa, begitupun dengan meja Alexa yang disibukkan dengan beberapa transaksi vendor yang bekerja sama dengan kantor milik Jevan.


Batin Alexa berharap dengan kesibukkannya bisa sedikit melupakan semua kejadian bersama Jevan, dan yang paling mengerikan lagi kini Alexa harus menerima kenyataan pahit bahwa sosok Bayu adalah ayah kandung dari Satria.


Masih tergambar jelas sikap Bayu yang menginginkan putranya untuk menikah dengan Gresia, dan itu sangat menyesakkan hati Alexa.


Entah harus sedih, kecewa, atau bahagia saat melihat pertunangan Satria yang gagal. Satu yang pasti, Alexa tahu persis bagaimana sikap Bayu yang selalu memaksakan kehendaknya.


Setidaknya Alexa merasa lega dan sedikit aman setelah Bayu tahu kalau dirinya adalah kekasih yang sangat dicintai oleh putranya.


Walau hati Alexa gelisah beban pekerjaan harus tetap ia selesaikan. Alexa tidak ingin terlihat murung selama menjalankan aktivitasnya di kantor, sebisa mungkin kegelisahan itu Alexa tepiskan.


Alexa beranggapan dengan bekerja bisa sedikit mengalihkan perhatiannya akan masalah yang menjadi beban pikiran.


Sekilas momen momen panas yang telah Alexa lakukan bersama Jevan selalu terbayang di otaknya, membuatnya merasa jijik sendiri.


Betapa murahannya seorang Alexa.


Batinnya bergumam demikian, tapi itu kenyataannya. Kenyataan bahwa Jevan yang sudah merenggut kesuciannya, dan yang lebih menakutkan lagi Alexa memikirkan harus bagaimana dia bersikap pada Jevan saat nanti bertemu di kantor.


Bagaimana kalau sampai dirinya hamil?


Sepulang kerja nanti Alexa berniat untuk membeli pil pencegah kehamilan, walau rasanya itu sangat memalukan bagi Alexa.


Wanita berstatus lajang membeli pil kontrasepsi, tapi apapun itu Alexa tidak mau menanggung akibat lebih dalam lagi.


Tiba tiba dering pesawat telpon di meja miliknya menghentikan tangan gesit Alexa sesaat.


"Selamat siang, dengan Alexa Sandara. Ada yang bisa dibantu?"


"Alexa tolong ke ruangan saya"


Alexa bingung akan jawaban telpon disana. Suara siapa disana?


"Ma.. maaf pak, ini dengan bapak siapa ya?"


Nada suara Alexa sedikit terbata.


"Richard."


Jawab pria disana singkat. Tiba tiba Alexa ingat nama tersebut, nama itu adalah nama direktur utama Van`s Corporate, orang yang sangat Jevan percayakan sepenuhnya perihal perusahaan.


Semua operasional perusahaan ada dalam kendali Richard, karena kesibukan Jevan yang luar biasa sehingga Jevan selalu mempunyai orang orang kepercayaan yang sudah terpilih.


Jevan selalu bersembunyi dibalik nama Richard, seolah semua orang beranggapan bahwa Van`s adalah perusahaan milik Richard.


Padahal sesungguhnya Jevan lah sang pemilik dari Van`s Corporate, hanya perusahaan Jevan yang ada di Indonesia saja yang kepemilikannya berkedok pada direktur utama, karena Jevan tidak ingin keberadaannya tercium oleh keluarga Axton.


Sekitar lima menit Alexa sudah sampai di lantai empat belas, lantai dimana ruangan Richard berada.


Ini pertemuan pertama Alexa dengan Richard, kalau bukan hal yang sangat urgent tidak mungkin seorang direktur utama memanggilnya untuk datang ke ruangan, apalagi Alexa yang hanya seorang staff biasa.


"Selamat siang pak Richard."


Alexa membungkukkan tubuhnya untuk menyapa orang kedua di Van`s Corporate.


"Duduk."


Ternyata sikap Richard tidak berbeda dengan Jevan. Pria ini hampir mirip dengan Jevan dari sikapnya, tapi kalau harus dibandingkan lebih detail lagi menurut Alexa, Richard sedikit lebih baik dari Jevan.


"Saya tidak mau basa basi Alexa."


"Aku mau meminta semua data identitasmu, perihal malam itu bersama Mr. Lee."


Mau apa Richard menanyakan data identitas tentang Alexa? Padahal dia bisa meminta pada bagian HRD.


"Saya sengaja tidak mau meminta data diri kamu ke bagian HRD, karena Mr. Lee meminta saya untuk tidak melibatkan orang banyak."


Alexa masih bingung siapa Mr. Lee yang Richard maksud?


Apa itu maksudnya Jevan Lee?


"Tapi pak Richard maaf sebelumnya, itu untuk kepentingan apa ya?"


Walau dengan nada takut Alexa mencoba memberanikan diri mengajukan pertanyaannya.


"Kamu sudah tidur dengannya, kamu harus menikah dengannya Alexa."


Ucapan Richard barusan sangat menohok hati Alexa, ternyata Jevan sudah menceritakan semuanya pada Richard.


"Tapi aku tidak mengandung anak dari pak Jevan, bagaimana bisa bapak memaksa saya untuk menikah dengannya."


Alexa berharap Richard akan sedikit berpikir ulang, namun sayangnya Richard bukanlah orang yang mudah merubah keputusan.


Sisi inilah yang menjadi alasan kuat Jevan memilih Richard sebagai orang kepercayaannya.


"Menurutlah Alexa jika kamu masih ingin bekerja disini dan selamat dari kejaran Bayu."


"Tapi Bayu tidak akan berani lagi mengejarku."


Sergah Alexa berusaha menghalangi rencana Richard.


"Saya dan Jevan lebih tahu siapa Bayu."


"Menurutlah atau nyawamu yang akan menjadi taruhannya."


Alexa tertunduk dan tersudut, dia tak mampu lagi melawan kalimat Richard.


Sebenarnya Alexa sadar kalau Bayu bukan hanya akan mengejarnya, tapi juga akan melenyapkannya.


Akhirnya Alexa memutuskan untuk menyetujui rencana Jevan, walau sebenarnya hatinya menolak, tapi memang hanya itu yang bisa Alexa lakukan.


"Baik pak Richard saya akan menuruti rencana pak Jevan, tapi bolehkah saya mengajukan satu permintaan sebelum pernikahan itu berlangsung."


Richard hanya mengernyitkan alisnya meminta penjelesan lebih dari Alexa.


"Aku mohon biarlah pernikahan aku dengan pak Jevan hanya bapak yang tahu. Aku tidak mau kalau sampai terdengar oleh karyawan lain."


Wanita yang aneh menurut Richard, di saat semua wanita lain dengan bangganya mendapatkan sosok Jevan, tapi berbeda Alexa justru ingin menyembunyikan semuanya dari publik.


Sebenarnya Alexa ingin menyembunyikan pernikahannya dari Satria, karena Alexa tidak ingin membuat hati Satria hancur lebih dalam lagi.


Cukup dengan kepergiannya dari kehidupan Satria sudah sangat menyakitkan, apalagi kalau Satria tahu kepergian Alexa hanya untuk menikahi laki-laki lain.


••••


Like and comment yah 😉