
Jika cinta hanya berbatas kesucian,
lalu bagaimana tentang kebersamaan?
Miss Viona
•••
Alexa masih berdiri mematung disana, berusaha sekuat tenaga menghapus air matanya. Rasanya sangat malu jika sampai terlihat oleh pengunjung lain.
Acara penyematan cincin akan segera dilakukan, MC sudah memulai pembukaan sejak tadi, hanya saja masih menunggu pasangan muda itu keluar.
Mereka terlihat sangat cocok, bahkan Satria lebih cocok bersama Gresia. Batin Alexa mengatakan demikian.
Gresia yang terlahir dari keluarga kaya memang pantas bersanding dengan Satria. Lebih tepatnya Gresia tidak mengalami hal seperti Alexa yang harus kehilangan keperawanan.
Entah apa alasan yang akan Alexa berikan pada suaminya kelak, jika nanti melihat keadaan Alexa yang sudah tak tersegel lagi.
"Kalian pasangan yang sangat cocok ya."
Puji MC setelah melihat Satria dan Gresia bergabung dengannya.
"Saya jadi penasaran bagaimana awal kalian bertemu nona Gresia?"
MC mengarahkan pembicaraannya pada pihak wanita terlebih dahulu.
Terlihat wajah Gresia yang malu malu dengan senyuman penuh kebanggaan kalau cintanya sedang disaksikan oleh ratusan pengunjung, apalagi pengunjung yang hadir bukanlah dari kalangan biasa.
Gresia sempat tersipu malu sesaat, namun Gresia tetap berusaha menjawab pertanyaan MC.
"Awalnya aku menghadiri sebuah pesta ulang tahun teman. Aku duduk di sudut aula pesta sendirian, tiba tiba Satria datang mengulurkan tangannya untuk mengajakku berkenalan, hingga akhirnya kita sampai sejauh ini."
Tutur Gresia sambil tersenyum sendirian mengingat masa awal pertemuan mereka, sementara MC masih mengangguk nganggukan kepalanya mendengarkan cerita dari Gresia.
Begitupun dengan Alexa yang masih setia berdiri disana mendengar pengakuan Gresia. Tak mengapa jika Alexa harus menahan sakit menyaksikan kebahagiaan mereka, bagi Alexa mungkin ini terakhir kalinya dia melihat raut wajah tampan Satria.
"Lalu bagaimana tanggapan nona Gresia saat tuan Satria meminta anda berkenalan?"
MC pria yang mengenakan setelan jas hitam berdasi kupu kembali menekankan pertanyaannya pada Gresia.
"Saya yang melihat sosok Satria begitu rupawan, dengan mudahnya membalas uluran tangan Satria, hingga akhirnya kita sampai disini."
Riuh tepuk tangan terdengar dari para pengunjung, begitupun dengan Alexa yang ikut menggerakkan kedua telapak tangannya pelan, walau hatinya hancur sebisa mungkin Alexa menepiskan semua perasaannya.
Satria yang berada di singgasana sekeras mungkin berusaha mengedarkan pandangannya ke arah tamu.
Posisi Satria yang berdiri di atas stage memudahkan akses matanya untuk menyapu wajah semua tamu pengunjung, netra Satria berhenti pada satu titik dimana Alexa berdiri.
Alexa tetap terlihat cantik dibalik blus putih tulang dengan lengan di bawah siku yang diikat membentuk pita, serta rok sepan hitam selutut berpadu stileto warna nude semakin memperindah penampilan Alexa.
Wajah Satria terlihat sumringah saat menemukan sosok Alexa yang berdiri di dekat hiasan bunga mawar putih. Mata Satria lurus menatap Alexa, sama sekali tak berkedip sedikitpun.
Sementara Alexa berusaha memalingkan wajahnya dari tatapan Satria, dirinya tak kuasa menahan gejolak di hatinya. Rasanya sungguh sangat menyesakkan nafas.
Ada gurat permintaan maaf dibalik tatapan Satria, namun sulit untuk Satria ungkapkan. Bgitupun dengan perasaan Alexa, dia tidak ingin mengganggu momen bahagia ini.
Biarlah semuanya lenyap.
Biarlah takdir berjalan sesuai keinginannya.
Satu hal yang pasti, nama Satria tetap masih ada di hati Alexa.
"Sekarang giliran tuan Satria, tolong ceritakan bagaimana pandangan pertama saat bertemu nona Gresia?"
Pertanyaan MC membuyarkan kecamuk pikiran Satria, membuatnya tersadar bahwa posisinya tengah menjadi fokus utama tamu undangan.
Satria menarik microphone yang disodorkan MC, lalu menarik nafasnya dalam.
Entah apa yang akan dikatakan Satria, yang jelas netra Satria masih tertuju pada Alexa.
"Pandangan pertama saat dia terlihat sangat cantik dalam balutan gaun hitam. Aku sengaja mengajaknya turun ke lantai dansa, karena aku tahu dia tak pandai berdansa."
"Momen itu justru adalah kesempatanku untuk bisa lebih dekat dengannya. Aku tahu hatinya masih belum sepenuhnya untuk ku, tapi setidaknya dengan dia yang mulai menerimaku datang di kehidupannya, aku sudah lebih dari bahagia."
Satria yang terlalu fokus memandang wajah Alexa di ujung sana, membuatnya tanpa sadar menyebut nama Alexa.
Bagaimana bisa sadar, bayangkan saja satu hari satu malam Satria tak hentinya memikirkan keberadaan Alexa yang tanpa kabar.
Kini orang yang dicari Satria sudah datang, ingin sekali Satria turun dari stage, dan langsung berlari merengkuh tubuh Alexa ke dalam pelukannya.
PLAAAAAKKKKKKK!!!
Gresia menampar keras wajah Satria dengan air mata yang berderai di kedua pipi mulusnya, namun Satria tak bergeming.
"Kamu keterlaluan Satria!"
Umpat Gresia pada lelaki yang sangat dicintainya. Hatinya kecewa, dan malu.
Pernyataan Satria barusan sangat menyudutkan Gresia beserta keluarganya. Keluarga besar Gresia merasa sangat dipermalukan oleh Satria, hingga akhirnya Gresia ditarik oleh ayahnya untuk segera pergi dari kediaman Bayu.
Hati Alexa menjerit pedih saat mendengar pengakuan Satria yang benar benar mencintainya, tapi Alexa juga tidak ingin menjadi penyebab utama gagalnya pertunangan Satria.
Alexa melangkahkan kaki dengan wajah sedikit tertunduk, agar air matanya tidak terlihat oleh orang lain.
Baru saja sampai di depan gerbang rumah Bayu, tiba tiba tangan kekar menarik tubuh Alexa dengan kuat, membuat posisi tubuh Alexa berbalik menghadap pria tersebut.
Pria itu memeluk tubuh mungil Alexa ke dalam pelukannya, pelukan yang sangat erat.
Siapa lagi kalau bukan Satria yang memeluk Alexa.
Wanita yang dirindukannya kini sudah datang kembali. Satria tak henti hentinya mengecup puncak kepala Alexa.
"Jangan tinggalkan aku lagi Alexa."
"Aku mohon."
Rintih Satria dalam pelukan Alexa.
Hati Alexa terasa nyeri, andai Satria tahu apa yang telah terjadi selama Alexa pergi tanpa kabar, tapi saat ini bukan waktu yang tepat untuk menceritakan semua yang telah terjadi.
"Kamu harus belajar hidup tanpa aku Satria."
Ucap Alexa sambil melepaskan pelukan Satria.
Wanita itu menatap wajah Satria dengan tatapan nanar, Satria pun langsung menggelengkan kepalanya, batinnya masih tetap ingin bersama Alexa.
Tiba tiba laki laki paruh baya datang dengan segudang emosi yang siap membuncah.
Pria itu langsung menarik kerah baju Satria, tanpa rasa iba mencecar Satria dengan satu tinju yang keras, sampai sampai Alexa menjerit menyaksikan Satria yang tersungkur di lantai.
Ujung bibir Satria sedikit robek akibat pukulan keras Bayu, darah segar pun mengalir di sudut bibir Bayu.
"Anak tidak tahu diri!"
Umpat Bayu.
"Papih sudah pilihkan Gresia yang terbaik untuk kamu. Sekarang kamu justru mempermalukan papih dengan keluarga Gresia, hanya karena perasaan cinta sesaatmu!"
Bayu mengungkapkan kekesalannya pada putra semata wayangnya.
Alexa yang melihat Satria tersungkur di lantai membuatnya merasa tak tega membiarkan Satria begitu saja, diraihnya tubuh Satria untuk membantu Satria berdiri.
Saat Alexa mengangkat lengan Satria, manik mata Alexa dengan Bayu saling bertemu. Masih jelas dalam ingatan Alexa, kalau lelaki yang berusaha merenggut kesuciannya kini berada di hadapan Alexa.
Wajah Bayu tertunduk saat melihat wajah Alexa, desir ketakutan tergambar dari wajah Bayu.
Bayu takut kalau Alexa akan menceritakan semua yang telah dilakukannya pada putranya sendiri, dan bodohnya Bayu tidak tahu kalau seorang Alexa Sandara adalah wanita yang sudah diculiknya sekaligus kekasih putranya.
Tangan Bayu mengacak rambutnya dengan kesal, lalu pergi tanpa sepatah katapun meninggalkan Alexa bersama Satria.
Biarlah pesta ini gagal, namun keinginan Bayu untuk tetap menjodohkan Satria dengan Gresia masih tetap harus berlanjut.
••••
Andai Satria tahu 😁