Sandara

Sandara
Kebaya pengantin



Satu minggu telah berlalu setelah perpisahan Alexa dengan Satria. Batin Alexa masih merindukan Satria yang selalu mengirimkan perhatian perhatian kecil di pesan whatsapp, namun kini semua tentang Satria sudah Alexa hapus.


Alexa dan Satria sengaja mengganti nomor handphone mereka agar mereka sama sama untuk saling melupakan, agar mereka sama sama untuk saling kehilangan, agar tidak ada yang mencari salah satu diantara mereka.


Satria adalah cinta pertama Alexa, tentunya sulit bagi Alexa untuk melupakan Satria begitu saja, sulit bagi Alexa untuk melupakan semua kebaikan yang pernah Satria berikan.


Awalnya Satria tidak ingin menyetujui ide Alexa untuk sama sama mengganti kontak handphone masing masing, namun Satria mengajukan permintaan pada Alexa agar dia mau mengikuti saran Alexa.


Satria mau mengikuti ide Alexa dengan catatan cincin mutiara hitam yang tersemat di jari manis Alexa, tidak Alexa kembalikan padanya. Satria menginginkan agar cincin itu masih melingkar di jemari Alexa, agar Alexa masih tetap mengingatnya sampai kapanpun.


"Aku merindukanmu Satria."


Bisik Alexa sambil menatap cincin, setelah semua pekerjaan di kantor selesai.


Cincin itu masih Alexa pakai dijemarinya, ada rasa rindu dan haru atas segala kebaikan yang telah Satria berikan pada Alexa.


Satu yang pasti Alexa banggakan dari diri Satria, lelaki itu belum pernah melakukan kontak fisik berlebih terhadapnya, seakan menganggap Alexa adalah wanita yang benar benar harus dijaga cintanya, beserta kehormatannya.


Ada sesal yang mendalam di dalam lubuk hati Alexa, niatannya untuk jujur pada Satria atas kejadian malam itu bersama Jevan, belum tersampaikan.


Rasa berdosa masih tetap menghantui Alexa, apalagi hari pernikahannya bersama Jevan akan berlangsung sekitar satu minggu lagi.


Hati Alexa kini semakin tak menentu. Bolehkah dirinya lari dari kenyataan ini?


Bolehkah semuanya kembali seperti dulu?


Tanpa harus mengenal Satria, tanpa harus bertemu Bayu, juga tanpa harus bertemu Jevan.


"Tuhan. . ."


"Apakah hidup ku harus serumit ini?"


Gumam Alexa sendirian sambil memijat pelipisnya pelan.


Alexa menghirup nafasnya dalam, berharap pernikahannya bersama Jevan batal. Tapi kenyataannya Richard sudah mempersiapkan semuanya.


"Alexa ayo ikut aku."


Richard tiba tiba muncul di depan meja kerja Alexa. Kehadirannya langsung membuyarkan pikiran Alexa.


"Kemana pak Richard?"


Baru saja Alexa bertanya, tiba tiba tangan Richard sudah menarik paksa lengan Alexa untuk segera bangkit dari duduknya.


Untung saja suasana kantor sudah sepi, karena waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam, sehingga Richard dengan bebas memperlakukan Alexa seperti kerabatnya sendiri.


Sejak Jevan memutuskan untuk menikahi Alexa, sikap Richard berubah. Richard seperti menganggap Alexa adalah nyonya Jevan, menganggap Alexa istri dari bos besarnya.


"Jangan banyak omong, ikut aku."


Hanya itu yang diucapkan oleh Richard, sampai akhirnya direktur utama Van`s Corporate itu membawa Alexa masuk ke dalam mobil miliknya.


Entah kemana Richard akan membawa Alexa?


Batin Alexa bertanya tanya, namun dia juga tidak ingin menjadi wanita cerewet yang merepotkan Richard, karena Alexa yakin Richard tidak akan berbuat yang macam macam padanya.


•••


Wanita bermata tajam, hidung mancung, bibir tipis serta keindahan tubuh yang ramping semampai, keluar dari kamar pas di salah satu butik ternama.


Alexa yakin butik itu masih dalam kendali kepemilikan Jevan, buktinya sesampainya di butik kedatangan Alexa langsung disambut hangat oleh Rara, seorang desainer baju pengantin dengan jam terbang kelas dunia.


Jangan salah dengan namanya, Rara bukan sosok wanita cantik yang gemulai dengan ribuan ide desain, tapi Rara ini mahluk ciptaan Tuhan yang diragukan jenisnya, dikatakan pria tapi tubuhnya gemulai, jika harus dikatakan wanita juga terlalu kasar.


Ah, terserah kalian mau mengatai Rara apa, yang terpenting berkat sentuhan tangan berbakatnya kini gaun pengantin yang dicoba oleh Alexa begitu pas.


Hiasan kain burkat transparan menjuntai sampai ke lantai. Kalau resepsi pernikahan Alexa dan Jevan berlangsung, sudah dipastikan kebaya itu akan menyapu altar.


Richard terperanjat saat menatap Alexa yang mengenakan kebaya berwarna putih. Alexa nampak anggun dan berkelas.


Model kebaya di bagian dada mengekspos bagian dada Alexa dengan cutting di bagian atas berbentuk huruf V, serta manik manik bebatuan mewah menempel disana, mengeluarkan cahaya dari manik tersebut.


Padahal Alexa tidak dandan total, dia hanya mencoba ukuran kebayanya saja, karena Rara yang memaksa Richard untuk membawa Alexa agar mencoba desain kebaya keluaran terbaru.


"Ehmmm cucok bingits."


Celetukan Rara membuat Alexa terkekeh dengan gaya gemulainya.


"Bagaimana tuan Richard?"


Rara meminta pendapat Richard yang sudah dipercaya Jevan untuk mengurus semua teknis resepsi pernikahan.


Richard masih menganga menyaksikan kecantikan Alexa. Pantas saja Jevan tidak tahan melihat tubuh Alexa, dia nampak sexy seperti ini.


Kalau boleh dibilang ukuran dada Alexa termasuk kedalam kategori dada yang penuh, sehingga Richard harus sedikit menahan naluri lelakinya.


"Ok fix."


"Kalau lihat dari tatapan Richard, sepertinya dia sudah ngiler banget sama kamu Alexa."


Alexa terkekeh geli mendengar ucapan Rara barusan, sementara Richard segera meraih ponsel yang masih ada dalam saku celananya.


"Alexa, look at me."


Perintah Richard tanpa sadar langsung Alexa turuti, dan. . .


Cekrekkkk!


Camera canggih dari ponsel Richard mengambil gambar Alexa yang mengenakan kebaya putih. Kemudian Richard mengirimkan foto tersebut kepada Jevan dengan caption yang sedikit menggoda.


She's look so sexy Mr. Lee.


Richard tersenyum sendirian setelah menulis caption tersebut.


Pria itu tak habis pikir kenapa Jevan mau saja menuruti keinginan Alexa yang lebih memilih kebaya sebagai gaun pengantin.


Padahal Jevan bisa memberikan tema pernikahan kelas eropa, tapi entah kenapa Jevan lebih menuruti keinginan Alexa.


Memang harus diakui walau hanya kebaya, sama sekali tidak menyurutkan pesona Alexa. Bahkan Richard saja sudah mulai tergiur akan paras Alexa, hanya saja Richard sadar kalau Alexa sepenuhnya milik Jevan.


Berbeda dengan suasana hati Richard, hati Alexa terlihat sendu saat dirinya mencoba kebaya pengantin. Itu artinya dalam hitungan hari dia akan resmi menjadi milik Jevan seutuhnya.


Sementara Alexa belum tahu sama sekali Jevan itu sosok pria seperti apa?


Cinta Alexa hanya untuk Satria, sekalipun takdir tak berpihak. Biarlah semuanya Alexa jalani demi keselamatan dirinya, dan juga demi kebaikan Satria.


Biarlah jika Alexa harus bersama dengan orang yang tidak dicintainya, setidaknya Alexa lebih percaya kalau Jevan pria yang mampu melindunginya dari kejaran Bayu.


Satu hal janji hati Alexa terhadap dirinya sendiri, apapun keadaanya Alexa tidak akan pernah membiarkan hatinya tumbuh cinta untuk Jevan.


Alexa tahu Jevan bukanlah sosok pria yang tepat untuk dia jadikan suami, tapi setidaknya Alexa akan berusaha menjadi istri yang baik untuk Jevan, meskipun hatinya tidak mengisyaratkan cinta.


••••


Klik like ya. . .


Biar author semangat up


😀