
Jepang merupakan salah satu negara yang terkenal akan dunia otomotif. Modifikasi mobil dan motor sport sangat menakjubkan di negara tersebut.
Semua mata akan tercengang melihat modifikasi mobil sport balap bertebaran di sirkuit suzuka, salah satu sirkuit yang terletak di pulau Honshu.
Sirkuit Suzuka malam ini terasa sangat ramai dan panas, ditambah lagi gemerlap wanita wanita sexy bertebaran, bahkan lebih banyak dibanding malam biasanya.
Mereka mengerumuni rider balap mobil yang akan menjadi ladang uang bagi mereka. Setiap rider yang akan bertarung disini bukan berasal dari sembarang kalangan.
Seseorang dengan perawakan tinggi atletis, mata elang coklat, serta gurat kecil yang membelah bibir bawahnya nampak semakin sexy disana.
Pria itu menyenderkan tubuhnya di bagian depan lamborgini hitam dengan sentuhan modifikasi list merah maroon.
Walau tubuhnya hanya berbalut celana jeans warna belel, kaos hitam polos dan sepatu coklat tua ala coboy, tetap tidak menyurutkan pesonanya.
Tatapan mata wanita wanita sexy hanya tertuju ke arah pria tersebut. Siapa lagi kalau bukan sang penguasa balap liar di sirkuit Suzuka, kalau bukan Mr. Lee.
Jevan Lee yang kerap akrab disapa dengan sebutan Mr. Lee sangat hits di kalangan wanita dan dunia balap liar di Jepang.
Dalam satu malam saja Jevan bisa meraup uang dengan jumlah besar. Ditambah lagi bonus wanita yang bebas Jevan pakai. Asal Jevan mau, semua wanita yang Jevan tunjuk dengan senang hati akan tunduk padanya, hanya untuk memuaskan Jevan.
Sayangnya untuk urusan wanita, Jevan tidak setamak itu. Jevan bukan tipe yang mudah memakai wanita dan bebas bermain sex.
Jevan hanya akan meminta wanita wanita sexy itu hanya untuk menemaninya minum saja, tidak untuk urusan ranjang.
Tidak ada wanita yang berani mendekat satupun malam ini, karena melihat raut wajah Jevan yang seperti sudah siap menerkam lawannya.
Biasanya Jevan terlihat menyeramkan, tapi malam ini terasa sangat berbeda, lebih tepatnya sangat menyeramkan.
Tatapan mata Jevan sudah seperti isyarat pada semua wanita disana untuk tidak mengganggunya. Entah apa yang ada dalam pikiran Jevan?
Pria tiga puluh tahun itu kini terlihat kacau, batinnya merasakan ada penyesalan setelah melakukan 'itu' terhadap Alexa, namun naluri lelakinya kembali memanggil, dia masih ingin merasakan aroma tubuh Alexa.
Jevan masih mencoba menepiskan hasratnya dengan memejamkan kedua bola matanya, namun bayang bayang Alexa justru semakin hadir di dalam pikiran Jevan.
Tidak mungkin ini perasaan cinta, karena hati Jevan telah lama mati oleh Alana. Mungkin ini hanyalah hasrat kelelakiannya saja yang kembali menginginkan Alexa.
Jevan masih ingat betul setiap inchi tubuh Alexa, rasanya seperti candu bagi dirinya. Cukuplah Alexa hanya sebagai pemuas nafsunya saja, jika nanti dia telah meresmikan pernikahan dengan Alexa.
Alexa hanya sebagai pemuas nafsu Jevan, bukan sebagai istri, karena yang Jevan butuhkan hanya itu.
Jevan pun masih tak habis pikir kalau hasrat kelelakiannya hanya mampu tergetar oleh tubuh Alexa.
Apa karena Alexa sangat mirip dengan Alana?
Atau karena Alexa yang masih perawan?
Pria tampan bermata coklat itu masih tak terlepas dari pandangan wanita wanita sexy disana, namun Jevan masih tak bergeming saat salah satu dari mereka mencoba memberanikan diri bergelayut manja di tubuh Jevan dengan pakaian yang sangat minim.
Jevan menghubungi Richard menanyakan perihal persiapan acara pernikahannya bersama Alexa. Suaranya sengaja ditekankan di kata pernikahan, agar terdengar oleh wanita sexy yang masih berusaha menggodanya.
"Weekend ini lo balik ke Jakarta. Semuanya sudah siap."
Jawaban Richard terdengar mantap, padahal sebenarnya Jevan masih mengkhawatirkan Alexa menolak rencananya.
"Serius bro?"
Jevan seolah masih tak percaya dengan ucapan Richard di telpon.
"Sejak kapan seorang Jevan pesimis gini?"
Richard merasa aneh, belum pernah Jevan tidak percaya diri seperti ini. Lagi pula wanita mana yang mampu menolak Jevan?
"Lagian cewek mana yang bisa nolak lo man?"
Richard kembali menegaskan ucapannya, menerbangkan kembali angan Jevan. Walau sebenarnya Richard sudah bersusah payah mengancam Alexa agar menyetujui rencana pernikahan yang diajukan oleh Jevan.
"Gue gak yakin dengan yang lo omongin barusan."
Dugaan Jevan memang benar, dia tahu persis bagaimana sikap Alexa yang tak mudah menerima orang baru di kehidupannya. Seketika itu juga gelak tawa terdengar di sebrang sana.
"Lo paham banget sih sama Alexa."
"Gue hampir kehabisan akal buat meyakinkan dia bro."
"Apa lagi pas gue lihat di jari manisnya ada mutiara hitam yang sudah melingkar. Gila lo ngerebut pacar orang."
"Eh merawanin pacar orang malah."
Richard bersungut puas, dan sulit Jevan lawan, karena itu kenyataannya.
"Persetan itu semua Mr. Rich, I just wanna taste her again."
Kemudian sambungan telpon itu Jevan putuskan dengan seringai senyuman kemenangan.
Jevan segera berbalik untuk memasuki mobil sport miliknya, mengabaikan wanita yang tadi menggodanya, karena pertarungan balap akan segera dimulai.
Semua fans Jevan sudah meneriaki namanya, mereka sudah tak sabar ingin melihat aksi Jevan yang bengis di sirkuit.
Balapan yang disuguhkan disini bukan sekedar tekhnik balap dan taruhan saja, tapi juga nyawa. Sebelum lawan balapnya tersungkur dan terkapar, maka balap tidak akan berhenti.
••••
Klik like nya ya 😊