Sad Ending

Sad Ending
Episode 7



Dirumah Gardis.


"Thanks Yah". Gadis


"Sama2". Bintang


"By The Way Kamu Ndak Mau Masuk Dulu". Gadis


"Emang Dibolehin Ma Ortu Loh". Bintang


"Justru Papa Yang Meminta Aku Untuk Ngajakin Kamu Masuk Dan Mampir". Gadis


"Boleh Juga Biar Makin Dekat Dengan Tujuanku". Batin Bintang Dengan Bibir Tertarik Keatas Membentuk Senyum Menyeringai..


''Oh Papa Loh Baik Yah Ternyata Aku Kiranya Galak". Bintang


"Yah Ngaklah Papaku Itu Sangat Baik". Balasku Dengan Kekehan "Jangan Terlalu Sukzhon pada Papaku". Lanjutku Sambil Menarik Tangannya Masuk Kedalam Rumah Aku Melihat Kedua Orang Tuaku Yang Sedang Menunggu Kedatanganku Karena Memang Tadi Aku Memberi Tahu Mama Lewat Chat Kalau Aku Pulang Sama Teman Jadi Sekalian Makan Siang Bareng Dirumah Dan Mama Mengiyakan.


"Mama... Papa... Gadis Pulang". Riangku Disambut Hangat Oleh Kedua Orang Tuaku.


"Oh Anak Papa Sama Mama Sudah Pulang". Balas papa Sama Mama Barengan "Jadi Ini Temanmu Yang Membuatmu Selalu Senyam Senyum Sendiri". Lanjut Papa Berucap Aku Langsung Saja Malu Dengan Muka Memerah Bagaimna Mungkin Papa Akan Berkata Seperti Didepan Bintang.


"Ah Papa Nih. Oyah Pah Mah Kenalin Ini Bintang. Bintang Ini Papa Sama Mamaku". Aku Memperkenalkan Bintang Dengan Orang Tuaku, Orang Tuaku Begitu Ramah Sama Bintang.


"Salam Om/Tante, Saya Bintang". Bintang Memperkenalkan Dirinya Dengan Sopan Sambil Menjabat Tangan Kedua Orang Tuaku.


"Salam Juga Kami Orang Tuanya Gadis". Jawab Mama Sama Papa Ramah.


"Ayok Silakan Duduk". Ajak Papa Pada Bintang Dan Dijawab Anggukan Kapala Oleh Bintang.


"Gadis Bantuin Mama Tatah Makanan Di Meja Makan Yah". Mama


"Iyah Mah". Jawabku "Iyah Bintang Duduk Sama Papa Dulu Yah Aku Siapain Makanan Dulu". Lanjut Memberi Tahu Bintang.


"Iyah". Jawabnya Singkat, Aku Berjalan Kearah Dapur Dan Menyiapkan Makan Siang Bareng Mama Yang Sudah Masak Tinggal Ditatah Aja Diatas Meja. Aku Sekali Mencuri Pandang Kearah Bintang Yang Lagi Ngobrol Dengan Papa Terlihat Mereka Ketawa Bareng Entah Hal Lucu Apa Yang Mereka Bicarakan.


"Nak Panggilkan Papa Sama Temanmu Untuk Makan Sekarang". Mama


"Iyah Mah". Aku Berjalan Kearah Papa Sama Bintang Lagi Asik Ngobrol


"Pah Bintang Makan Dulu Baru Nanti Lanjut Lagi Obrolannya". Gangguku Disela2 Obrolan Mereka Kedua Langsung Menatap Kearahku Bersamaan.


"Apa Aku Menganggu Pembicaraan Papa Sama Bintang?". Tanyaku Pura2 Padahal Dalam Hati Aku Tertawa Senang Melihat Mereka Menatapku Karena Aku Menganggu Mereka.


"Yuk Nanti Keburu Dingin Ngak Enak" Lanjutku Berucap Keduanya Langsung Bangun Dan Berjalan Menuju Westafel Untuk Cuci Tangan Lalu Duduk Dan Kami Siap Makan Siang Bersama. Selasai Makan Aku Membantu Mama Bereskan Peralatan Dapur Bintang Lanjut Ngobrol, Selesai Mengerjakan Semuanya Aku Nyamperin Papa Sama Bintang Sepertinya Bintang Sudah Mau Pamit Pulang


"Om Tante Bintang Mohon Pamit". Bintang


"Iyah Sudah Hati2 Dijalan Yah Jangan Ngebut2". Papa


"Iyah Om". Bintang


"Gadis Anatar Bintang Sampai Depan". Papa


"Iyah Pah". Aku Berjalan Dibekang Bintang


"Hati2 Yah". Bintang Nganguk


"Aku Cabut Yah". Aku Hanya Tersenyum Melambaikan Tangan Kearahnya.



Rumahnya Bintang


"Kakak..!!". Panggil Andini Didepan Pintu Kamarku "Aku Masuk Yah Kak?". Lanjutnya Bertanya.


"...."


"Masuk". Bintang


"Isht Kakak Nih Lamanya Baru Jawab". Andini Masuk Dengan Wajah Juteknya Tapi Tetap Sangat Imut Dan Cantik.


"Lagian Timben2annya Kamu Ketuk Pinta Minta Izin Pula, Biasanya Juga Nyelonong Ajah Tuh Kaya Kambing Masuk Ke Kamar Kakak". Tanyaku Menggoda Adikku Satu2nya Ini.


"Aisth Kakak Nih, Sekarang Andini Mau Jadi Anak Baik Tau". Jawabnya Ketus Tentu Saja Membuatku Tertawa Terbahak2


"Akh Adeknya kakak Rupanya Sudah Dewasa Sekarang, Bukan lagi Bocah Ingusan". Jawabku Sambil Mengelus Rambutnya Supaya Adekku Ini Tidak Marah Karena Aku Menertawainnya.


"Iyah Dong". Rupanya Dia Tidak Marah Sama Aku Kali Ini. "Kak..!". Lanjutnya


"Emh Kenapa Sayang?". Bintang


"Kakak Udah Punya Pacar Ngak Sih?'. Andini Bertanya Dengan Mimik Wajah Yang Sedikit Serius Menurutku Tentu Ini Membuatku Kaget Kok Dia Tumben Tanyain Tentang Aku Udah Punya Pacar.


"Akh Keponya, Sekolah Yang Benar Ndak Usah Kepoin Asmaranya Kakak". Jawabku Sekenanya "Lagian Ngapain Tanya2 Soal Itu Hm?".Lanjutku Bertanya Penasaran Juga Aku Soalnya. Tapi Andini Tidak Menjawab Melainkan Memonyongkan Bibir Maju, Aduh imutnya Membuatku Gemes Dan Mencubit Pipi Gembulnya.


"Aduh Ucuh Ucuh Jangan Cemberut Gitu Dong Jelek Tauh". Ledekku


"Aisth Kakak Nih Coba Ajah Bukan Kakakku Udahku Tabok Juga Nih Bilangin Aku Jelek, Jelas2 Cantik". Jawab Andini Sambil Terkekeh


"Kenapa Sayang Kok Kamu Kepoin Kakak?". Bintang


"Katanya Ngk Boleh Kepo Eh Kok Sekarang Kakak Yang Kepo Nanya Terus. Ehehe Penasaran Yah". Ledek Andini


"Yah Sudah Kalau Tidak Mau Kasih Tau Juga Tidak Apa2 Kok Sayang". Bintang


"Yakin Ndak Mau Tau?'. Andini Bertanya Aku Yang Awalnya Ingin Melupakannya Jadi Benar2 Ingin Tau Kenapa Anak Itu Bertanya Soal Pacarku.


"Maksudnya Sayang?". Bertanya Pada Andini Yang Pasang Wajah Serius Lagi.


"Gini Kak". Jawabnya Ragu Dan Terdiam


"Gini Apa?". Tanyaku Makin Penasaran.


"Ayah Ingin Pemperkenalkan Kakak Sama Anak Rekan Kerjanya Ayah". Andini


"Astaga Sayang Terus Kenapa Kan Cuman Kenalan Ajahkan". Jawabku Dengan Kekehan Melihat Adekku Yang Gugup Cuman Kasih Tau Itu.


"Isth Kakakku Nih Bodoh Atau Gimana Masah Tidak Paham Dengan Apa Yangku Sampaikan Jelas2 Ayah Mau Jodohin Dia" Batin Ulfa


"Tidak Kak Ayah Mau Jodohin Juga Kakak Dengan Perempuan Itu Makanya Ayah Harus Cari Pacar Secepatnya". Andini


"Apa? Kakak Ngak Salah Dengar Dek?". aku Kaget Banget Kali Ini Sangat2 Kaget Mendengar Apa Yang Dikatakan Adekku. Apa Ini Masih Jamanya Siti Nurbaya Main Jodoh2in, Ada Apa Dengan Ayah Nih Astaga.


"Jelas2 Kakak Ngak Salah Dengar, Pake Tanya Ulang Lagi". Andini


"Tapi Dek Kakak Ini Sudah Dewasa Bisa Cari Sendiri Jodoh Kakak Nantinya Tidak Usah Dijodohin Segala". Bintang


"Yah Makanya Cari Pacar Sekarang. Oyah Kak Pura2 Tidak Tau Ajah Soal Perjodohan Ini Yah, Saolnya Ayah Mau Bicarakan Sendiri Sama Kakak". Andini Bicara Panjang Lebar "Dan Jangan Sampai Ayah Tau Kalau Andini Memberi Tau Kakak, Andini Takut Ayah Marah Sama Andini Karena Ikut Campur Urusan Orang Tua Please". Lanjut Andini Dengan Wajah Memohon Agar Aku Tidak Memberi Tau Ayah.


"Iyah Sayang Jangan Kawatir Kak Akan Jaga Rahasia Dan Secepatnya Cari Cewe Juga". Jawabku Mantap


"Aku Sayang Kakak, Carilah Cewe Yang Baik Supaya Andini Bisa Cepat Dapat Ponaan Hehhe". Andini Berucap Dengan Memelukku


"Ha Secepat Itukah Kamu Ingin Kakak Menikah Dan Mempunyai Anak". Bintang


"Ya Iyah Dong Menurutmu Untuk Apa Ayah Menjodohkan Kakak Kalau Bukan Untuk Mengendong Cucu". Goda Andini Yang Membuatku Seketika Geli Sendiri Mendengarnya.


"Ayolah Dek Kakakmu Ini Belum Siap Untuk Itu". Bintang


''Hahahaa Terserah Kakak Deh Yah". Andini Berucap Dengan Lalu Meninggalkanku, Ini Membuatku Frustasi Ada Apa Ayahku?.