
Selesai Keliling2 Kita Memutuskan Untuk Makan Rasanya Perutku Lapar Sekali. Kita Memilih Makan Di Resto Siap Saji. "Kamu pilih Ajah Makanan Yang Kamu Suka". Bintang Menyuruhku Untuk Memilih Makanan Dibuku Menu. "Iyah, Kamu Mau Makan Apa?". Aku Bertanya Balik Pada Bintang.
"Kali Ini Yang Memilihkannya Untuk". Jawab Bintang Dan Tersenyum Manis Kearahku.
"Baiklah.. Kita Makan Ini Saja". Kelasku Sambil Nunjuk2 Makanan Yang Kita Pesan. Lalu Aku Memanggil Waitris Resto.
Mba..!
Mba..!
Bintang POV
"Dis Tunggu Bentar Aku Mau Ke Toilet Dulu". Aku Memberi Tahu Gadis Lalu Berjalan Menuju Ke Toilet. Aku Tidak Benar2 Mau Ke Toilet, Aku Mau Chat Seseorang, Untuk Mengingatkan Dia Sesuatu.
"Hay Bro..!! Apa Kamu Sudah Siap Jadi Babuku Sekarang?. Dan Jangan Lupa Siapkan Motornya Juga Hahah". Bintang (Terkirim)
"Apa Loh Udah Nembak Gadis?". Dion Membalas Chatku Hahaa Apa Dia Takut Sekarang.
"Akan Segera Terjadi Bro". Balasku Dan (Terkirim)
"Apa Loh Yakin Bint?". Dion Lagi2 Bertanya, Apa2an Anak Ini Sudah Jelas Dalam Taruhan Itu Harus Pacaran Dulu Baru Bisa Perjanjian Dalam Taruhan Berlaku. Payah Apa Perluku Ingatkan Perjanjian Dalam Taruhan Yang Dia Buat.
"Ngak Usah Bacott, Siap2 Ajah Kamu Kalah Hehee". Aku Mengetik Chat Ini Dengan Seringai Kemenangan. (Terkirim)
"Menurut Gue Ini Salah Bint Kita Salah Jalan Dengan Taruhan Ini. Gue Jadi Ngak Tega Kalau Loh Nyakitin Gadis Bint, Lebih Baik Kita Hentikan Taruhan Ini Dan Loh Bisa Ambil Motor Itu, Dan Gue Siap Jadi Babu Loh Dan Jangan Bahas Taruhan Bodoh Ini Lagi". Apa Ini? Apa Dion Mau Mundur? Aku Tidak Ingin Balas Chat Dari Dion Lagi Dan Memutuskan Untuk Menemui Gadis.
"Makanannya Sudah Siap, Lama Sekali". Tanya Gadis, Aku Hanya Tersenyum.
"Dis Kamu Mau Ngak Jadi Pacar Aku?". Aku Tidak Tau Apa Yang Aku Lakukan Sekarang Dengan Menembak Gadis, Aku Tidak Benar2 Berniat Untuk Pacaran Tapi Aku Sudah Mencium Gadis Bahkan Ciuman Yang Sangat Panas. Kalau Aku Tidak Menjadikan Pacarku Setelah Ciuman Itu Sungguh Aku Ini Brengsek, Padahal Dalam Taruhan Itu Ciuman Tidak Termasuk Tapi Aku Malah Nyosor Ajah Cium Gadis. Hehee
Aku Melihat Perubahan Ekspresi Wajah Gadis Seketika, Matanya Melotot Dengan Mulut Mengangah wajahnya Memerah. Dia Sangat Manis, Manis Bangett.
"Ka...mu Bilang Apa Barusan?". Tanyanya Lagi Seakan2 Tidak Percaya Dengan Apa Yang Didengarnya. Jadi Terpaksa Aku Harus Mengulang Pertanyaan Yang Sama.
"Kamu Maukan Jadi Pacarku Dis?". Aku Kembali Bertanya. Gadis Tersenyum Pipinya Merona Dengan Manis Menahan Malu Hehee.
"A...ku A...ku". Gadis Terlihat Sangat Gugup.
"Aku.. Aku Apa Dis?". Potongku
"Aku Mau Jadi Pacar Kamu Bintang". Jawab Gadis Tampa Gugup Lagi, Aku Tersenyum Ada Rasa Bahagia, Senang Mendengarnya. Aku Bangun Dan Mendekati Gadis Lalu Memintanya Untuk Berdiri Dan Aku Refleks Memeluk Gadis Nyaman Sekali Saat Aku Memeluknya Seperti Ini. Aku Tak Ingin Melepasnya Entahlah Apa Aku Sudah Jatuh Cinta Pada Gadis Polos Ini?.
"Jadilah Pacar Yang Baik, Apa Kamu Bisa Melakukan Dis?". Aku Bertanya Setengah Berbisik Di Telinganya,.
"Iyah Aku Bint Aku Bisa". Jawabnya Polos Masih Berpelukan.
"Dis Apa Kamu Mau Melanjutkan Untuk Belajar Tentang Apa Yang Kita Lakukan Di Roal Coaster Tadi?". Aku Menggodanya Ingin Liat Reaksinya. Lagian Bagaimana Mungkin Aku Bisa Menciumnya Didepan Orang Banyak.
"Bintang..... Mesum Ikh". Gadis Ingin Melepaskan Pelukan Tapi Aku Justru Mempereratnya. "Bint Ikh Malu Diliatin Orang Banyak". Dia Menyembunyikan Wajahnya Di Dadahku Asataga Lucu Sekali Reaksinya.
"Biarin Ajah, Biar Semua Orang Tau Kalau Kamu Milikku". Aku Melepaskan Pelukanku Pada Gadis Dan Menatap Lembut, Tunggu Apa Yang Aku Katakan Barusan Milikku? Sungguh Apa Aku Sudah Benar2 Menganggap Gasis Milikku Sekarang?.