
Setelah selesai pambagian raport untuk semester genap ini, kami menuju kantin sekolah karna masih belum jam pulang, walau sudah tidak ada kegiatan apa-apa lagi disekolah. Dan kalian jangan bertanya sehabat-sahabat ku yang lainnya dapat peringkat berapa. karna apa, karna kami sendiri tidak tahu karna pak guru hanya memberitahu peringkat 1 - 3 aja, jadi kalian jangan bertanya oke. Oke sip bagus.
saat sedang berjalan di koridor sekolah kita tidak sengaja melihat Andika pacar Emi sedang berjalan bergandengan menuju halaman belakang sekolah.
" We we" cegat ku menghentikan langkah ku dan sahabat-sahabat ku," lihat tuh, itu andika kan, kok dia bergandengan sih dengan si Mita" ucap ku, seketika mereka pun menoleh ke arah pandang ku. yang dimana ada andika yang berjalan bergandengan yang seketika menghilang tertutup tembok ia menuju arah belang sekolah.
"iya tuh andika Mi, wah parah ni andika mau selingkuh tapi disekolah masih ada pacar. kurang pro Rai andika nih, coba deh kamu ajarin andika selingkuh Rai biar gak ke tahuan kek sekarang" celetuk Dela yang tidak menyadari sudah ditatap Emi dengan tatapan membunuh.
"Eh emi, heheheh usah nantap ku gitu napa mi, ngerik dedek" ucap dela tengengesan.
"Huh bakal terjadi berang dunia ketiga ni" Ucap layla, dan kami semua tertawa kecil kecuali Emi yang sudah memanas.
"Mi mau kemana" teriak Mega yang melihat Emi melangkah pegi meninggalkan kami.
"Mau perang" saut Emi yang terus melangkah menuju halaman belakang sekolah.
"Wah wah bahaya nih" ucap ku
"Eh kalian siapkan surat wasiat takutnya kalian gugur dimedan perang" saut Dinda
"Eh emang kamu pikir kita mau kemedan perang apa" jawab Amelia yang langsung menotor kepala Dinda.
"udah udah yuk kita susul Emi" ucap ku yang langsung bergegas menuju kebelakang sekolah, diikuti sama anak anak dedemit. hehehe.
.......
"oh jadi begini ya kamu, dibelakang aku" ucap Emi yang berdiri dibelkang dua orang pasangan yang sedang duduk berduan. mendengar ada yang berbicara dua pasangan itu pun menoleh kebelakang.
Deg
Dan wajah andika pun seketika pucat dan gugup melihat siapa yang dibelakangnya yang sedang berdiri dengan tatapan membunuh dengan kedua tangan yang dilipat didadanya. Simita hanya diam dan tersenyum tipis melihat Emi yang berdiri dihadapannya saat ini.
plak.. plakkk
Dua kali tamparan keras mengenai sebelah pipi andika dan pipi Mita.
"itu hadiah aku untuk kalian, yang sudah jadi pasangan" ucap Emi dengan nada sinis dan tatapan geram.
plak.. plakkk
dua tamparan lagi melayang di pipi kedua pasangan itu. "ini sebagai ucapan terima kasih aku, atas perbuatan kalian" tamparan dari emi melanyang lagi mengenai pipi yang sudah merah itu.
plak.. plakkk
auuuu ditambah tamparan ketiga dari emi bibir andika berdarah karna targigit oleh giginya, dan pipi kanan Mita sudah lebam. "dan ini sebagai balasan atas perbuatan kalian". ucap emi
"udah puas" ucap mita yang kesal sudah ditampar tiga kali oleh emi.
"wah wah nyolot lu ya, udah salah bukan mau minta maaf ini malah nyolot, dasar wanita gak tau diri, penggoda, pelakor, dan murahan" ucap ku yang sudah kebawa Emosi melihat penghianatan andika kepada emi ditambah wanita murahan ini nyolot lagi.
"lo jangan ikut campur ya ini masalah kami" jawab mita yang tak kalah menantang ku.
plakk.
tamparan ke empat kalinya melayang mengenai pipi kanan mita yang semakin lebam, dan kali ini bukan dari Emi melainkan dari......
........
**Aduh aduh neng emi sabar atuh neng, gak boleh main tampar aja loh, tapi kalo buat pelakor sih gak papa. heheh
SETUJU GAK GEYS ?
KOMEN DAN LIKE NYA JANGAN KETINGGALAN DONG MAN-TEMAN😥
AUTHOR UDAH BELA-BELAIN BELAJAR NGEHALU NIH, BIAR CERITA NYA LEBIH BAGUS, JADI BERI DONG LIKE DAN KOMENNYA SIAPA TAU ADA INSPIRASI GITU.
SO!
LIKE ‼️
KOMEN ‼️**