
"Sudah mi jangan menangis lagi dong nanti kami juga ikut sedih mi" ucap Amelia yang juga sudah akan ingin menangis.
"Kan aku sudah bilang dari awal mi jangan mau dengan andika, tapi kamu masih aja mau nerimanya" saut Mega.
"Iya kan kita sudah ngelarang kamu jadian dengan dia kan dan kamu bilang kamu bakal ngatasinnya, jadi pasti kamu sudah siap nerima resikonya bukan" timpa layla.
"Mi udah jangan tangisin lagi pria brengsek kek andika, sungguh mi aku nyesel ngizinin andika nembak kamu waktu itu, aku pikir andika bakal bikin kamu bahagia dan bakal berubah demi kamu ternyata aku salah" ucap raina yang kelihatan sedih sambil menyusap punggung emi yang masih memeluknya.
"Apa maksud kamu rai" tanya emi yang mulai mengangkat tubuhnya dari tubuh raina,
" ia Rai, apa maksud kamu" tanya Dinda yang juga ikut penasaran.
"Ceritanya panjang, kalo aku cerita kekalian nanti kaliam tidur pulak, jadi aku singkat aja ya. Jadi Sebelum Andika nembak Emi, aku sudah tau akan rencananya jadi aku ngehampiri andika, memperingatinya akan rencananya, dan dia mohon mohon ke aku agar menyetujuinya dan bla bla bal, akhirnya aku setuju" jelas Raina. Dan sahabat-sahabat nya hanya menganggut anggut mengerti atau bingung aku juga gak tau.
"Pantesan Raina dukung banget waktu andika nembak Emi" ucap dela
"Sebenarnya sih aku gak dukung, tapi aku pikir kesian dengan Emi diakan sudah menyukai andika sejak lama, dan saat itu andika juga suka dengan dia, jadi ya sudahlah aku ijini aja asala ada jaminannya dan hari ini semuanya tuntas" lanjut Raina dengan perasan puas dan tersenyum kemenangan.
"Maksih ya rai, aku sanyang banget sama kamu" ucap emi
"oh jadi cuma Raina aja ni kita enggak" ucap dela,
"Ya enggak lah, aku juga sayang banget sama kalian,terimakasih kalian semua adalah teman terbaik aku, dalam hidup ini, I Love you all" ucap emi sambil merangkul Raina yang disebelah kanannya dan Dela disebalah kirinya.
"We love you too" balas meraka berenam secara bersama dan berpelukan seperti teletabis.
"tes tes" suara Microfon sekolah.
"Panggilan untuk Raina dan Emitali, Sekali lagi panggilan untuk Raina dan Emitali untuk segera keruangan Bk ditunggu dalam 5 menit waktu dimulai dari sekarang" ucap seseorang dibalik microfon itu memberi pemanggilan untuk raina dan emi.
"wah siap siap nih kalian kembali kealam kalian, sana pergi kealam kalian" ucap Mega sambil terkekeh.
"Hahah iya betul, sana cepat pergi kealam kalian ruang bk" lanjut Dinda yang juga mulai ketawa geli.
"udah mau libur juga, gak bakal dihukum, paling cuman dengar kutbah aja mah kalian jadi siap siap telinga panas ya" timpa Amelia.
"Wah begini ni kok punya kawan pada anak dedemit, abis manis sepah nya dibuang" ucap kesal Emi
" sudah sana cepat pergi, kalian mau makin tambah ribet kok sampe telat, cepat pergi waktu tinggal 3 menit" perintah Dinda dengan mendorong tubuh Raina dan Emi.
"Siall" ucap raina Emosi dan segera berlari diikuti dengan Emi.
"yang semangat dan sabar guys hahahah" teriak dela.
........
**Waw yang sabar ya neng Raina dan neng Emitali.hehehh tampaknya ada yang bakalan kena hukum nih man teman, padahal udah bakalan libur, aduh aduh tak pak ya gak ada hari tanpa dihukum deh neng raina dan neng Emi ini.
Beri komentar kalian dong man-teman dan jangan lupa tinggalin jejak kalian dengan memberikan like kalian.
LIKE‼️
KOMEMTAR ‼️**