
Sepanjang jalan menuju ruang bk raina dan emi terus berlari kencang tidak peduli dengan siswa siswi yang sedang duduk dikoridor sekolah.
brukk
"Sial" ucap emi yang baru saja menabrak seorang siswi.
"woy, bukannya minta maaf malah nyumpah lo" teriak siswi yang ditabrak Emi, Emi menghentikan langkahnya, membalikkan badannya menghadap siswi yang sedang terduduk dilantai sambil mengusap tangannya .
"lo gak terima" bentak Emi. siswi itu pun mendongakan kepalanya menatap orang yang menabraknya ternyata badgirl sekolah yaitu Emi.Siswi itu menatap ketakutan saat melihat tatapan emosi emi.
"Woi mi, udalah ah cepat udah telat ni" Raina menarik Emi membawanya pergi dan kembali berlari menuju ruang bk, siswi tadi pun kembali bernafas lega saat emi dibawa raina.
"Woy urusan kita belum kelar" teriak emi kepada siswi tersebut, mendengar teriakan emi tubuh siswi itu kembali menegang. sedangkan murid lain yang menyakisikan hanya bisa menatap prihatin kepada siswi yang baru saja ditabrak emi.
Brakkk suara pintu terbuka kasar, tampak Raina dan Emi terngos-ngosan mengatur nafasnya yang memburu detak jantung yang beraju cepat, seakan ingin keluar dari sarangnya.
"kalian, kalau masuk ruangan seseorang harus ketuk pintu dulu, udah telat 2 menit lagi" teriak pak andi yang terkejut saat pintu ruangan nya terbuka keras oleh raina dan emi
"maaf pak maaf, pintunya gak tau diri nih pak bunyinya nyaring banget waktu kebukak" jelas Raina sambil terhengos hengossan mengatus nafasnya. Emi dan raina langsung saja menuju 2 kursi kosong yang dihadapan pak andi.
"udah salah nyalahin pintu lagi, yang nyuruh kalian duduk siapa" omel pak andi.
"bapak gak izinin kita duduk nih" tanya Emi dengan mata memelas.
"Sudah sudah duduk saja" jawab pak andi dengan tampang kesalnya.
"Oh iy kenapa bapak manggil kita kesini, dusuruh cepat lagi, bapak kangen ya dengan Emi, padahal perasaan baru dua hari yang lalu Emi duduk disini". Raina terkekeh geli mendengar ucapan Emi yang huh terlalu sering berada diruang bk.
"Emi Emi apa kamu senang sekali terus terus san membuat onar ha, apa kamu tidak bisa untuk tidak bertengkar, kamu tau orang tua andika tadi kemari gara gara kalian hajar, aduh kalian memang senang sekali membuat onar. padahal hari ini hari terahir kalian di semester ini tapi kalian masih saja membuat onar" omel pak andi kepada Raina dan Emi.
"Sudah selesai pak, bapak tau bapak kok ngomel sangat tampan, bibir bapak sungguh seksi" Emi bebicara seakan menggoda.
"Emi" bentak pak andi.
seketika Raina mendongakan kepalanya dan menatap pak andi dan langsung tertawa, sedangkan emi dia hanya tersenyum kecut.
"Hahahah mi, sepertinya pak andi lagi gak mood deh, kita gak bisa bergurau mi, ayo serius" mendengar ucapan Raina, Emi menatap Raina dan Raina mengedipkan satu matanya kepada Emi. Pak andi hanya menghela nafas panjang melihat interaksi kedua gadis gila dihadapan nya saat ini.
"Kalian memang benar benar bikin saya gila" ucap pak andi dengan frustasi menghadapi tingkah kedua siswi yang menurutnya gila ini.
"Bapak tau bapak sudah bikin saya gila pak, karna terlalu mencintai bapak" saut raina santai sambil tersenyum menggoda.
"Raina saya sedang tidak bercanda" geram pak andi dengan menekan setiap kalimatnya ia tampak menahan amarahnya.
"Saya juga gak bercanda pak, kok bapak gak percaya, belah aja nih pak hati Raina bapak liahat pasti ada nama bapak dihati raina, tapi nanti langsung dijahit ya pak biar gak kebuka heheh" jawab raina sambil terkekeh geli, Emi juga tertawa geli mendenga ucapan Raina.
"Sudah sudah, diam" teriak pak andi yang sudah tidak tahan menghadapi dua siswi gila ini.
"Jawab dengan serius, kenapa Andika bisa bonyok sepeeti tadi, dan Mita sampai histeris seperti tadi, apa yang kalian lakukan ha, orang tua mereka sampai datang kemari dan meminta pertanggung jawaban, untung Andika tidak ingin permasalahan ini dilanjutkan, sebenarnya ada apa ini" tanya tegas pak andi.
"Apa andika tidak menjelaskannya" tanya Rmi datar dan dingin. Pak andi pun langsung terheran melihat Emi bisa seserius itu dan sangan dingin, tapi sesaat kemudian ia menghilangkan wajah herannya menjadi normal.
........
**Guru tuh Rai, Mi bukan teman kalian, main ngegoda aja. Dasar siswi laknat kalian. Aduh yang sabar ya pak andi.
mmm ini lagi nih, man teman likenya jangan ketinggalan dong. Komentar nya juga harus dong**.