
hay.....👋
Jangan lupa dong guys, abis baca langsung like dan komennya. Dan tidak lupa votenya untuk novel ini 😁.
yups kita lanjut 😅
.........
#Raina#
Nama ku Raina Alisya, umurku 16 tahun, aku kelas 11 Sekolah menengah akhir. Tinggal beberapa hari lagi aku akan naik kelas 12. Status ku JOMBLO hehehe, aku jomblo bukan gak laku ya, tapi aku belum menemukan seseorang yang pas aja gitu dengan ku. Sifatku itu gak dingin, dan gak sombong. Tapi bagi orang-orang yang baru mengenalku maka mereka akan mengatakan bahwa aku itu sombong dan cuek bangat. Padahal ya bagi teman-teman ku, aku itu orang nya gila, hahahah ya mereka selalu mengatakan kalau aku itu manusia gila yang berpura waras. Dan yang paling membuat ku terkenal bukan karna kegilaan ku, tapi karna ke ROMANTISAN ku. Ciah romantis pacar aja gak punya hahahh, aneh bukan?. Tapi mau bagaimana lagi itu lah yang mereka lihat dariku. Mungkin karna aku pandai membuat puisi dan pandai banget ngegombal. ya aku sering banget ngegombal, tapi itu dulu waktu aku lagi patah hati. cie patah hati guys hahah. ya dulu aku sempat patah hati tapi kini ya udah enggak walau masih ada sedikit bekasnya. sudahlah lupakan tentang kisah patah hatiku, aku jadi malu hikhikhik padahal aku gak tau malu hahahah.
Emitali sasiska, itu nama sahabat dekatku dari sekolah menengah pertama, sebenarnya sahabat ku itu ada 4 yaitu, Emitali sasiska, Dela anggrini, Amelia Zahwa, Dinda Kirani. Dan si Emitali yang biasa kami panggil Emi itu dia sahabat paling dekat dengan ku, kemana-mana kami selalu bersama. dan sejak kami masuk SMA sahabat ku nambah dua. yaitu Mega Andini dan Layla Sari. Kami selalu terbuka, menceritakan masalah satu sama lain tanpa menyembunyikan apapun.Tapi ada satu rahasia yang aku sembunyikan dari mereka termasuk Emi sendiri.
Tau gak?, dulu cita-cita ku ingin menjadi seorang sastrawan, aku ingin sekali mengembangkan bakat menulis puisiku, tapi cita-cita itu hanya anganku, sekarang cita-cita ku adalah hidup bahagia sebelum ajal datang menjemput, hehhe seremkan?, tapi ya begitulah harapan bagi seseorang yang tau bahwa cepat atau lambat ia akan menemui sang pencipta.
Saat mendengar vonis dokter keluarga ku sempat syok terutama bundaku. Oh ya aku lupa memperkenalkan keluargaku. Ayahku Naufal Andrik, pria tampan dan sangat awet muda dia seorang perwira tentara. Bundaku Risa Anatasya iya juga sangat cantik dan berhati lembut sifat keras kepalaku turun darinya, ia seorang ibu rumah tangga yang saaaanggaaaat baik. Raiga putra, itu nama abangku dia sedang menempuh pendidikan universitasnya ia itu idola dikampusnya karna ketampanannya, dia sangat menyayangi ku dan aku juga sangat menyayanginya. Raisa Anaura itu nama adik bungsuku yang baru berusia lima tahun, ia juga gak kalah cantiknya dia sangat pintar bahkan mengalahkan anak-anak seumuranya.
Keluargaku tak seharmonis yang kalian kira, Kami pindah kekampung ini sejak aku kelas 7 SMP, karna ayah dipindah tugaskan disini, jadi iya membonyong kami semua kecuali abangku karna ia tetap dikota melanjutkan sekolahnya disana. sejak aku kelas 8 ayah dan bunda seringkali bertengkar entah apa yang dipertengkarkan mereka, kalau mereka bertengkar aku selalu mengurung diri dikamar memekakan diri seolah gak ada tarjadi sesuatu. sesungguhnya aku tertekan tapi aku seoalah acuh tak acuh. kek lagu bunda Rita Sugiarto, KAU ACUH MEMANG ACUH CINTA MU ACUH TAK ACUH, heheh ya begitulah cintaku acuh. Bunda sempat ingin bercerai dengan ayah tapi mendengar aku mengidap penyakit kanker bunda mengurung niatnya, bunda bertahan dengan ayah agar ia selalu bersamaku dan bisa mengurua ku.
Akhir-akhir ini aku baru mengetahui bahwa ayahku itu selingkuh ia memiliki pacar itu sebabnya bunda dan ayah selalu bertengkar sungguh kesian bunda harus hidup dengan orang yang menduakannya. Sejak aku tahu ayah punya pacar aku tidak sedekat dulu lagi dengannya, bahkan abangku meminta bunda, aku, raisa pindah kekota dan abangku yang akan mengurus kebutuhan kami. Tapi bundaku menolaknya karna ia tau pengobatan ku tidaklah murah, aku harus minum obat-obatan, dan cek up setiap minggu, jadi bundaku bertahan dengan ayahku Inilah sebagian alasan mendasar mengapa aku tidak ingin memiliki kekasih aku takut diduakan seperti ayah menduakan bunda, aku dapat merasakan bagaimana sakit hatinya bunda.
Aku selalu memohon pada tuhan, agar bundaku saudara ku dan sahabat-sahabatku bahagia, dan aku selalu memohon agar aku bisa merasakan kebahagiaan sebelum ajal menjemputku. Hanya itu yang ku minta pada tuhan, aku tak ingin meminta lebih pada tuhan aku ingin menikmati penyakit ini dengan hati yang lapang, walau terkadang akau merasa takut bahwa esok adalah kematian ku, itulah pemikiran yang selalu membayangiku, menghantuiku setiap malamnya.