Sad Ending

Sad Ending
SAD ENDING# *BAB 1*



#RAINA#


Nama ku Raina Alisya, umurku 16 tahun, aku kelas 11 Sekolah menengah akhir. Tinggal beberapa hari lagi aku akan naik kelas 12. Status ku JOMBLO hehehe, aku jomblo bukan gak laku ya, tapi aku belum menemukan seseorang yang pas aja gitu dengan ku. Sifatku itu gak dingin, dan gak sombong. Tapi bagi orang-orang yang baru mengenalku maka mereka akan mengatakan bahwa aku itu sombong dan cuek bangat. Padahal ya bagi teman-teman ku, aku itu orang nya gila, hahahah ya mereka selalu mengatakan kalau aku itu manusia gila yang berpura waras. Dan yang paling membuat ku terkenal bukan karna kegilaan ku, tapi karna ke ROMANTISAN ku. Ciah romantis pacar aja gak punya hahahh, aneh bukan?. Tapi mau bagaimana lagi itu lah yang mereka lihat dariku. Mungkin karna aku pandai membuat puisi dan pandai banget ngegombal. ya aku sering banget ngegombal, tapi itu dulu waktu aku lagi patah hati. cie patah hati guys hahah. ya dulu aku sempat patah hati tapi kini ya udah enggak walau masih ada sedikit bekasnya. sudahlah lupakan tentang kisah patah hatiku, aku jadi malu hikhikhik padahal aku gak tau malu hahahah.


Emitali sasiska, itu nama sahabat dekatku dari sekolah menengah pertama, sebenarnya sahabat ku itu ada 4 yaitu, Emitali sasiska, Dela anggrini, Amelia Zahwa, Dinda Kirani. Dan si Emitali yang biasa kami panggil Emi itu dia sahabat paling dekat dengan ku, kemana-mana kami selalu bersama. dan sejak kami masuk SMA sahabat ku nambah dua. yaitu Mega Andini dan Layla Sari. Kami selalu terbuka, menceritakan masalah satu sama lain tanpa menyembunyikan apapun.Tapi ada satu rahasia yang aku sembunyikan dari mereka termasuk Emi sendiri.


Ya rahasianya adalah tentang penyakitku. Aku divonis dokter terkena penyakit kangker darah atau leukemia sejak aku berumur 13 tahun. ya sudah hampir 3 tahun aku mengidap penyakit ini, dulu waktu aku berumur 14 tahun aku pernah melakukan Transplantasi sumsum tulang belakang, yang didonorkan oleh orang lain, mungkin karna tubuhku tidak bisa berbaur dengan angota baru jadi sumsum tulang itu tidak berpengaruh menyembuhkan ku, ala hasil penyakitku masih sampai sekarang bahkan memburuk, biaya untuk pengobatanku bukan lah hal yang mudah bagi keluargaku, jadi kini untuk bertahan hidup aku bergantung pada obat-obatan, setiap hari aku harus meminum berbagai jenis obat untuk kekebalan tubuhku bahakan sampai kini dan mungkin seumur hidupku.kini kata dokter penyakitku makin parah dan harus melakukan kemoterapi untuk menghambat penyebaran kanker itu, aku sudah tahu kalau penyakit ini tidak akan mudah sembuh, jadi aku putuskan aku tidak akan melakukan operasi ataupun kemoterapi, TIDAK AKAN. Bukan karna aku pesimis tapi karna aku tau penyakit ini tidak akan sembuh dan hanya akan menghabiskan uang keluargaku, untuk saat ini aku hanya ingin menikmati sisa hidupku dan bahagia bersama orang terdekatku sebelum ajal menjemput ku.


Tau gak?, dulu cita-cita ku ingin menjadi seorang sastrawan, aku ingin sekali mengembangkan bakat menulis puisiku, tapi cita-cita itu hanya anganku, sekarang cita-cita ku adalah hidup bahagia sebelum ajal datang menjemput, hehhe seremkan?, tapi ya begitulah harapan bagi seseorang yang tau bahwa cepat atau lambat ia akan menemui sang pencipta.


Saat mendengar vonis dokter keluarga ku sempat syok terutama bundaku. Oh ya aku lupa memperkenalkan keluargaku. Ayahku Naufal Andrik, pria tampan dan sangat awet muda dia seorang perwira tentara. Bundaku Risa Anatasya iya juga sangat cantik dan berhati lembut sifat keras kepalaku turun darinya, ia seorang ibu rumah tangga yang saaaanggaaaat baik. Raiga putra, itu nama abangku dia sedang menempuh pendidikan universitasnya ia itu idola dikampusnya karna ketampanannya, dia sangat menyayangi ku dan aku juga sangat menyayanginya. Raisa Anaura itu nama adik bungsuku yang baru berusia lima tahun, ia juga gak kalah cantiknya dia sangat pintar bahkan mengalahkan anak-anak seumuranya.


Keluargaku tak seharmonis yang kalian kira, Kami pindah kekampung ini sejak aku kelas 7 SMP, karna ayah dipindah tugaskan disini, jadi iya membonyong kami semua kecuali abangku karna ia tetap dikota melanjutkan sekolahnya disana. sejak aku kelas 8 ayah dan bunda seringkali bertengkar entah apa yang dipertengkarkan mereka, kalau mereka bertengkar aku selalu mengurung diri dikamar memekakan diri seolah gak ada tarjadi sesuatu. sesungguhnya aku tertekan tapi aku seoalah acuh tak acuh. kek lagu bunda Rita Sugiarto, KAU ACUH MEMANG ACUH CINTA MU ACUH TAK ACUH, heheh ya begitulah cintaku acuh. Bunda sempat ingin bercerai dengan ayah tapi mendengar aku mengidap penyakit kanker bunda mengurung niatnya, bunda bertahan dengan ayah agar ia selalu bersamaku dan bisa mengurus ku.


Aku selalu memohon pada tuhan, agar bundaku saudara ku dan sahabat-sahabatku bahagia, dan aku selalu memohon agar aku bisa merasakan kebahagiaan sebelum ajal menjemputku. Hanya itu yang ku minta pada tuhan, aku tak ingin meminta lebih pada tuhan aku ingin menikmati penyakit ini dengan hati yang lapang, walau terkadang aku merasa takut bahwa esok adalah kematian ku, itulah pemikiran yang selalu membayangiku, menghantuiku setiap malamnya.


........


author : kita berdoa aja ya raina semoga kamu berakhir bahagia, dan bisa sembuh dari penyakit kamu. kamu yang semangat ya raina jangan sedih nanti author jadi ikut sedih 😢😖


**teman-teman bantu doain juga ya 😢


JANGAN LUPA LIKENYA DAN KOMENTAR KALIAN TENTANG RAINA, DAN BERI RAINA DUKUNGAN AGAR DIA SENANG DISISA HIDUPNYA DAN DAPAT SEMBUH.‼️**