
flashback on
Diruangan serba putih yang tidak terlalu luas, dan tidak terlalu banyak isinya jadi tidak terlihat sempit. Hanya ada satu meja kerja dengan dua lemari brankas dibelakang meja kerja itu dengan jendala yang menjadi pemisah kedua lemari itu. Ini adalah ruangan dokter paruh baya, Dokter. Irawan, saat ini ada Raiga dan Dokter Digho didalam ruangan itu. Dengan dokter irawan duduk dikursi kebesarannya dengan dua pria muda itu duduk dihadapanya dengan meja sebagai pemisah mereka.
"Maaf sebelumnya Rai" ucap basa basi Dokter. Irawan, dengan wajah gusar. Raiga memperhatikan dengan serius, dengan pikiran yang sudah melayang-layang khawatir dengan kondisi adiknya.
"Kondisi Raina saat ini semakin memburuk, sel-sel kanker itu sudah menjalar hampir sebagian tubuhnya" lanjut Dokter. Irawan.
"Jalan satu-satunya kita harus melakukan kemoterapi untuk menghambat penyebaran sel-sel kanker itu, dan Raina harus dirawat disini untuk mempermudah kami dalam memantau kondisi Raina." Timpa Dokter. Digho.
"Bagaimana bisa?" Ucap tak percaya Raiga, "Penyakit itu sudah tidak pernah kambuh lagi sejak setahun yang lalu, Raina tidak pernah mengatakan kalau penyakit itu kembali menyerangnya. Dan bukan kah kita sudah melakukan transplantasi sumsum tulang?, Tidak hanya itu, Raina selalu rutin mengecek kesehatannya dengan mu dokter" lanjut Raiga sedikit tersulut emosi.
"Tenang dulu, Rai" ucap Dokter.Irawan menenangkan Raiga. " Kanker didalam tubuh Raina, kembali muncul, setelah setahun lebih setelah kita selesai melakukan transplantasi sumsum tulang. Namun kanker itu kembali muncul dan sekarang semakin ganas. Sebenarnya Raina memohon kepada saya untuk merahasiakan ini semua dari kamu dan keluargamu, dia tidak ingin kalian semua khawatir" lanjut Dokter.Irawan.
Raiga menyandarkan tubuhnya dikepala kursi, menghela nafas kesal sambil mengusap rambutnya kasar, ia terlihat marah, kecewa, sedih, khawatir dan ketakutan yang memenuhi dirinya saat ini.
"Kenapa tidak dari awal, dokter meminta Raina melakukan segala tahap penyembuhan" Kesal Raiga. Dokter.Irawan menghela nafas pasrah.
"Saya sudah mengatakan resikonya, tapi ia masih kekeh tak ingin melakukan apa-apa lagi. Ia ingin pasrah akan keadaannya dan menikmati hidupnya." Jelas Dokter. Irawan.
"Apa yang akan terjadi, jika Raina tidak melakukan kemoterapi kali ini?" Tanya frustasi Raiga.
Mendengar jawaban dokter Irawan. Tanpa sadar air mata Raiga menetes dari sarangnya. Wajahnya memerah. Kacau itu lah perasaannya saat ini.
Bukkk
Suara tas raina yang jatuh. Ternyata Baru saja Raina mendengar tentang waktu sisa hidupnya. Dokter. Irawan, Dokter Digho, dan Raiga. Langsung melihat kearah pintu dan tampaklah Raina yang berdiri diambang pintu dengan wajah yang tak dapat dibaca. Raina tersenyum sesaat kemudian ,ia menunduk mengambil tasnya dan ia pun langsung berlalu keluar dari ruangan itu.
Flashback off
Cepat atau lambat akan tiba waktunya, kita akan dilamar malaikat maut dan dinikahkan dengan kematian dan bercerai dengan dunia yang selama ini kita kejar.
Sungguh agung Tuhan, sang pencipta alam semesta. Ternyata dibalik tuhan yang menyembunyikan Rahasia kematian setiap hambanya itu demi kebaikan dan kebahagian hambanya. Pernahkah kalian berfikir mengapa Tuhan menyembunyikan kapan kematian setiap hambanya?.
Ternyata Tuhan tak ingin kita menjadi tertekan akan target kita didunia, akan waktu kita didunia. Tapi sayang manusia selalu lalay dan melunjak, mereka selalu merasa bahwa kematian itu masih jauh dari mereka, mereka tidak menyadari bahwa kematianlah yang selalu dekat dengan mereka, malaikat maut bisa kapan saja dan dimana saja datang untuk menjemput kita.
Syukuri hidup, nikmati hidup, hargai hidup, dan jangan pernah terlalu terlena akan kehidupan dunia, selalu ingatlah bahwa kematian akan datang dan malaikat maut akan menjemput, siapkan amal dunia, bekal untuk akhirat. Lakukan hal-hal yang bermanfaat dalam hidup, kejar mimpi, gapai setiap angan didunia, dan tetap lakukan hal-hal baik agar saat malaikat maut datang kau sudah siap dan amalmu sudah terkumpul. Selalu ingat kematian akan datang.
Begitu jugalah harapan Raina. Ia ingin menggapai setiap kebahagian yang disiapkan tuhan didunia,menikmati sisa terakhir waktunya didunia. Bukan terkurung diruangan serba putih dengan bau obat-obatan yang memenuhi setiap sudut ruangan itu. Ia tak ingin akhir hidupnya seperti itu. Bahkan setiap manusia tak ingin berakhir seperti itu.