
Sejak Raina dan Emi masuk kedalam ruang Bk sahabat-sahabat nya, yaitu Dinda, dela, mega, amelia, Layla. mereka menungu didepan ruang Bk, harap harap cemas memikirkan apa yang akan terjadi pada dua sahabat mereka.
apalagi sesaat sebelumnya mereka mendengar bahwa orang tua andika datang kesekolah melaporkan tentang prihal tadi. tetapi kecemasan mereka berubah saat mereka melihat Raina dan Emi keluar dari ruang bk dengan tertawa seperti orang kesurupan.
Sungguh sangan aneh biasanya orang kalau keluar ruang bk bakalan membawa muka sedih, gusar, gak karuan atau lebih parah menangis, dan ini dua orang ini malah tertawa. Sungguh tidak diragukan lagi Raina dan Emi memang benar benar dedemit.
"Hey, kanpa kalian tertawa?" tanya Dinda sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, mereka sungguh terheran-heran melihat Raina dan Emi keluar dari ruang bk langsung tertawa gila, apakah mereka kerasukan penghuni ruang bk, atau setan iblis peliharaan mereka merasukinya. sungguh diluar nalar.
Raina dan Emi masih tertawa bahkan tidak menghiraukan pertanyaan Dinda. Bahkan mereka tidak peduli pandangan aneh dari siswa siswi lain yang tidak sengaja melihat atau mendengar tawa mereka. Raina bahkan mengeluarkan air matanya karna terlalu tertawa, Emi memegang perutnya karna sakit tertawa. Entah apa yang merasuki mereka hingga tertawa seperti tidak memeliki akal.
"Aduh tampaknya kita harus panggil tukang ruqiah deh, ini dua anak dedemit udah pada gak normal" ucap mega.
"Aduh aduh perutku sakit hahaha." ucap Emi sambil mengontrol tawanya, ia memegang perutnya karna terlalu lama tertawa.
Sahabat-sahabatnya mengernyitkan dahi melempat tatapan masing masing melihat kegilaan dua sahabat mereka.
"Aduh iya mi, hahaha aduh mulutku sampe sakit" sambung Raina yang menekan kedua belah pipinya sehingga bibirnya mengerucut gemas.
"Emang ada apa sih?" Tanya Amelia
bukkk
"Woi ada apa sih" teriak Dela sambil memekul pundak Raina cukup keras.
"Sakit woy" balas teriak Raina, ia meringis kesakitan memegang bahunya yang ditabuk dela.
Yang lainnya terkekeh melihat Raina dan Emi makin tertawa melihat raina meringis.
"Kamu sih dari tadi ditanya bukan ngejawab malah tertawa, memang ada apa sih, Emang kaliam gak dihukum, tadi ada orang tua Andika loh" tanya beruntun Dela. yang lain hanya menganggut anggut membenarkan pertanyaan Dela. Sedangkan Emi sudah kembali kemode serius walai masih tampak memerah pipi dan matanya karna habis tertawa keras.
"Hahah Emang pak andi bisa ngehukum wanita cantik ini" Jawab Raian sambil mengibaskan rambut lurus panjangnya.
"Serius Raina" bentak Dinda yang sudah kesal banget karna dari rasa penasarannya gak terjawab.
"Hahah sabar bok sabar. iya benar kita gak dihukum" Dinda hanya mendengus kesal mendengar jawaban Raina yang tidak memuaskan, Raina hanya terkekeh melihat wajah kesal Dinda dan wajah datar sahabat-sahabatnya.
"Mi, bisa jelaskan" tanya Amelia yang sudah kebakar Kesal. huhu untuk bukan kebakar amarah.
"Terus kenapa kalian tertawa, jangan bilang kalian tadi kerasukan sesaat" Tanya Mega
"Heheh gak mungkin lah, setan aja takut dengan Emi" Jawab Raina kembali terkekeh geli.
"Sembaranga" saut Emi, ia menatap Raina mengintimidasi, seakan ingin memekan seseorang.
"Hahaha santuy buk, jangan natap gitu napah nanti keluar tuh mata" Emi hanya bisa mendengus mengalihkan tatapannya.
"Ayo dong jawab dengan benar, tadi kalian tertawa kenapa" tanya balik dinda yang benar-benar kepo.
"Hahah biasa nih, Emi abis ngegoda pak andi, sampe tuh guru rasa kebakar jenggot" jawab Raina.
"Bener mi" tanya Dela menatap emi antusias
"Biasalah, ya udah ah yuk pulang yang lain udah pada pulang tuh" jawab Emi, malas membahas masalah tadi. ya karna moodnya yang kembali kemode tidak menentu.
"Eh entar malam jadi kan" tanya Layla kepada sahabat-sahabatnya.
"Jadi dong" jawab serempak mereka.
"Oke, jangan sampe telat ya" peringat Layla, kepada sahabat-sahabatnya
"pasti dungs, kita itu selalu on time" jawab Raina.
"on time, dari mana. bukannya setiap janjian jam berapa kalian selalu datang jam berapa. enak kalau datangnya keawalan ini KELAMAAN". jawab tidak terimanya Layla akan jawaban Raina.
yang lainnya hanya tertawa geli mengingat kebiasaan mereka.
"Hahah haha namanya jam indonesia" jawab geli Dela.
"Awas ya pada telat, yang telat bakal teraktir" peringatan lagi dari Layla.
"Iya iya bawel, udah ayuk pulang" saut Mega dan yang lainnya yang sudah berjalan duluan menunggalkan layla.
"Wey tunggu" teriak Layla. sambil mengejar sababatnya.