Sad Ending

Sad Ending
SAD ENDING# *BAB 23*



*Raina*


Tadi pagi aku melakukan pemeriksaan kesehatanku, dan Dokter ku yaitu dokter irawan, meminta Dokter Digho untuk melanjutkan sebagai Dokterku. Dokter Digho itu tampan banget, dia mampu menggetarkan hatiku, hati yang tak pernah lagi tersentuh. Entah sejak kapan ada nama Dokter Digho dihatiku, tapi aku takut sangat takut, aku ingin mencintai dan dicintai, tapi aku hanya bisa mencintai tanpa dicintai karna apa Dokter Digho itu bagai bulan, dan aku hanya salah satu bintang yang berlomba mendekati bulan, Cahaya yang dipancarkan bulan takkan pernah redup digelapnya langit malam, dan cahaya ku hanya setitik kecil ini cepat atau lambat akan meredup tertutup oleh cahaya bintang kecil lainnya yang selalu setia menemani sang bulan. Dia sempurna sedangkan aku akan tiada, bagaimana aku akan dicintainya disaat aku akan tiada, aku hanya akan memberikan goresan luka dalam baginya, menyisakan kenangan akan angan yang selalu ia kenang, aku tak ingin membuatnya menderita karna mencintai orang yang sudah tiada. Tapi hati ku mengatakan aku harus egois untuk ia cintai. Harus kah aku menjadi orang egois?.


Saat ini aku sedang berada ditaman rumah sakit, setelah Sedari tadi aku melakukan berapa pemeriksaan aku merasa kelelahan baik batin maupun raga ku. Taman rumah sakit ini sangat lah luas begitu banyak berbagai macam bunga, dan kursi-kursi besi yang mengisi taman ini, dengan pemandangan hijau yang menyejukkan, ada juga wahana permainan sederhana diperuntukan anak-anak. Biasanya setiap selesai melakukan pemeriksaan, sambil menunggu hasilnya keluar aku selalu duduk ditaman ini menikmati harumnya bunga-bunga segar disini, melihat berbagai macam pasien rumah sakit yang bersantai disini, mendengar riuh tawa anak-anak yang berkejar-kejaran ditaman ini, saat disini rasa yang aku rasakan adalah TENANG, sangat tenang. Menenangkan pikiran berkecamuk didalam pikiranku, memberiku sedikit rasa semangat dalam menikmati sisa waktuku.


Tak jauh dari tempatku duduk, mataku menangkap sepasah lansia yang sedang duduk berduan disalah satu kursi taman disini. Mereka terlihat saling menyayangi, tampak dari sorot mata mereka yang memancarkan cinta dan kebahagiaan. Mereka menatap kedepan tanpa berucap kata, dengan tatapan bahagia, dengan senyum hangat dimasing-masing bibir mereka, dengan posisi sang nenek duduk disamping sang kakek dan menyandarkan kepalanya dibahu sang kakek, dan kakek merangkul pundak sang nenek dan memegang kedua tangan sang nenek dengan satu tangannya lagi dipangkuannya. Sangat Romantis, melihat itu terbesit rasa iri dalam diriku, aku membayangkan posisi itu dimana aku bisa merasakan tatapan cinta yang penuh dari priaku, dan menua bersama seperti sepasang suami istri lansia itu.


Tapi kenyataan pahit menampar ku, membuang semua harapan semu yang ada dalam pikiranku, menyadarkan akan semua bayangan masa depan tak pantas aku angankan. Perkatan dari dokter Irawan kembali terngiang ditelingaku 'Raina tak akan bisa bertahan lebih dari kurung waktu lima bulan' pernyataan itu terus menggema ditelingku, seiring dengan hembusan angin yang membelaiku seakan menenangkan jiwa ku. Tak ada air mata, tak ada rasa sedih, tak ada rasa marah, tak ada rasa kecewa, dan tak ada rasa bahagia, KOSONG, HAMPA itu lah yang memenuhi relung hatiku, membuatku tersesat dalam kegelapan mencari secercah cahaya untuk menerangi hati gelap ini.


(Apakah aku terlalu mendramatisir keadaan?, Dapatkah kalian membayangkan bagaimana perasaan seseorang disaat ia akan tiada, dimana ia belum melakukan hal apapun dalam hidupnya, mengubah segala hal dalam kehidupannya, memberi warna dalam relung hatinya. Dapatkah kalian merasakan perasaannya?. Jurang kematian sudah berada didepan matanya, perlahan tapi pasti waktu mendorong kuat tubuhnya untuk segera memasuki jurang kematian itu. Dapatkah kalian membayangkan? Bagaimana takutnya ia, ia tak mampu berlari untuk menjauh, untuk bertahan saja ia tak sanggup dari kuatnya tenaga waktu mendorongnya. PASRAH itulah jalan satu-satunya, baginya dalam menghadapi kenyataan dunia.)


.........


JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK KALIAN, DENGAN CARA LIKE DAN MEMBERI KOMENTAR KALIAN


‼️


......


JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK KALIAN, DENGAN CARA LIKE DAN MEMBERI KOMENTAR KALIAN


‼️


.......


JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK KALIAN, DENGAN CARA LIKE DAN MEMBERI KOMENTAR KALIAN


‼️