Sad Ending

Sad Ending
SAD ENDING# *BAB 22*



*Dokter Digho*


Pagi ini adalah awal gue kerja dirumah sakit setelah lulus dari kuliah kedokteran gue di universitas Singapura dan gue langsung berkerja di rumah sakit milik keluarga gue. Dan dihari pertama gue langsung mendapatkan tugas dari dokter senior untuk melanjutkan pengobatan untuk seorang pasien leukimia. Awalnya sih gue gak yakin apa gue bisa karna penyakitnya itu udah parah, tinggal nunggu ajal aja jemputnya, tapi dokter Senior gue nunjukin foto pasien yang akan gue tanganin dan satu kata yang keluar dari mulut,hati dan pikiran gue 'CANTIK'. Sumpah dia cantik banget, rambut hitam lurus, mata yang indah, dan senyum yang menawan.


"Gimana cantikkan" kata Dokter Irawan, yang membuyarkan kekaguman gue ke wanita ini.


"Namanya Raina, ia masih sangat muda umurnya baru 16 tahun dan sebentar lagi akan memasuki 17 tahun. Dia gadis yang cantik, pintar, dan berprestasi. Tapi sayang semua dalam dirinya tak ada arti baginya, cita-cita besarnya ia kubur dalam-dalam karna ia sudah mempersiapkan diri akan ajalnya. Tak tergerak kah hatimu melihatnya, ia masih sangat muda pasti ada begitu banyak mimpi yang direncanakan nya untuk diwujudkan di masa depan nanti, disaat semua gadis diusianya bersenang-senang dan berlomba-lomba mencari kebahagiaan. Tapi dia harus berperang melawan penyakit dalam tubuhnya. Tak kasihankah kamu melihatnya. Dia cantik, akan banyak pemuda yang tertarik dengannya, biasanya gadis-gadis diluar sana bergonta-ganti pasangan,tapi ia takut akan pasangannya karna ia merasa percuma mempunyai pasangan jika pada akhirnya tak akan bahagia. Tak tertarikkah engkau memberinya semangat untuk bangkit dan mencoba keberuntungan nya" Nasehat panjang lebar Dokter Irawan kepada gue, sungguh mendengar pencerahan dari dokter Irawan, gue jadi semangat untuk membantu mengobati Raina, wanita yang entak sejak detik kapan ia mengisi hatiku.


Mungkin untuk memberinya kesembuhan itu sangat lah sulit ia sudah mengidap Leukimia akut, tinggal menunggu beberapa waktu saja, sel-sel kanker itu akan menggerogoti organ tubuh lain milik Raina, jika tidak melakukan pencegahan penyebaran dengan cara dan metode kesehatan mungkin waktu yang ia miliki kurang dari 5 bulan.


Tapi sebagai dokter kita hanya memprediksi, tak semua prediksi manusia itu benar, semua tergantung kapeda sang pencipta, manusia hanya berusaha dan sang maha penguasalah yang menentukan jalan dari hidup seorang hambanya. Hanya Allah lah yang dapat menuntukan hidup dan mati seseorang. Dan gue berdoa kepada tuhan gue Allah SWT, untuk membantu gue dalam memberi semua yang diharapkan oleh Raina yaitu KEBAHAGIAAN.


.......


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN SETELAH MEMBACA. TEKAN LIKE DAN BERIKAN KOMENTAR KALIAN.‼️


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN SETELAH MEMBACA. TEKAN LIKE DAN BERIKAN KOMENTAR KALIAN.‼️


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN SETELAH MEMBACA. TEKAN LIKE DAN BERIKAN KOMENTAR KALIAN.‼️


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN SETELAH MEMBACA. TEKAN LIKE DAN BERIKAN KOMENTAR KALIAN.‼️