Sad Ending

Sad Ending
SAD ENDING# *BAB 26*



Dibalkon kamarnya, raina duduk dilantai balkon, sambil memeluk kedua kakinya,menatap kedepan dengan pandangan kosong, yang air mata tak ingin surut berhenti mengalir. Ia terus menangis, menangis dan menangis. Adakah cara lain bagi seorang manusia untuk mencurahkan segala kesedihanya selain menangis.


Terdengar azan asar berkumandang yang membuyarkan lamunan Raina. Raina mengangkat kepalanya menatap langit sesaat, kemudian ia membangunkan tubuhnya, berjalan masuk kekamarnya, ia mengambil air wudhu, kemudian membentang sajadahnya, ia mengenakan mukena putih miliknya, memulai sholatnya, untuk mendekati diri kepada Tuhan-nya (Allah SWT).


Selesai sholat, Raina mengangkat kedua tangannya, "Ya Allah, Berilah jalan terbaik untuk hamba dan untuk keluarga hamba. Saat ini hamba sudah siap akan jalan yang sudah engkau beri kepada hamba. Ya Allah, satukanlah keluarga hamba, bahagiakan mereka semua. Berilah kebahagian kepada keluarga hamba dan sahabat-sahabat hamba. Bila engkau mengambil ku, maka berikan ketabahan untuk orang-orang yang ku tinggalkan. Terimakasih ya Allah, kau sudah memberi aku kesempatan untuk melihat dunia, menikmati dunia, terimakasih. Dan maaf ya Allah, maaf kan aku yang belum sempurna amalku, yang belum bisa menjadi wanita yang soleha, maaf kan aku ya Allah. Dan Ampuni dosa kedua orang tua ku, dosa saudara-saudara ku, dan dosa sahabat-sahabat ku. Jauhilah mereka dari hal-hal maksian dan dekatkan lah mereka kepada hal-hal yang mendatangkan amal Sholeh dan amal ibadah. Aamiin, aamiim ya robal alamin" Doa dan harapan panjang gadis malang Raina. Kemudian entah ia sudah lelah menangis tanpa sadar raina tertidur diatas sajadahnya, masih dengan mukena lengkap ditubuhnya.


Sungguh malang nasib wanita ini, ia memiliki segalanya, kecantikan, kepintaran, sahabat yang menyukainya, saudara yang mencintainya, keluarga yang menyayangi nya. Tapi dibalik kesempurnaan hidupnya ia memiliki kerapuhan yang mendam, kesedihan yang selalu menghantuinya, dan kematian yang ada dihadapanya.


Didunia ini tidak ada manusia yang sempurna, dibalik kesempurnaan yang dipandang manusia lainnya, pasti ada sisi kekuranganya dihadapan sang pencipta dan diri manusia itu. Jadi syukuri apa yang kau miliki, nikmati setiap apa yang sudah kau miliki, hargai hidupmu kini, dan dekatkan diri kepada yang pencipta diri ini, mengamalkan semua ajaran-ajaran nya. Karna kita hidup didunia ini sekali, jika kau tak menikmatinya kini maka kau tak dapat menikmatinya nanti.


Tak terasa Raina tertidur dengan posisi yang masih sama, dengan waktu yang sudah menunjuk pukul tujuh malam. Perlahan ia mengerjapkan matanya, dan mendudukan dirinya, melihat sekeliling yang sudah terlihat gelap, ia melihat jam yang didinding kamarnya.


"Astaghfirullah, aku melewatkan sholat Maghrib dan Isya" ucap Raina saat ia sadar dari tidurnya. Ia pun langsung melepaskan mukenanya dan sedikit berlari menuju kamar mandinya untuk mandi, sekalian ia berwudu. Tak beberapa lama kemudian ia keluar kamar mandi dengan pakaian tidurnya, ia mengambil kembali mukenanya dan memakai mukenanya. Kemudian ia melakukan ibadah sholatnya sekalian meng-qada sholat Maghrib nya.


Saat ia melakukan sholat nya, tubuh Raina seakan melemah, nafasnya seakan tertahan, jantungnya berdegup kencang, keringat dingin terus mencucur ditubuhnya dan perlahan ia terjatuh tersungkur disajadahnya saat ia melakukan ruku, setetes cairan merah menetes dimukenanya, Raina mengangkat kepalanya perlahan menatapa langit-langit kamarnya, pandangan nya memburam dan ia tidak sadarkan diri, diatas sajadahnya masih menggunakan mukena lengkap.