Sad Ending

Sad Ending
SAD ENDING# *BAB 19*



"Apa bunda tau, setiap Raina melihat wajah bunda, Raina merasa bersalah bun, semua rasa sakit yang ayah berikan kepada bunda juga menjadi rasa sakit Raina bun. Raina tau bunda ingin lepas dari ayah tapi bunda memikirkan Raina, Raina tau bun.. Raina tau ..., hanya dengan uang ayah Raina bisa bertahan hidup. Tapi buat apa Raina terus hidup jika bunda harus menderita...., Raina sakit bun, tapi setiap rasa sakit yang disebabkan penyakit ini tak sebanding dengan Rasa sakit hati Raina saat melihat bunda menangis." Naufal hanya bisa menundukan kepalanya, memejamkan matanya sesaat menahan rasa Emosi, penyesalan, dan rasa sesak didadanya mendengar perkataan putrinya, sedangkan Risa terduduk dengan linang air mata. Begitu juga dengan Raina ia berbicara sambil menangis mencurahkan semua kekesalannya yang sudah terpendam lama.


...........


"Apa ayah mesih mencintai bunda, apa ayah ingin melihat keluarga kita bahagia lagi, apa ayah ingin menjadi kebanggaan Raina lagi,.... apa ayah ingin melihat raina meninggal dengan bahagia" tanya beruntun Raina dengan suara yang melemah. "Tinggalkan wanita itu ayah, hidup lah dengan kami, bahagiakan kami walau nanti raina akan pergi, setidaknya kalian bahagia maka raina juga akan bahagia" Raina berbicara dengan sangat Rapuh benar benar rapuh ia berjalan menghampiri tempat duduk naufal dan berlutut dikaki Naufal, memohon dengan segenap hatinya.


Sedangkan Risa terkejut dengan perkataan rapuh Raina dan apa yang dilakukan putrinya dan begitu pula dengan Naufal, dia semakin merasa hancur dihatinya melihat putrinya harus bersujut dihadapannya, dan mengatakan keputusasaan raina tentang kehidupannya.


Raina menangis sejadi-jadinya bersimpuh dikaki naufal, mendengar isak tangis raina bagai duri menancap dihati naufal, hati ayah mana yang sanggup mendengar isak pilu dari putrinya, Naufal mengangkat kedua bahu putrinya ia memandang wajah sendu putrinya, melihat kerapuhan dari mata Raina. Tak menjawab iya atau tidak, naufal hanya memeluk tubuh lemah putrinya, memberi dekapan hangat seorang ayah, memberi dekapan ketenangan dari seorang ayah, dan menjadi dekapan yang akan selalu dirindukan oleh seorang anak perempuan. Sedangkan Risa ia menangis haru melihat pemandangan dihadapannya dimana sudah lama sekali pemandangan seperti ini hilang dari pandangannya.


..........


**BERIKAN LIKE DAN KOMENTAR KALIAN YA TEMAN-TEMAN 🙏🙏🙏


DAN BERIKAN VOTE KALIAN UNTUK NOVEL INI 🙏🙏


SEMOGA KALIAN MENYUKAI NOVEL INI, SEPERTI YANG PERNAH AUTHOR BILANG INI KARYA PERTAMA AUTHOR JADI BANYAKNYA KESALAHAN DAN KEKURANGAN AUTHOR MINTA MAAF 🙏🙏🙏**