
"Raina kemana sih, udah hampir setengah jam kok belum kembali lagi sih" tanya emi yang mulai khawatir.
"Iya ya, kok lama banget sih di toilet betah amat dia disana" sambung Mega.
"Paling bentar agi balik" ucap Dinda menenangkan.
"Hmm aku susul dia aja deh" ucap emi, ia beranjak dari duduknya.
"Itu raina" kata Amelia menunjuk kearah Raina yang menuju meja mereka. Emi seketika bernafas lega saat melihat raina dan ia kembali duduk.
"Lama amat sih rai" tanya Layla saat Raina sudah duduk disamping Dinda.
"Biasalah" jawab santai Raina.
"Aku kira kamu kesesat waktu pulang kesini" ucap Emi
"Aku gak segoblok itu kali nyet" jawab raina.
"Eh pak guru dari tadi masih aja sesekali ngelirik kamu mi" lanjut raina
"Udah aku pelet dia, makanya gak bisa berpaling" jawab santai emi, dengan sedikit bumbu lebay.
"Hmm sekarepmu" jawab malas raina.
"We pulang yuk" lanjutnya.
"Pulang?"Dela terkejut.
"Iya, udah malem nih" kata raina
"Hmm baru jam 10" ucap Mega
"Terus kalian mau pulang jam berapa, pagi, subuh" tanya kesal Raina, "udah ah yuk mel kita pulang" ajak raina ke amelia.
"Siap buk bos" balas amelia dan beranjak berdiri.
"Eh eh lu mau kemana mel" tanya Layla
"Pulang lah" jawab santai amelia
"Terus yang bayar ini semua siapa" ucap layla kesal.
"Oh iy ya aku lupak, rai tunggu dulu ya aku bayar pesanan dulu" kata amelia dan langsung menuju kasir.
"Mi kamu gak pulang" tanya raina saat melihat emi hanya duduk diam memperhatikan sahabat-sahabat nya yang membereskan diri dan bersiap pulang.
"Aku lagi nunggu abang sepupuku jemput, kalian pulang aja duluan" jawab emi sambil tersenyum.
"Ya udah kami pulang duluan ya, ati ati emi entar ada yang godain loh" ucap Dela dan merangkuh layla untuk pulang, karna mereka berangkat bareng jadi pulang bareng.
"Ya aku godain balik lah" jawab santai emi.
"Ya ya ya, bey" balas layla.
"Kami pulang juga ya, da da" pamit Dinda dan mega.
"Mmm yakin kamu mau nunngu sendiri aja mi" tanya ragu raina untuk meninggalkna emi sendiri.
"Tenang aja, paling bentar lagi sampe kok, dia tadi bilangnya kewarnet waktu dia nganter aku kesini" jawab Emi sambil tersenyum memperhatikan raina.
"Eh Rai, kamu sakit, kok wajah kamu keliatan pucet sih" tanya Emi, khawatir melihat wajah Raina yang seakan tak ada aliran darah.
"Hmm dikit sih, mungkin masuk angin kalik" jawab Raina sedikit gugup.
"Kamu gak lagi membunyikan sesuatu dari aku kan rai" tanya lagi emi, ia sedikit ragu melihat gelagat raina yang seakan menyembunyikan sesuatu darinya.
"Ya enggaklah, emang aku penanah ngetutupin sesuatu dari kamu" tanya balik Raina.
"Enggak sih, tapi kamu pucet banget Rai"
"Aku gak papa emi oke, hanya masuk angin aja"
"Rai ayo pulang" Ajak Amelia saat sudah berada dimeja tempat mereka kumpul barusan.
"Ayo" jawab Raina dan beranjak berdiri, " kita pulang duluan ya mi" lanjut Raina pamit pulang.
"Iya ati-ati, langsung istirahat rai" balas Emi dan dibalas senyuman hangat oleh Raina.
"Mi kita duluan ya" pamit amelia
"Iya ati ati" balas emi, dan dibalas anggukan + senyuman oleh amelia.
Semuanya sudah pulang kini tinggal Emi sendiri dicafe, Ia mengambil ponselnya yang diatas meja, dan seperti mengetikkan sesuatu.
"Kok belum pulang?" Tanya seorang pria kepada emi.
Emi mengangkat kepalanya menghadap pria yang barusaja bertanya kepadanya. Dan tampak Emi sedikit kaget.
"Eh iya, lagi nunggu abang saya" jawab terkejut emi.
"Masih lama" tanya lagi pria itu.
"Iya sih" jawab ragu emi
"Ya udah biar saya antar kamu pulang" ucap datar pria itu.
"Ga usah pak, ntar ngerepotin lagi" tolak emi, karna ia sedikit canggung apa bila diantar pulang oleh gurunya sendiri, apa lagi ini kan malam. Nanti bisa jadi bahan gosipan siswa-siswi lainnya.
Ya yang menawarkan tumpangan ke emi itu pak andi, guru kiler disekolah Emi dan guru idaman setiap siswi.
"Ayo" ajak tegas dan datar dari pak andi, yang tidak bisa ditolak oleh emi. Ia langsung aja menuju parkiran tanpa menunggu Emi dan mendengarkan apakan emi akan mau atau tidak.
Melihat kepergian pak andi begitu saja Emi tampak kebingungan, tapi ia tetap melangkahkan kakinya mengikuti punggung pak andi dari belakang.
Apakah yang terjadi selanjutnya?
I DON'T KNOW. KITA LIHAT AJA NANTI, HEHEH.