Sad Ending

Sad Ending
SAD ENDING# *BAB 21*



Leukemia adalah kanker darah akibat produksi sel darah putih (leukosit) yang abnormal dan berlebihan


Leukemia terjadi ketika beberapa jenis sel darah putih bermutasi (berubah) dan membuat sel bertumbuh secara berlebihan.


Pengertian Leukemia


Leukemia adalah salah satu tipe kanker darah akibat produksi sel darah putih (leukosit) yang abnormal dan berlebihan. Meski produksinya banyak, sel darah putih tersebut tidak dapat berfungsi dalam pertahanan tubuh, seperti sel darah putih yang normal. Sehingga, penderita leukemia rentan terhadap infeksi. Kanker ini berkembang dalam darah dan sumsum tulang, serta dapat mengganggu produksi sel darah merah dan keping darah (platelet).


Leukemia dapat bersifat kronis dan akut. Pada leukemia kronis, sel kanker berkembang secara perlahan dan gejala awal yang muncul biasanya tergolong sangat ringan. Sementara pada leukemia akut, perkembangan sel kanker terjadi sangat cepat dan gejala yang muncul dapat memburuk dalam waktu singkat. Leukemia akut lebih berbahaya dibandingkan leukemia kronis.


Gejala yang biasa timbul pada penderita Leukimia.


1.Demam dan menggigil.


2.Tubuh terasa lelah dan rasa lelah tidak hilang meski sudah beristirahat.


3.Berat badan turun drastis.


4.Gejala anemia.


5.Bintik merah pada kulit.


6.Mimisan.


7.Tubuh mudah memar.


8.Keringan berlebihan (terutama pada malam hari).


9.Mudah terkena infeksi.


11.Perut terasa tidak nyaman akibat organ hati dan limpa membengkak.


............


"Selamat pagi Dokter" sapa Raiga kepada Dokter Irawan yang saat ini sedang ada diruang pemeriksaan miliknya,Dokter Irawan adalah pria paruh baya yang menjadi dokter menangani penyakit Raina dari awal sampai kini.


Pagi ini Raina dan Raiga pergi kerumah sakit untuk melakukan berbagai pemeriksaan dan penyembuhan untuk penyakit Leukimia Raina yang awalnya kronis dan kini menjadi akut dan sangat berbahaya dengan semakin ganasnya sel-sel kanker yang menggerogoti diri Raina.


Kini Raina dan Raiga sudah berada diruangan Dokter Irawan. "Pagi, ayo silahkan duduk" jawab Ramah dokter Irawan. Raina dan Raiga pun duduk didua bangku kosong dihadapan meja dokter paruh baya itu yang umurnya sekitar kepala 5.


"Sebelum kita mulai, kita tunggu Dokter Digho dulu ya" ucap dokter Irawan kepada Raina dan Raiga, tampak kebingungan diwajah Raina dan Raiga, 'siapa Dokter Digho?' pikir Raiga. 'mengapa harus nunggu Dokter yang bernama Digho itu sih?' pikir Raina.


Seperti mengetahui pikiran Raina dan Raiga Dokter Irawan tersenyum kemudian menjawab.


"Dokter Digho adalah salah satu spesialis penyakit dalam, dia dokter termuda dirumah sakit ini, dan dia akan menjadi dokter kamu raina, ia memang dia masih muda namun ilmunya sungguh luar biasa dia menjadi lulusan kedokteran tercepat dan menjadi dokter termuda, yang usianya baru menginjak 24 tahun. Jadi saya yakin Dokter Digho mampu menjinakkan penyakit kamu" jelas dokter Irawan sambil tersenyum memuji Kepintaran dokter Digho.


"Kenapa harus Dokter Digho ya dok yang merawat adik saya?" Tanya heran Raiga


"Saya dipindah tugaskan diluar kota, jadi saya memberikan dokter terbaik untuk kamu Raina, saya harap kamu bisa lebih lama menikmati hidup ya dan sesuai harapan kamu bisa hidup bahagia" jawab dokter Irawan, masih dengan senyuman hangat yang melekat diwajah yang masih kelihatan tampan walau sudah diumur yang menginjak kepala 5.


"Maaf saya telat" ucap seseorang yang baru saja memasuki ruangan dokter Irawan, Raina dan Raiga pun membalikan badannya melihat kebelakang, dan


"Perfect" gumam Raina yang masih bisa didengar Raiga, Raiga pun menoleh ke adiknya yang terpana dengan ketampanan dokter yang bername teks Digho itu.


Wajah yang putih, hidung yang mancung, mata yang berwarna cerah kecoklatan, dengan tubuh yang tinggi dan postur atletis yang dibalut jas putih khas dokter dengan kemeja hitam didalamnya. Sungguh pria sempurna dimata Raina. Pada pertemuan pertama Dokter muda itu sungguh berhasil membuat detak jantung Raina seakan berdisko.


"Dek, tutup mulutmu ilernya keluar" bisik Raiga kepada Raina, seketika Raina menutup mulutnya dan membersihkan iler yang tidak ada dibibirnya. Ya dia KETIPU. Melihat tingkah salting Raina, Raiga hanya senyum-senyum geli.