
"Sudah mi jangan menangis lagi dong nanti kami juga ikut sedih mi" ucap dela yang juga sudah akan ingin menangis.
"Kan aku sudah bilang dari awal mi jangan mau dengan andika, tapi kamu masih aja mau nerimanya" saut Mega.
"Iya kan kita sudah ngelarang kamu jadian dengan dia kan dan kamu bilang kamu bakal ngatasinnya, jadi pasti kamu sudah siap nerima resikonya bukan" timpa layla.
"Mi udah jangan tangisin lagi pria brengsek kek andika, sungguh mi aku nyesel ngizinin andika nembak kamu waktu itu, aku pikir andika bakal bikin kamu bahagia dan bakal berubah demi kamu ternyata aku salah" ucap raina yang kelihatan sedih sambil menyusap punggung emi yang masih memeluknya.
"Apa maksud kamu rai" tanya emi yang mulai mengangkat tubuhnya dari tubuh raina,
" ia Rai, apa maksud kamu" tanya Dinda yang juga ikut penasaran.
"Jadi begini...." jawab raina menceritakan semuanya.
........FLASHBACK.......
"Raina" panggil seseorang kepada Raina yang baru saja datang kesekolah yang baru saja memarkir motornya.
Raina menoleh kebelakang mencari siapa yang memanggilnya, dan tampaklah seorang pria yang tak asing baginya datang menghampirinya.
"Rai bisa kita bicara sebentar" ucap pria itu kepada Raina yang memandangnya dengan pandangan heran.
"Emang mau bicara apa" tanya raina yang masih keheranan, karna tumben sekali lelaki ini ingin berbicara dengannya padahal ia tidak pernah memiliki urusan padanya.
"gue ingin berbicara penting dengan lo, kita berbicara dibelakang sekolah aja, disini gak enak nanti dilihatin banyak orang" Jawap pria itu yang sudah berjalan mendahului Raina yang masih tidak habis pikir mau berbicara hal penting apa sampai ia mengajak raina berbicara berdua saja.
Raina pun mengikuti pria itu dari belakang yang menuju belakang sekolah, tak beberapa lama mereka pun sampai dibelakang sekolah dan kini mereka sedang duduk dikursi kayu panjang yang menghadap hamparan pakis dihadapannya.
"Mau berbicara apa" tanya raina yang mencoba memulai berbicara dengan wajah datar dan terkesan cuek.
"Begini Rai, lo tau kan gue mulai menyukai Emi, Jadi sebelum gue menyatakan perasaan gue pada Emi gue ingin meminta izin lo terlebih dahulu, gue tau lo selalu melindungi teman-teman lo jika ada pria yang mencoba mendekati mereka, jadi gue mohon rai izinkan gue menjalin hubungan dengan Emi rai, gue gak mau bernasib sama seperti brama yang ditolak mentah-mentah oleh Emi gara-gara lo gak izinin Brama pacaran dengan Emi" jawab pria itu to the poin kepada raina. Raina hanya menatap pria itu dengan tatapan yang tidak bisa terbaca.
"Rai gue janji pada lo gue akan menjaga emi, gue akan mencitainya dengan tulus, gue akan berubah jadi lebih baik demi emi rai" lanjut pria itu.
"dik, apa lo sungguh-sungguh" tanya Raina kepada pria itu yang tak lain adalah andika.
"Sungguh rai, gue benar-benar mencintainya" jwab pria itu dengan tegas dan tatapan meyakinkan Raina.
Raina tampak berfikir sebentar apakah ia akan mengizinkan andika menyatakan perasaannya pada Emi dan menjadikan Emi pacarnya. Raina tampak ragu karna ia tau siapa andika, seorang playboy terkenal di sekolahannya yang selalu berganti-ganti pasangan, seorang pria yang tak bisa hidup dengan satu wanita. Namun jika ia tidak mengizinkan andika menembak Emi, raina kasihan dengan Emi yang menaruh hati kepada andika sejak lama, walau ia memendamnya saja dalam hati nya. Raian terus berfikir keras dalam pikiranya dan turus menatap kedepan.
" So apa lo mengizinkannya rai" tanya andika memecah pemikiran Raina, dan Raina menatap mata andika seolah mencari kesungguhan, melihat tatapan Raina sekan tidak yakin pada dirinya, andika menghembus nafas kasar menghilangkan kegusaran dalam hati dan pikiranya.
"Rai gue janji tidak akan menyakiti Emi Rai, lo boleh menghajar gue bahkan membunuh gue jika gue menyakiti emi rai, dan lo boleh memegang ucapan gue, ini sebagai janji seorang pria rai" ucap andika yang mencoba meyakinkan Raina.
"Rai gue mohon beri gue kesempatan rai, Emi akan mendengarkan lo rai, tolong bantu gue yakinkan emi rai, agar ia manerima cinta gue rai" lanjut Andika.
"Baik lah gue akan membantu lo, tapi gue akan menuntut janji lo jika lo menyakiti emi bahkan gue tidak akan segan-segan membunuh lo" jawab tegas Raina.
"Terimakasih Ria, gue janji bakalan nepati janji gue pada lo rai, lo tenang aja Emi bakalan gue bikin bahagia" ucap andika kembali meyakinkna keputusan raina.
....... FLASHBACK OFF.......
" Rai aku sayang bangen sama kamu" ucap Emi sambil kembali memeluk raina.
"Jadi cuma raina aja nih yang disayang, kita gak ya guys" saut Dinda, yang dari tadi hanya diam menyimak.
Emi melepaskan pelukannya dan menghadap sahabat-sahabatnya.
"ye termasuk kalian dong, aku sangat sangat sangat sayang kalian, terimakasih kalian semua adalah teman terbaik aku, dalam hidup ini, I Love you all" ucap emi sambil merangkul Raina yang disebelah kanannya dan Dela disebalah kirinya.
"We love you too" balas meraka berenam secara bersama dan berpelukan seperti teletabis.
"tes tes" suara Microfon sekolah.
mereka melepaskan pelukannya dan mulai menyimak pengumuman apa yang akan dibicarakan guru yang sedang memegang mic tersebut.
"Panggilan untuk Raina dan Emitali, Sekali lagi panggilan untuk Raina dan Emitali untuk segera keruangan Bk ditunggu dalam 5 menit waktu dimulai dari sekarang" ucap seseorang dibalik microfon itu memberi pemanggilan untuk raina dan emi.
"wah siap siap nih kalin kembali kealam kalian, sana pergi kealam kalian" ucap Mega sambil terkekeh.
"Hahah iya betul, sana cepat pergi kealam kalian ruang bk" lanjut Layla yang juga mulai ketawa geli.
"udah mau libur juga, gak bakal dihukum, paling cuman dengar kutbah aja mah kalian jadi siap siap telinga panas ya" timpa Amelia.
"Wah begini ni kok punya kawan pada anak dedemit, abil manis sepah nya dibuang" ucap kesal Emi
" sudah sana cepat pegi, kalian mau makin tambah ribet kok sampe telat, cepat pergi waktu tinggal 3 menit" perintah Dinda dengan mendorong tubuh Raina dan Emi.
"Siall" ucap raina Emosi dan segera berlari diikuti dengan Emi.
"yang semangat dan sabar guys hahahah" teriak dela.
.....
Sepanjang jalan menuju ruang bk raina dan emi terus berlari kencang tidak peduli dengan siswa siswi yang sedang duduk dikoridor sekolah.
brukk
"Sial" ucap emi yang baru saja menabrak seorang siswi.
"woy, bukannya minta maaf malah nyumpah lo" teriak siswi yang ditabrak Emi, Emi menghentikan langkahnya, membalikkan badannya menghadap siswi yang sedang terduduk dilantai sambil mengusap tangannya .
"lo gak terima" bentak Emi. siswi itu pun mendongakan kepalanya menatap orang yang menabraknya ternyata badgirl sekolah yaitu Emi.Siswi itu menatap ketakutan saat melihat tatapan emosi emi.
"Woi mi, udalah ah cepat udah telat ni" Raina menarik Emi membawanya pergi dan kembali berlari menuju ruang bk, siswi tadi pun kembali bernafas lega saat emi dibawa raina.
"Woy urusan kita belum kelar" teriak emi kepada siswi tersebut, mendengar teriakan emi tubuh siswi itu kembali menegang. sedangkan murid lain yang menyakisikan hanya bisa menatap prihatin kepada siswi yang baru saja ditabrak emi.
Brakkk suara pintu terbuka kasar, tampak Raina dan Emi terngos-ngosan mengatur nafasnya yang meburu detang jantung yang berju cepat, seakan ingin keluar dari sarangnya.
"kalian, kalau masuk ruangan seseorang harus ketuk pintu dulu, udah telat 2 menit lagi" teriak pak andi yang terkejut saat pintu ruangan nya terbuka keras oleh raina dan emi.